Belum Punya Data, BPS Belum Bisa Hitung Angka Transaksi E-Commerce

Senin, 07 Agustus 2017 - 21:38 WIB
Belum Punya Data, BPS...
Belum Punya Data, BPS Belum Bisa Hitung Angka Transaksi E-Commerce
A A A
JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan pertumbuhan ekonomi kuartal kedua 2017 sebesar 5,01%, agak melambat dibandingkan pertumbuhan ekonomi kuartal kedua 2016 sebesar 5,18% (yoy).

Berdasarkan data untuk lapangan usaha yang dilaporkan, sektor industri, pertanian dan perdagangan masih mendominasi pertumbuhan ekonomi kuartal kedua tahun ini. Sektor industri andilnya terhadap pertumbuhan eknonomi sebesar 20,26% (yoy), pertanian sebesar 13,92% (yoy), dan perdagangan 13,03%(yoy).

Kepala BPS Suhariyanto mengatakan, bila dilihat secara lebih rinci, khusus untuk perdagangan, utamanya transaksi e-commerce atau online, pihaknya tidak memasukan transaksi tersebut lantaran hingga saat ini, BPS belum memiliki sumber data yang pasti dan valid.

"E-commerce menurut kami itu lebih merupakan perubahan transaksi, barangnya itu-itu saja. Kalau dulu barangnya langsung ke konsumen, sekarang pindah melalui e-commerce. Ada pergeseran transaksi dari konvensional ke online, tapi hanya di kalangan kelas menengah ke atas. Secara global, angka dari berbagai transaksi itu (e-commerce) belum menunjukkan pasti berapa share-nya, tapi saya rasa lebih kecil dari total konsumsi," jelas Suhariyanto di Kantor Pusat BPS, Jakarta, Senin (7/8/2017).

Kecuk--panggilan akrabnya--mengatakan transaksi e-commerce dapat dilihat dari sisi produksi dan konsumsi. "Jadi kalau produksi 100 misalnya, dijual langsungnya misal 80, berarti yang melalui e-commerce sisanya, bisa dikontrol dari sisi produksi, dan itu menunjukkan angkanya," katanya.

Ia menambahkan, pihaknya perlu bekerja sama dengan berbagai stakeholder lainnya dan melibatkan pihak swasta untuk mendapatkan data yang pasti mengenai data e-commerce. Sehingga ke depannya, akan memungkinkan jika BPS memasukkan data khusus e-commerce dalam struktur pertumbuhan ekonomi.

"BPS enggak bisa sendiri melakukan data e-commerce, harus libatkan stakeholder dan swasta. Pertumbuhan ekonomi khusus e-commerce belum memungkinkan, kecuali kami punya sumber datanya yang pasti, kami perlu pikirkan. Tapi pertumbuhan online tumbuh tidak melonjak jauh seperti yang dibayangkan," jelas dia.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
BPS Catat Inflasi November...
BPS Catat Inflasi November Sebesar 0,38 persen
Kepala BPS RI Siapkan...
Kepala BPS RI Siapkan Sensus Pertanian dan Canangkan Desa Cantik di Pangkep
Jumlah Orang Indonesia...
Jumlah Orang Indonesia Bepergian ke Luar Negeri Naik 55 Persen
Tumbuh 53 Persen, Oktober...
Tumbuh 53 Persen, Oktober 2021 Ekspor RI Capai Rp312 Triliun
BPS: Impor Indonesia...
BPS: Impor Indonesia Naik 1,64% di Juli 2022
Angka Kemiskinan dan...
Angka Kemiskinan dan Pengangguran di Natuna Naik, Ini Penyebabnya
Berita Terkini
Respons Purbaya soal...
Respons Purbaya soal Tren Sell Indonesia: Kita Tak Sedang Menuju Seperti 1998 Lagi
22 menit yang lalu
MNC Sekuritas & KSPM...
MNC Sekuritas & KSPM GI Universitas Pelita Bangsa Gelar Seminar Pasar Modal
51 menit yang lalu
Ukir Sejarah, BPS-PT...
Ukir Sejarah, BPS-PT Pos Indonesia Luncurkan Sampul Peringatan Edisi Khusus Sensus Ekonomi 2026
2 jam yang lalu
K-SIGN KKP di Rote Ndao...
K-SIGN KKP di Rote Ndao NTT, RI Bersiap Swasembada Garam Industri
3 jam yang lalu
Diserbu 3.800 Pengunjung,...
Diserbu 3.800 Pengunjung, PINDEX 2026 Disambut Antusias
3 jam yang lalu
Purbaya Desak Seluruh...
Purbaya Desak Seluruh Transaksi di Pelabuhan Pakai Rupiah: Kalau Ada Dolar, Saya Hajar!
4 jam yang lalu
Infografis
Trionda, Bola Robotik...
Trionda, Bola Robotik Piala Dunia 2026 yang Punya Baterai dan Sensor VAR
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved