Google Bebas dari Kejaran Pajak Prancis

Kamis, 13 Juli 2017 - 14:14 WIB
Google Bebas dari Kejaran...
Google Bebas dari Kejaran Pajak Prancis
A A A
PARIS - Google tidak mempunyai kewajiban membayar pajak 1,1 miliar euro atau setara USD1,27 miliar, setelah perusahaan raksasa teknologi itu memenangkan kasus hukum yang dibawa oleh otoritas pajak Prancis. Pengadilan administrasi Paris memutuskan bahwa Google Ireland Limited tidak bertanggung jawab untuk pajak di Prancis.

Alasannya Google Ireland Limited tidak memiliki bentuk usaha tetap di Prancis melalui perusahaan Prancis Google France, anak perusahaan Google Inc yang berbasis di California. Seperti dilansir BBC, Kamis (13/7/2017) perusahaan pencarian internet itu mempekerjakan 700 orang di Perancis, namun kontrak iklan online ke pelanggan di Prancis dipesan melalui anak perusahannya di Irlandia dengan pajak rendah.

Tercatat pada tahun 2015, pihak perusahan hanya membayar pajak 6,7 juta euro di Prancis. Administrasi pajak Prancis sendiri berpendapat bahwa Google harus membayar pajak di Prancis untuk 2005-2010. Namun pihak pengadilan menerangkan Google Ireland tidak memiliki bentuk usaha tetap di Prancis sehingga tidak membatalkan penyesuaian pajak.

Dalam sebuah pernyataan, pengadilan mengatakan, Google Irlandia Ltd tidak kena pajak di Prancis selama periode 2005-2010. Pengadilan menambahkan bahwa Google Prancis tidak memiliki SDM atau sarana teknis untuk mengizinkannya melakukan layanan periklanan. Namun pemerintah Prancis bisa mengajukan banding atas keputusan tersebut.

Putusan tersebut membuat pihak berwenang di Eropa menjadi semakin sulit untuk meminta perusahaan raksasa asal AS termasuk Google dan induk perusahaan Alphabet membayar kewajibannya. Google sendiro telah memangkas tagihan pajaknya di Prancis dan negara-negara Eropa lainnya dengan mempertahankan kantor pusatnya di Irlandia yang tarifnya lebih rendah. Strategi tersebut telah membantu Google meningkatkan keuntungan dan harga sahamnya.

Sebelumnya pada bulan Juni, Uni Eropa menjatuhkan denda kepada Google sebesar 2,4 miliar euro karena dituding menyalahgunakan posisi dominan dalam bisnis mesin pencari. Presiden Prancis terpilih, Emmanuel Macron telah mengulangi niat untuk mengejar perusahaan-perusahaan internasional yang mereka anggap tidak membayar pajak mereka dengan adil.

Otoritas Italia dan Inggris saat ini sedang mengejar kesepakatan dengan Google untuk mendapatkan pajak dari perusahan raksasa internet tersebut. Namun angka-angka yang disepakati jauh lebih kecil, berjumlah ratusan jutaan dolar daripada USD1,3 miliar yang diklaim oleh Prancis.

Keputusan pengadilan Prancis muncul di tengah meningkatnya kritik bahwa firma teknologi dan perusahaan besar AS lainnya telah mengurangi tagihan pajak mereka melalui berbagai manuver akuntansi yang telah membuat pemerintah di seluruh dunia mengalami keresahan. Sementara itu Google mengatakan tidak pernah melanggar hukum.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Google Didenda Rp3,8...
Google Didenda Rp3,8 Triliun karena Penyalahgunaan Iklan di Prancis
Gara-gara Cookie, Google...
Gara-gara Cookie, Google dan Facebook Kena Denda Rp3,4 Triliun di Prancis
Google Tunda Perekrutan...
Google Tunda Perekrutan Karyawan Baru di Tengah Memburuknya Ekonomi Global
Amerika Takut Resesi,...
Amerika Takut Resesi, Ekonomi Digital Indonesia Justru Diprediksi Tembus Rp1.197 Triliun
Google dkk Ramal Ekonomi...
Google dkk Ramal Ekonomi Digital RI Tembus USD146 Miliar di 2025
Bangkitkan Ekonomi,...
Bangkitkan Ekonomi, Prancis Anggarkan Rp1.750 Triliun
Berita Terkini
Tren Mobilitas Ramah...
Tren Mobilitas Ramah Lingkungan Meningkat, Pembiayaan Kendaraan Listrik MUF Melesat
4 jam yang lalu
Rupiah Amburadul Rp18...
Rupiah Amburadul Rp18 Ribu, Produk Rumah Tangga Unilever Bakal Naik Harga di Kuartal II 2026
4 jam yang lalu
Rupiah Terkapar, Dampaknya...
Rupiah Terkapar, Dampaknya Mulai Terasa ke Sektor Industri Nasional
4 jam yang lalu
PLN EPI, PLN Puslitbang...
PLN EPI, PLN Puslitbang dan ITERA Kolaborasi Kembangkan Tanaman Energi
6 jam yang lalu
Pelindo Sinergi Lokaseva...
Pelindo Sinergi Lokaseva Catat Kinerja Operasional Positif di Awal 2026
6 jam yang lalu
BRI Life Ungkap Peran...
BRI Life Ungkap Peran Mitra Stategis Selama 4 Dekade
6 jam yang lalu
Infografis
7 Perang Besar di Selat...
7 Perang Besar di Selat Malaka, dari Jalur Rempah hingga Medan Tempur Kekuatan Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved