Brand Merah Putih

Senin, 14 Agustus 2017 - 06:04 WIB
Brand Merah Putih
Brand Merah Putih
A A A
YUSWOHADY
Managing Partner, Inventure www.yuswohady.com

HARI Kamis lalu (10/8) bertempat di Gedung Sapta Pesona, Kementerian Pariwisata menggelar Wonderful Indonesia Co-branding Forum (WICF). Event ini bertujuan mengajak brand-brand yang ada di Indonesia untuk berkolaborasi dengan brand Wonderful Indonesia (WI) dan Pesona Indonesia (PI) melalui co-branding partnership .

Saya kaget, rupanya sambutan brand-brand untuk hadir dan memanfaatkan kesempatan berkolaborasi dengan WI/PI begitu luar biasa. Penandatanganan nota kesepahaman (MoU) yang awalnya ditargetkan cuma 10 brand membengkak menjadi 28.

Brand yang awalnya ditargetkan hadir cuma 100 brand membengkak menjadi 250. Bisa jadi sambutan luar biasa ini terjadi karena WICF digelar persis seminggu sebelum perayaan Hari Kemerdekaan sehingga spirit nasionalisme para brand owner sedang mencapai titik adrenalin.

Nationalism Value

Saya kebetulan memandu sesi pertama talkshow yang menghadirkan brand-brand yang dengan cara masing-masing ikut mempromosikan pariwisata Indonesia. Saya beruntung bertemu dengan para brand owner hebat yang memiliki karakter nasionalisme luar biasa. Setelah menelisik lebih dalam sepak terjang brand-brand yang mereka bangun, ini dua hal saya temukan.

Pertama, bagi brand-brand tersebut, mempromosikan pariwisata rupanya merupakan salah satu cara saja bagi mereka untuk berkontribusi dan bermanfaat bagi bangsanya.

Tak seperti kebanyakan entitas bisnis, brand-brand tersebut tak melulu mengejar business value berupa revenue dan profit. Lebih jauh lagi mereka memiliki idealisme untuk mendapatkan apa yang saya sebut sebagai nationalism value berupa kemanfaatan bagi masyarakat dan bangsanya. Dan, brand-brand ini piawai dalam mengombinasikan business value dan nationalism value sehingga membentuk brand identity yang unik dan sulit ditiru pesaingnya.

Kedua, idealisme tersebut rupanya tak lepas dari karakter dan idealisme para pendirinya. Brand Sido Muncul misalnya tak lepas dari kepekaan Irwan Hidayat terhadap persoalan masyarakat. Krisna Oleh-Oleh di Bali tak lepas dari sosok peduli dan rendah hati Ajik Krisna (Gusti Ngurah Anom). Atau brand identity Sariayu yang kuat tak lepas dari karakter kebangsaan seorang Martha Tilaar.

Saya menyebut brand-brand yang dengan cantik mengombinasikan business value dan nationalism value tersebut dengan istilah seksi Brand Merah Putih. Bagaimana mereka meramu business value dan nationalism value dengan pas sehingga terbentuk brand identity yang kuat? Berikut ini beberapa contoh kasusnya.

Krisna


Ajik Krisna, pemilik Krisna Oleh-Oleh, memulai bisnis dari nol di tengah kubangan kemiskinan. Pria yang hanya lulus SMP ini nekat pergi ke Denpasar meninggalkan kampung halamannya di Buleleng untuk merintis usaha. Berawal dari usaha konveksi, pelan tapi pasti usaha oleh-olehnya berkembang hingga akhirnya kini ia layak mendapatkan sebutan Raja Oleh-oleh Bali.

Setelah sukses besar berbisnis di Bali Selatan (Denpasar dan Kuta), Ajik sadar bahwa ekonomi Bali Utara tertinggal jauh. Untuk itu sejak tiga tahun terakhir dia fokus mengembangkan bisnis di tempat kelahirannya di Bali Utara.

Dengan kepedulian membangun ekonomi tanah kelahirannya, Ajik mengembangkan wisata air (water sport), wisata petualangan (adventure), wisata kuliner, dan oleh-oleh khas Bali untuk menggeliatkan perekonomian Bali Utara. ”Gara- gara Krisna, sekarang jalan-jalan di Bali Utara mulai macet,” ujarnya berseloroh seraya ingin menunjukkan bahwa perekonomian Bali Utara mulai hidup.

