Euro Bangkit, Rupiah Sore Ini Berakhir Negatif
Rabu, 23 Agustus 2017 - 17:08 WIB
Euro Bangkit, Rupiah Sore Ini Berakhir Negatif
A
A
A
JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada penutupan perdagangan sore hari ini tidak mampu untuk bangkit, dan tetap melemah. Kondisi ini di tengah mulai menguatnya euro terhadap USD.
Data SINDOnews bersumber dari Limas, rupiah sore ini tidak berdaya alias melemah ke level Rp13.355/USD dibanding penutupan kemarin di level Rp13.330/USD.
Posisi rupiah menurut data Bloomberg, sore ini berada di level Rp13.359/USD atau ambruk dibanding penutupan sebelumnya di level Rp13.344/USD. Mata uang garuda sendiri berada di kisaran harian Rp13.338-Rp13.361/USD.
Berdasarkan data Yahoo Finance, rupiah pada sesi penutupan perdagangan hari ini berada di posisi Rp13.355/USD atau memburuk dari sebelumnya yang berada di level Rp13.346/USD. Rupiah sendiri bergerak pada kisaran level Rp13.328-Rp13.360/USD.
Menurut data dari kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI, rupiah hari ini tertahan di level Rp13.342/USD. Posisi ini memperlihatkan rupiah tidak lebih baik dari posisi kemarin yang berada di posisi Rp13.338/USD.
Seperti dilansir Reuters, Rabu (23/8/2017), euro berhasil naik tipis pada hari ini, pulih dari posisi terendahnya hari ini, meskipun kenaikan data sektor swasta yang kuat dari Jerman karena investor bersiap melihat pidato Presiden Bank Sentral Eropa Mario Draghi pekan ini.
Euro terhadap USD diperdagangkan 0,1% lebih tinggi ke level 1,1768 setelah kemarin melemah setengah persen terhadap USD.
Data PMI dari Jerman dan Prancis menyokong mata uang tunggal tersebut, dengan kedua negara mendaftarkan pertumbuhan sektor swasta yang kuat pada Agustus. Itu berfungsi untuk mengangkat keyakinan bahwa ekonomi terbesar zona euro cenderung mempertahankan momentum kuat mereka di kuartal III.
Sementara itu, USD tergelincir terhadap yen. Di mana USD terhadap yen turun 0,14% mendekati posisi terendah hari ini di level 109,43.
Data SINDOnews bersumber dari Limas, rupiah sore ini tidak berdaya alias melemah ke level Rp13.355/USD dibanding penutupan kemarin di level Rp13.330/USD.
Posisi rupiah menurut data Bloomberg, sore ini berada di level Rp13.359/USD atau ambruk dibanding penutupan sebelumnya di level Rp13.344/USD. Mata uang garuda sendiri berada di kisaran harian Rp13.338-Rp13.361/USD.
Berdasarkan data Yahoo Finance, rupiah pada sesi penutupan perdagangan hari ini berada di posisi Rp13.355/USD atau memburuk dari sebelumnya yang berada di level Rp13.346/USD. Rupiah sendiri bergerak pada kisaran level Rp13.328-Rp13.360/USD.
Menurut data dari kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI, rupiah hari ini tertahan di level Rp13.342/USD. Posisi ini memperlihatkan rupiah tidak lebih baik dari posisi kemarin yang berada di posisi Rp13.338/USD.
Seperti dilansir Reuters, Rabu (23/8/2017), euro berhasil naik tipis pada hari ini, pulih dari posisi terendahnya hari ini, meskipun kenaikan data sektor swasta yang kuat dari Jerman karena investor bersiap melihat pidato Presiden Bank Sentral Eropa Mario Draghi pekan ini.
Euro terhadap USD diperdagangkan 0,1% lebih tinggi ke level 1,1768 setelah kemarin melemah setengah persen terhadap USD.
Data PMI dari Jerman dan Prancis menyokong mata uang tunggal tersebut, dengan kedua negara mendaftarkan pertumbuhan sektor swasta yang kuat pada Agustus. Itu berfungsi untuk mengangkat keyakinan bahwa ekonomi terbesar zona euro cenderung mempertahankan momentum kuat mereka di kuartal III.
Sementara itu, USD tergelincir terhadap yen. Di mana USD terhadap yen turun 0,14% mendekati posisi terendah hari ini di level 109,43.
(izz)