Calon Bankir Perlu Belajar Metode Perbankan Modern

Jum'at, 21 Juli 2017 - 11:10 WIB
Calon Bankir Perlu Belajar...
Calon Bankir Perlu Belajar Metode Perbankan Modern
A A A
JAKARTA - Mahasiswa perbankan dinilai butuh kembali mempelajari metode perbankan modern. Sebab, dengan adanya FinTech mahasiswa khususnya di kampus daerah masih banyak yang belum mengenal perubahan ini.

Ekonom dari Sampoerna University Wahyoe Soedarmono mengatakan, adanya fintech atau inovasi sistem keuangan di era digital memaksa sektor perbankan harus berubah lebih innovatif. Adanya diversifikasi produk selain kredit sangat diperlukan bagi sumber pendapatan baru bagi perbankan.

Karena itu, Project Manager Program Kerjasama HSBC-PF ini menilai para mahasiswa perbankan harus dikenalkan dengan materi ajar perbankan modern yang sesuai dengan perkembangan zaman. Sayangnya di Indonesia materi ajar perbankan modern hanya bisa ditemui di kampus besar.

Calon banker dari perguruan tinggi di Timur dan Barat Indonesia masih jarang ditemui materi perbankan modern tersebut. "Dalam tiga tahun kami merangkul 600 dosen dari seluruh Indonesia guna mencetak spesialis perbankan modern masa depan," katanya pada diskusi Training of Trainer Dosen Perbankan Lokal HSBC Indonesia bersama Putera Sampoerna Foundation di Jakarta, Jumat (21/7/2017).

Dia menjelaskan, pelatihan ini menyasar perguruan tinggi di kota yang literasi keuangannya rendah. Sebut saja Lhoksuemawe, Manado, Merauke, Ternate hinggga Tobelo. Dia menjelaskan, ada empat materi yang diajarkan yakni pertama manajemen perbendaharaan yang membuat kas perbankan menjadi lebih produktif. Misalnya, bisa diinvestasikan di pasar modal.

Materi kedua yaitu manajemen risiko. Materi ketiga yakni manajemen kredit yang perlu diajarkan karena perbankan seharusnya bisa menaikkan kredit ketika perekonomian sedang turun dan seharusnya bank tidak takut memberikan pinjaman.

Dia melanjutkan, materi keempat yaitu operasional perbankan yakni aktivitas perbankan apa yang bisa dilakukan selain kredit dan funding. "Point-nya kita mau gali potensi baru dengan adanya fintech dan perkembangan finansial global. Kita mau coba navigasi perbankan supaya mereka bisa lebih aware dan disaat yang sama bisa mengekplotasi ruang baru yang profit," terangnya.

Dosen Ekonomi Universitas Musamus Merauke Tarsisius mengungkapkan, memang banyak materi perbankan modern yang belum diajarkan di kampusnya. Dia sadar betul bahwa mahasiswanya memerlukan pengetahuan terbaru yang sangat penting bagi anak didik.

Namun, untuk menjangkau materi finansial dan perbankan baru bukan perkara sederhana. Dia menjelaskan, melalui kesempatan pelatihan ini maka dia dan para dosen bisa membantu menyusun bahan ajar yang lebih baik ke depan.

Tarsisius mengatakan, pelatihan yang didapatnya sangat membantu penelitian yang akan dibuatnya. Penelitiannya akan diberi judul faktor yang memengaruhi minat orang Papua dalam menabung.

"Kampung di Merauke didomisili orang Papua dan pendatang. Di kampung ada perbedaan tingkat kesejahteraan. Pemahaman keuangan yang baik belum dipahami masyarakat asli Papua. Orang Papua tidak mengenal menabung. Mereka menghabiskan uang yang didapatnya pada hari itu juga, maka edukasi ini penting untuk daerah saya," ungkapnya.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Hati-Hati, Nasabah Perbankan...
Hati-Hati, Nasabah Perbankan Rentan jadi Korban Kejahatan Social Engineering
Pertemuan Tahunan Perbankan...
Pertemuan Tahunan Perbankan Syariah 2024
Dana Nasabah Raib, Sistem...
Dana Nasabah Raib, Sistem Keamanan Perbankan Dipertanyakan
Lewat Media Dongeng...
Lewat Media Dongeng Perbankan, JMI Berikan Donasi Pendidikan Masyarakat Pesisir di SDN Tanjung Burung Kabupaten Banten
Bagaimana Kinerja Perbankan...
Bagaimana Kinerja Perbankan Dua Kuartal ke Depan?, Nih Hitung-hitungannya
Cermat Dalam Memilih...
Cermat Dalam Memilih Aplikasi Perbankan
Berita Terkini
Tren Mobilitas Ramah...
Tren Mobilitas Ramah Lingkungan Meningkat, Pembiayaan Kendaraan Listrik MUF Melesat
4 jam yang lalu
Rupiah Amburadul Rp18...
Rupiah Amburadul Rp18 Ribu, Produk Rumah Tangga Unilever Bakal Naik Harga di Kuartal II 2026
4 jam yang lalu
Rupiah Terkapar, Dampaknya...
Rupiah Terkapar, Dampaknya Mulai Terasa ke Sektor Industri Nasional
5 jam yang lalu
PLN EPI, PLN Puslitbang...
PLN EPI, PLN Puslitbang dan ITERA Kolaborasi Kembangkan Tanaman Energi
6 jam yang lalu
Pelindo Sinergi Lokaseva...
Pelindo Sinergi Lokaseva Catat Kinerja Operasional Positif di Awal 2026
6 jam yang lalu
BRI Life Ungkap Peran...
BRI Life Ungkap Peran Mitra Stategis Selama 4 Dekade
7 jam yang lalu
Infografis
5 Madrasah Tertua di...
5 Madrasah Tertua di Indonesia, Pelopor Pendidikan Islam Modern
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved