Poundsterling Pulih, Rupiah Sore Ini Hanya Naik Tipis
Selasa, 05 September 2017 - 17:10 WIB
Poundsterling Pulih, Rupiah Sore Ini Hanya Naik Tipis
A
A
A
JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada penutupan perdagangan sore hari ini ditutup menguat meski tidak terlalu tinggi. Penguatan mata uang garuda terjadi saat poundsterling mampu bergerak menguat.
Posisi rupiah menurut data Bloomberg, sore ini berada di level Rp13.338/USD atau menguat tipis dibanding penutupan sebelumnya di level Rp13.339/USD. Rupiah sendiri berada di kisaran harian Rp13.330-Rp13.342/USD.
Sementara, berdasarkan data Yahoo Finance, rupiah pada sesi penutupan perdagangan hari ini berada di posisi Rp13.337/USD atau membaik dari sebelumnya yang berada di level Rp13.341/USD. Rupiah bergerak pada kisaran level Rp13.328-Rp13.341/USD.
Data SINDOnews bersumber dari Limas, rupiah sore ini bergerak mendatar di level Rp13.335/USD atau tidak berubah dari posisi penutupan sebelumnya pada level yang sama.
Menurut data dari kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI, menunjukkan rupiah siang ini tertahan di level Rp13.336/USD. Posisi ini memperlihatkan rupiah menguat dari posisi sebelumnya Rp13.345/USD.
Seperti dilansir Reuters, Selasa (5/9/2017) perjuangan poundsterling menguat terhadap USD tepat di atas level 1,29 dengan angka yang lebih rendah dari perkiraan industri jasa dominan Inggris yang menambah data yang turun telah melihat poundsterling turun hampir 3% terhadap USD pada bulan lalu.
Survei Purchasing Managers Index (PMI) bulanan untuk sektor jasa menunjukkan pertumbuhan paling lemah dalam hampir satu tahun, karena kekhawatiran mengenai keluarnya Inggris dari Uni Eropa dan pukulan yang dapat dilakukan pada investasi dan ekonomi yang lebih luas meningkat.
Indeks turun menjadi 53,2 pada Agustus, masih di atas angka 50 yang memisahkan pertumbuhan dari kontraksi namun memperkirakan kenaikan untuk pembacaan 53,5.
Poundsterling terpukul di posisi rendah terhadap USD hari ini di posisi 1,2908, sebelum akhirnya pulih menguat untuk diperdagangkan pada level 1,2925.
Selain itu, poundsterling terhadap euro naik 0,1% pada level 91,96 pence, lebih dari satu sen dari level terendah dalam 11 bulan pekan lalu.
"Data PMI layanan telah menunjukkan bahwa ekonomi Inggris mengalami kekalahan, dan ini berarti bahwa Bank of England (Inggris) harus melanjutkan dukungannya," kata analis Think Markets Naeem Aslam, mengacu pada kebijakan moneter longgar BoE yang mencakup rekor suku bunga rendah.
BoE akan bertemu minggu depan untuk membahas kebijakan. Data layanan mengikuti angka dari sektor konstruksi pada hari sebelumnya yang menunjukkan pertumbuhan pada level terendah satu tahun.
Posisi rupiah menurut data Bloomberg, sore ini berada di level Rp13.338/USD atau menguat tipis dibanding penutupan sebelumnya di level Rp13.339/USD. Rupiah sendiri berada di kisaran harian Rp13.330-Rp13.342/USD.
Sementara, berdasarkan data Yahoo Finance, rupiah pada sesi penutupan perdagangan hari ini berada di posisi Rp13.337/USD atau membaik dari sebelumnya yang berada di level Rp13.341/USD. Rupiah bergerak pada kisaran level Rp13.328-Rp13.341/USD.
Data SINDOnews bersumber dari Limas, rupiah sore ini bergerak mendatar di level Rp13.335/USD atau tidak berubah dari posisi penutupan sebelumnya pada level yang sama.
Menurut data dari kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI, menunjukkan rupiah siang ini tertahan di level Rp13.336/USD. Posisi ini memperlihatkan rupiah menguat dari posisi sebelumnya Rp13.345/USD.
Seperti dilansir Reuters, Selasa (5/9/2017) perjuangan poundsterling menguat terhadap USD tepat di atas level 1,29 dengan angka yang lebih rendah dari perkiraan industri jasa dominan Inggris yang menambah data yang turun telah melihat poundsterling turun hampir 3% terhadap USD pada bulan lalu.
Survei Purchasing Managers Index (PMI) bulanan untuk sektor jasa menunjukkan pertumbuhan paling lemah dalam hampir satu tahun, karena kekhawatiran mengenai keluarnya Inggris dari Uni Eropa dan pukulan yang dapat dilakukan pada investasi dan ekonomi yang lebih luas meningkat.
Indeks turun menjadi 53,2 pada Agustus, masih di atas angka 50 yang memisahkan pertumbuhan dari kontraksi namun memperkirakan kenaikan untuk pembacaan 53,5.
Poundsterling terpukul di posisi rendah terhadap USD hari ini di posisi 1,2908, sebelum akhirnya pulih menguat untuk diperdagangkan pada level 1,2925.
Selain itu, poundsterling terhadap euro naik 0,1% pada level 91,96 pence, lebih dari satu sen dari level terendah dalam 11 bulan pekan lalu.
"Data PMI layanan telah menunjukkan bahwa ekonomi Inggris mengalami kekalahan, dan ini berarti bahwa Bank of England (Inggris) harus melanjutkan dukungannya," kata analis Think Markets Naeem Aslam, mengacu pada kebijakan moneter longgar BoE yang mencakup rekor suku bunga rendah.
BoE akan bertemu minggu depan untuk membahas kebijakan. Data layanan mengikuti angka dari sektor konstruksi pada hari sebelumnya yang menunjukkan pertumbuhan pada level terendah satu tahun.
(izz)