Tingkat Kepercayaan RI Tertinggi, Masyarakat Harus Bersikap Optimistis
Senin, 24 Juli 2017 - 06:15 WIB
Tingkat Kepercayaan RI Tertinggi, Masyarakat Harus Bersikap Optimistis
A
A
A
JAKARTA - Berdasarkan hasil survei Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD) tingkat kepercayaan masyarakat Indonesia terhadap pemerintahannya berada di posisi tertinggi. Untuk itu, pemerintah mengajak semua pihak bersikap optimistis membawa bangsa ini lebih baik.
Seperti diketahui, pada pertengahan 2017, sebuah prestasi dan penilaian membanggakan diraih Pemerintahan Republik Indonesia. Berdasarkan data OECD dalam publikasinya Government at a Glance 2017, pada 13 Juli 2017, Indonesia menduduki peringkat pertama untuk Trust and Confidence in National Government.
Penjelasan tersebut disampaikan Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati usai memberikan laporan kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Kantor Presiden, Jakarta, Selasa (18/7/2017).
“Indonesia menduduki ranking pertama dalam hal Trust and Confidence in National Government (Tingkat Kepercayaan Masyarakat terhadap Pemerintahnya) berdasarkan Gallup data,” ungkap Sri Mulyani.
Menurut Menkeu, laporan tersebut merangkum berbagai indikator pencapaian sektor publik (pemerintah) dari negara-negara yang tergabung dalam OECD serta beberapa negara lain, termasuk Indonesia.
Salah satu bab dalam laporan tersebut, menurut Menkeu, mengangkat tema pencapaian program kerja pemerintah yang ditunjukkan oleh indikator tingkat kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah.
“Terkait hal tersebut, OECD menggunakan hasil survei yang dilakukan oleh salah satu lembaga survei internasional yang berbasis di Amerika Serikat, yaitu Gallup World Poll (GWP),” ujar Sri Mulyani.
Berdasarkan hasil survei tersebut, Indonesia menduduki ranking tertinggi untuk kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah bersama Swiss.
“Tingkat kepercayaan terhadap pemerintah dipengaruhi oleh apakah masyarakat menganggap pemerintah dapat diandalkan, cepat tanggap dan adil serta mampu melindungi masyarakat dari risiko-risiko dan memberikan pelayanan publik secara efektif,” ujar Sri Mulyani.
Menurut Menkeu, tingkat kepercayaan terhadap pemerintah Indonesia merupakan angka yang tinggi jika dibandingkan dengan negara-negara maju yang tergabung dalam OECD (Amerika Serikat 30%, Inggris 31%, Jerman 55%, Prancis 28%) maupun negara-negara berkembang non OECD (India 73%, Brasil 26%, Afrika Selatan 48%).
“Enam peringkat teratas negara-negara tersebut adalah Indonesia, Swiss, India, Luksemburg, Norwegia dan Kanada,” ungkap Sri Mulyani.
Menkeu menyebutkan, tingkat kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah Indonesia pada 2016 sebesar 80%, meningkat dibanding tahun 2007 yang hanya mencapai 28%.
“Kepercayaan terhadap pemerintah adalah pendorong efektivitas pemerintah dan pembangunan ekonomi, serta merupakan ukuran dari hasil kebijakan pemerintah,” ungkap Sri Mulyani.
Hal itu merupakan pertanda bahwa pemerintah telah bekerja dengan baik diikuti apresiasi masyarakat Indonesia yang menaruh kepercayaan terhadap pemerintahnya.
“Kepercayaan terhadap pemerintah berhubungan kuat dengan dukungan masyarakat terhadap kepemimpinan negara mereka. Saat pemerintah dipandang memiliki integritas moral yang tinggi lebih banyak masyarakat percaya pemerintah,” terang Sri Mulyani.
Hasil penilaian tingkat dunia tersebut sudah pasti membuat kebanggaan tersendiri bagi Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang selama ini menginginkan investor dan para turis merasa aman dan nyaman dengan kondisi Indonesia, berada di atas negara-negara yang masuk dalam lima besar pemerintahannya dipercaya.
Dalam sejumlah kesempatan, Presiden Jokowi meminta jajarannya untuk menjaga kepercayaan masyarakat, seperti hasil survei Lembaga Survei Gallup, yang menempatkan Indonesia menjadi negara di urutan pertama dengan tingkat kepercayaan masyarakat kepada pemerintahnya.
Kepala Negara berharap, momentum tersebut digunakan sebaik-baiknya. Seperti yang ia sampaikan usai menghadiri Rakernas APEKSI XII Tahun 2017 di Malang, Jawa Timur, Kamis (20/7/2017).
Kepercayaan masyarakat kepada pemerintah ini, menurut Jokowi, harus digunakan dengan baik, bukan menunjukkan sikap pesimis. "Momentum kepercayaan seperti ini harus dipakai. Karena ada kepercayaan yang diberikan kepada pemerintah, ini harus dipakai. Jangan yang dimunculkan pesimisme, nyinyir-nyinyir, kepercayaan sudah jelas dilihat survei. Makanya yang harus kita munculkan sebuah optimisme. Negara ini ke depan akan lebih baik," papar Presiden.
Seperti diketahui, pada pertengahan 2017, sebuah prestasi dan penilaian membanggakan diraih Pemerintahan Republik Indonesia. Berdasarkan data OECD dalam publikasinya Government at a Glance 2017, pada 13 Juli 2017, Indonesia menduduki peringkat pertama untuk Trust and Confidence in National Government.
Penjelasan tersebut disampaikan Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati usai memberikan laporan kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Kantor Presiden, Jakarta, Selasa (18/7/2017).
“Indonesia menduduki ranking pertama dalam hal Trust and Confidence in National Government (Tingkat Kepercayaan Masyarakat terhadap Pemerintahnya) berdasarkan Gallup data,” ungkap Sri Mulyani.
Menurut Menkeu, laporan tersebut merangkum berbagai indikator pencapaian sektor publik (pemerintah) dari negara-negara yang tergabung dalam OECD serta beberapa negara lain, termasuk Indonesia.
Salah satu bab dalam laporan tersebut, menurut Menkeu, mengangkat tema pencapaian program kerja pemerintah yang ditunjukkan oleh indikator tingkat kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah.
“Terkait hal tersebut, OECD menggunakan hasil survei yang dilakukan oleh salah satu lembaga survei internasional yang berbasis di Amerika Serikat, yaitu Gallup World Poll (GWP),” ujar Sri Mulyani.
Berdasarkan hasil survei tersebut, Indonesia menduduki ranking tertinggi untuk kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah bersama Swiss.
“Tingkat kepercayaan terhadap pemerintah dipengaruhi oleh apakah masyarakat menganggap pemerintah dapat diandalkan, cepat tanggap dan adil serta mampu melindungi masyarakat dari risiko-risiko dan memberikan pelayanan publik secara efektif,” ujar Sri Mulyani.
Menurut Menkeu, tingkat kepercayaan terhadap pemerintah Indonesia merupakan angka yang tinggi jika dibandingkan dengan negara-negara maju yang tergabung dalam OECD (Amerika Serikat 30%, Inggris 31%, Jerman 55%, Prancis 28%) maupun negara-negara berkembang non OECD (India 73%, Brasil 26%, Afrika Selatan 48%).
“Enam peringkat teratas negara-negara tersebut adalah Indonesia, Swiss, India, Luksemburg, Norwegia dan Kanada,” ungkap Sri Mulyani.
Menkeu menyebutkan, tingkat kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah Indonesia pada 2016 sebesar 80%, meningkat dibanding tahun 2007 yang hanya mencapai 28%.
“Kepercayaan terhadap pemerintah adalah pendorong efektivitas pemerintah dan pembangunan ekonomi, serta merupakan ukuran dari hasil kebijakan pemerintah,” ungkap Sri Mulyani.
Hal itu merupakan pertanda bahwa pemerintah telah bekerja dengan baik diikuti apresiasi masyarakat Indonesia yang menaruh kepercayaan terhadap pemerintahnya.
“Kepercayaan terhadap pemerintah berhubungan kuat dengan dukungan masyarakat terhadap kepemimpinan negara mereka. Saat pemerintah dipandang memiliki integritas moral yang tinggi lebih banyak masyarakat percaya pemerintah,” terang Sri Mulyani.
Hasil penilaian tingkat dunia tersebut sudah pasti membuat kebanggaan tersendiri bagi Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang selama ini menginginkan investor dan para turis merasa aman dan nyaman dengan kondisi Indonesia, berada di atas negara-negara yang masuk dalam lima besar pemerintahannya dipercaya.
Dalam sejumlah kesempatan, Presiden Jokowi meminta jajarannya untuk menjaga kepercayaan masyarakat, seperti hasil survei Lembaga Survei Gallup, yang menempatkan Indonesia menjadi negara di urutan pertama dengan tingkat kepercayaan masyarakat kepada pemerintahnya.
Kepala Negara berharap, momentum tersebut digunakan sebaik-baiknya. Seperti yang ia sampaikan usai menghadiri Rakernas APEKSI XII Tahun 2017 di Malang, Jawa Timur, Kamis (20/7/2017).
Kepercayaan masyarakat kepada pemerintah ini, menurut Jokowi, harus digunakan dengan baik, bukan menunjukkan sikap pesimis. "Momentum kepercayaan seperti ini harus dipakai. Karena ada kepercayaan yang diberikan kepada pemerintah, ini harus dipakai. Jangan yang dimunculkan pesimisme, nyinyir-nyinyir, kepercayaan sudah jelas dilihat survei. Makanya yang harus kita munculkan sebuah optimisme. Negara ini ke depan akan lebih baik," papar Presiden.
(dmd)
Lihat Juga :