Malang Strudel

Kemunculan oleh-oleh Malang Strudel adalah bentuk lain ”nasionalisme daerah” dalam bentuk mempromosikan wisata dan menggalakkan city branding di Kota Malang. Adalah Dony Kris dan Teuku Wisnu yang punya ide cemerlang mengombinasikan business value (profit) dengan nationalism value (membangun pariwisata Kota Malang) sebagai faktor diferensiasi dari brand Malang Strudel.

Untuk mewujudkannya, mereka membentuk komunitas Amazing Malang dengan tujuan utama membakar semangat kaum muda Malang agar bangga menjadi arek Malang. Mereka bersama-sama menggali kekayaan potensi Kota Malang, khususnya di bidang pariwisata, dan kemudian mempromosikannya.

Setiap minggu mereka membuat video mengenai potensi pariwisata Malang yang dikemas secara artistik dan kekinian untuk disebar ke media sosial dan ranah online. Tujuannya untuk membangun branding Kota Malang sehingga dikenal, dicintai, dan dikunjungi wisatawan.

Sido Muncul

Iklan terbaru Kuku Bima yang kini sedang tayang di berbagai media mengambil tema Danau Rawa Pening. Seperti diungkapkan bos Sido Muncul, alasan utama membuat iklan ini bukan semata-mata alasan bisnis untuk memasarkan produknya, tetapi juga mengampanyekan perlunya menyelamatkan lingkungan.

”Saya berharap iklan Kuku Bima Energi ini bisa memberi inspirasi bagi pemangku kepentingan untuk bergerak bersama, membebaskan Rawa Pening dari eceng gondok,” kata Irwan.

Tujuannya mulia, jika pembersihan Rawa Pening ini sukses, danau alam ini diharapkan bisa menjadi destinasi wisata baru yang menasional, bahkan mengglobal.

Tourism itu kan berkelanjutan dan berpengaruh ke semua sendi kehidupan masyarakat,” tambahnya.

Sosok seperti Ajik Krisna, Dony Kris/Teuku Wisnu, atau Irwan Hidayat adalah sosok brand builder yang istimewa. Dengan cantik mereka mengombinasikan tujuan bisnis dan nasionalisme.

Mereka ingin agar brand yang mereka ciptakan menjadi kendaraan untuk menebar kebaikan dan kemanfaatan bagi bangsanya. Hasilnya, brand mereka istimewa. Kenapa istimewa? Karena ada merah putih di dalamnya.
(dmd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Terancam Tutup, Perusahaan...
Terancam Tutup, Perusahaan Perparkiran Butuh Sederet Relaksasi Pajak
Pabrik Mulai Berproduksi,...
Pabrik Mulai Berproduksi, VW Ubah Logo seperti Game PacMan
Sosialisasikan COVID-19,...
Sosialisasikan COVID-19, Pengelola Apartemen Manfaatkan Jaringan TV Lokal
Jukir CentrePark Kembalikan...
Jukir CentrePark Kembalikan Dompet Temuan Berisi Jutaan Rupiah ke Pemiliknya
Berkat Kerja Keras Tim,...
Berkat Kerja Keras Tim, CentrePark Raih Penghargaan Wajib Pajak Terbaik
Pura Trans dan Hino...
Pura Trans dan Hino Latih Smart Driving untuk Para Sopir
Berita Terkini
Pupuk Kaltim Dorong...
Pupuk Kaltim Dorong Kemandirian Ekonomi Lewat Beragam Program TJSL
33 menit yang lalu
Penjelasan BEI soal...
Penjelasan BEI soal MSCI Turunkan Kasta Pasar Modal RI ke Frontier Market
1 jam yang lalu
Bangun Infrastruktur...
Bangun Infrastruktur Unggul, Brantas Abipraya Perkuat Kolaborasi Internal
1 jam yang lalu
Purbaya Tepis Isu Mundur...
Purbaya Tepis Isu Mundur dari Kursi Menkeu di Tengah Kejatuhan Rupiah Rp18.039
2 jam yang lalu
IHSG Berakhir Longsor...
IHSG Berakhir Longsor 1,70% ke Posisi 5.839, Ada 651 Saham Berjatuhan
2 jam yang lalu
Harga Avtur Makin Mahal,...
Harga Avtur Makin Mahal, Maskapai Raksasa AS Mendadak Batalkan 6 Rute Penerbangan!
2 jam yang lalu
Infografis
Harga Cabai Rawit Merah...
Harga Cabai Rawit Merah Rp100.000 per Kg, Wamendag Salahkan Cuaca
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved