Presiden China Serukan Lawan Proteksionisme Ekonomi

Selasa, 05 September 2017 - 14:57 WIB
Presiden China Serukan...
Presiden China Serukan Lawan Proteksionisme Ekonomi
A A A
XIAMEN - Presiden China Xi Jinping di sebuah acara KTT internasional hari ini mengatakan bahwa meskipun ekonomi global telah membaik, namun faktor risiko terus meningkat.

Seperti dikutip dari Reuters, Selasa (5/9/2017), dalam forum bertajuk acara 'Dialogue of Emerging Market and Developing Countries', Xi tampaknya menentang kecenderungan proteksionisme dari Amerika Serikat yang baru-baru ini menarik diri dari sejumlah kesepakatan internasional, termasuk kesepakatan iklim paris.

Dia mengatakan, pasar negara berkembang telah menjadi mesin utama pertumbuhan global dan negara-negara tersebut perlu bekerja sama untuk membangun ekonomi dunia terbuka.

Para pemimpin negara bagian BRICS (Brasil, Rusia, India, China dan Afrika Selatan) dan negara-negara berkembang lainnya bertemu di kota Xiamen, China tenggara.

"Baru-baru ini, ekonomi dunia telah berubah menjadi lebih baik. Perdagangan dan investasi internasional telah meningkat. Pada saat yang sama, kita harus mencatat bahwa risiko dan ketidakpastian dalam ekonomi dunia juga meningkat," kata Xi.

China dalam pertemuan negara-negara BRICS dan negara-negara berkembang lainnya untuk menekankan perlunya mempromosikan liberalisasi perdagangan dan ekonomi dunia terbuka.

KTT tersebut juga memberikan China sebagai tuan rumah, kesempatan terakhir untuk memposisikan diri sebagai benteng globalisasi dalam menghadapi agenda Presiden Amerika Serikat Donald Trump.

"Negosiasi perdagangan multilateral membuat kemajuan hanya dengan kesulitan besar dan pelaksanaan Kesepakatan Paris telah menemui hambatan," ujarnya.

"Beberapa negara telah menjadi lebih berwawasan ke dalam, dan keinginan mereka untuk berpartisipasi dalam kerja sama pembangunan global telah menurun," imbuh Xi.

Presiden Trump telah menyerukan perbaikan persyaratan untuk Amerika Serikat dalam perundingan Negosiasi Perdagangan Bebas Amerika Utara (NAFTA) yang sedang berlangsung dengan ancaman meninggalkan perjanjian tersebut, dan mengatakan bahwa dia akan menarik negaranya dari kesepakatan iklim Paris.

Xi mengatakan pada hari ini bahwa China akan menyumbangkan USD500 juta untuk dana bantuan kerja sama Selatan-Selatan untuk membantu negara-negara berkembang lainnya menghadapi bencana kelaparan, pengungsi, perubahan iklim dan kesehatan masyarakat.

Pemimpin BRICS bergabung dengan Thailand, Meksiko, Mesir, Guinea dan Tajikistan, dan para pejabat akan mendiskusikan rencana "BRICS Plus" untuk memperluas blok ke anggota baru.

Xi mengatakan bahwa negara maju perlu memberikan bantuan lebih banyak ke negara-negara berkembang. Sementara negara-negara BRICS dan mitra negara berkembang mereka harus menentang proteksionisme.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Ekonomi China Pulih,...
Ekonomi China Pulih, Tumbuh 4,9 Persen Kuartal III 2020
Konstribusi BRICS terhadap...
Konstribusi BRICS terhadap Pertumbuhan Ekonomi Global Kalahkan G7
7 Negara Calon Anggota...
7 Negara Calon Anggota yang Berpotensi Hadiri BRICS Summit 2023
KTT BRICS Terancam!...
KTT BRICS Terancam! Saat Pejabat Tinggi Ekonomi Dunia Menjauh dari Moskow
Waspada Gejolak Ekonomi...
Waspada Gejolak Ekonomi Dunia
Makin Tertarik Gabung...
Makin Tertarik Gabung BRICS dan Siap Tinggalkan Dolar AS?
Berita Terkini
Respons Purbaya soal...
Respons Purbaya soal Tren Sell Indonesia: Kita Tak Sedang Menuju Seperti 1998 Lagi
8 jam yang lalu
MNC Sekuritas & KSPM...
MNC Sekuritas & KSPM GI Universitas Pelita Bangsa Gelar Seminar Pasar Modal
8 jam yang lalu
Ukir Sejarah, BPS-PT...
Ukir Sejarah, BPS-PT Pos Indonesia Luncurkan Sampul Peringatan Edisi Khusus Sensus Ekonomi 2026
9 jam yang lalu
K-SIGN KKP di Rote Ndao...
K-SIGN KKP di Rote Ndao NTT, RI Bersiap Swasembada Garam Industri
11 jam yang lalu
Diserbu 3.800 Pengunjung,...
Diserbu 3.800 Pengunjung, PINDEX 2026 Disambut Antusias
11 jam yang lalu
Purbaya Desak Seluruh...
Purbaya Desak Seluruh Transaksi di Pelabuhan Pakai Rupiah: Kalau Ada Dolar, Saya Hajar!
11 jam yang lalu
Infografis
Perbandingan Gaji Tentara...
Perbandingan Gaji Tentara AS dengan Rusia, China, dan Inggris
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved