Dongkrak Pertumbuhan, Papua Didorong Percepat Bangun Infrastruktur
Kamis, 20 Juli 2017 - 01:11 WIB
Dongkrak Pertumbuhan, Papua Didorong Percepat Bangun Infrastruktur
A
A
A
JAKARTA - Guna mendongkrak pertumbuhan ekonomi dan pemerataan di Papua, Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengingatkan banyak pekerjaan-pekerjaan seperti pembangunan infrastruktur yang harus dikerjakan. Terutama membangun daerah-daerah terisolir, membangun daerah-daerah yang ada di kawasan perbatasan.
Terangnya Provinsi Papua merupakan provinsi dengan wilayah terluas dan potensi kekayaan alam yang melimpah, baik pertambangan, pertanian, kehutanan, sektor kelautan dan perikanan. “Potensi besar ini harus betul-betul dimanfaatkan sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat,” tegas Presiden Jokowi seperti dilansir laman resmi Sekretariat Kabinet (Setkab).
Kunci untuk menggerakkan perekonomian, juga pemerataan pembangunan di Papua, menurut Jokowi, adalah percepatan pembangunan infrastruktur, pembangunan bandara, pelabuhan, jalan, dan jembatan, sehingga mampu membuka semua wilayah di tanah Papua dari isolasi, serta memperlancar konektivitas antar wilayah, antar kabupaten, dan antar daerah.
Lebih lanjut mantan Gubernur DKI Jakarta tersebut menerangkan tantangan yang dihadapi Provinsi Papua Barat, yakni bagaimana membuka agar keterisolasian, membuka semakin banyak lapangan pekerjaan yang baru, pengentasan kemiskinan, pembangunan yang lebih merata. Ia mengingatkan, angka IPM,( Indeks Pembangunan Manusia) di Papua Barat adalah yang kedua terendah di Indonesia.
Menurut Presiden, dalam 2,5 tahun terakhir, pemerintah sudah fokus untuk mempercepat pembangunan infrastruktur, meningkatkan konektivitas, menyambungkan Papua Barat dengan daerah-daerah yang lain di Indonesia karena konektivitas sangat diperlukan bagi Papua Barat. Bukan sekedar untuk membuka daerah-daerah terisolir, tapi juga untuk menekan biaya logistik, meningkatkan daya saing produk-produk lokal yang ada.
Untuk itu, Presiden Jokowi meminta dilakukan percepatan pembangunan pelabuhan baik di Sorong, Bintuni, maupun di Kaimana. Pengembangan dermaga penyeberangan di Wasior dan Polei, serta pengembangan beberapa bandara. “Saya juga minta agar diperhatikan percepatan pembangunan ruas-ruas jalan strategis yang menghubungkan antar pusat-pusat pengembangan ekonomi,” pungkasnya.
Terangnya Provinsi Papua merupakan provinsi dengan wilayah terluas dan potensi kekayaan alam yang melimpah, baik pertambangan, pertanian, kehutanan, sektor kelautan dan perikanan. “Potensi besar ini harus betul-betul dimanfaatkan sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat,” tegas Presiden Jokowi seperti dilansir laman resmi Sekretariat Kabinet (Setkab).
Kunci untuk menggerakkan perekonomian, juga pemerataan pembangunan di Papua, menurut Jokowi, adalah percepatan pembangunan infrastruktur, pembangunan bandara, pelabuhan, jalan, dan jembatan, sehingga mampu membuka semua wilayah di tanah Papua dari isolasi, serta memperlancar konektivitas antar wilayah, antar kabupaten, dan antar daerah.
Lebih lanjut mantan Gubernur DKI Jakarta tersebut menerangkan tantangan yang dihadapi Provinsi Papua Barat, yakni bagaimana membuka agar keterisolasian, membuka semakin banyak lapangan pekerjaan yang baru, pengentasan kemiskinan, pembangunan yang lebih merata. Ia mengingatkan, angka IPM,( Indeks Pembangunan Manusia) di Papua Barat adalah yang kedua terendah di Indonesia.
Menurut Presiden, dalam 2,5 tahun terakhir, pemerintah sudah fokus untuk mempercepat pembangunan infrastruktur, meningkatkan konektivitas, menyambungkan Papua Barat dengan daerah-daerah yang lain di Indonesia karena konektivitas sangat diperlukan bagi Papua Barat. Bukan sekedar untuk membuka daerah-daerah terisolir, tapi juga untuk menekan biaya logistik, meningkatkan daya saing produk-produk lokal yang ada.
Untuk itu, Presiden Jokowi meminta dilakukan percepatan pembangunan pelabuhan baik di Sorong, Bintuni, maupun di Kaimana. Pengembangan dermaga penyeberangan di Wasior dan Polei, serta pengembangan beberapa bandara. “Saya juga minta agar diperhatikan percepatan pembangunan ruas-ruas jalan strategis yang menghubungkan antar pusat-pusat pengembangan ekonomi,” pungkasnya.
(akr)
Lihat Juga :