Rupiah Berhasil Libas USD Saat Euro dan Yen Menguat
Kamis, 07 September 2017 - 10:11 WIB
Rupiah Berhasil Libas USD Saat Euro dan Yen Menguat
A
A
A
JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada pembukaan perdagangan hari ini naik tipis dibanding posisi penutupan kemarin. Kondisi penguatan rupiah pagi ini terjadi saat euro berhasil menguat terhadap USD.
Data dari kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI, menunjukkan rupiah pagi ini dibuka di level Rp13.331/USD. Posisi ini memperlihatkan rupiah menguat dari posisi sebelumnya di level Rp13.337/USD.
Posisi rupiah menurut data Bloomberg, pagi ini dibuka pada level Rp13.328/USD atau menguat dibanding penutupan sebelumnya Rp13.333/USD. Pergerakan rupiah hari ini berada pada kisaran harian Rp13.325-Rp13.335/USD.
Berdasarkan data Yahoo Finance, rupiah dibuka pada level Rp13.334/USD atau naik dari posisi kemarin di level Rp13.337/USD. Pada pukul 10.00 WIB rupiah bergerak ke level Rp13.329/USD dengan dengan kisaran level Rp13.323-Rp13.336/USD.
Menurut data SINDOnews bersumber dari Limas, pada perdagangan hari ini, rupiah berada pada level Rp13.329/USD. Kondisi ini tercatat menguat dari posisi kemarin yang berada di level Rp13.330/USD.
Seperti dilansir Reuters, Kamis (7/9/2017), euro menguat terhadap USD menjelang pertemuan kebijakan Bank Sentral Eropa (ECB), sementara dolar Kanada bertahan di posisi tertinggi dalam dua tahun setelah Bank of Canada mengejutkan banyak orang dengan menaikkan suku bunga.
Euro naik tipis terhadap USD sebesar 0,1% ke level 1,1928 per USD, meskipun masih diperdagangkan di bawah level tertinggi pekan lalu di level 1,2070, tingkat tertinggi sejak Januari 2015.
Euro telah kehilangan beberapa momentum sejak mencapai puncak 2,5 tahun, terbebani kenaikan ekspektasi bahwa euro yang lebih kuat dapat memperlambat rencana Bank Sentral Eropa untuk mengendalikan stimulus pembelian obligasi.
Hanya 15 dari 66 ekonom yang disurvei Reuters mengatakan mereka memperkirakan ECB akan mengumumkan pengurangan pembelian aset bulanannya pada pertemuan kebijakan ECB hari ini, sebuah pembalikan tajam dari bulan lalu ketika sedikit dari separuh responden memperkirakan langkah tersebut.
Fokusnya adalah apakah Presiden ECB Mario Draghi mengungkapkan kekhawatiran tentang kekuatan euro baru-baru ini. "Pasar mengharapkan dia (Draghi) untuk mengatakan sesuatu tentang hal itu," kata Tareck Horchani, kepala perdagangan penjualan di Asia Pasifik untuk Saxo Markets di Singapura.
Horchani mengatakan, euro bisa naik lagi jika ECB dan Draghi tidak menyebutkan apapun tentang kekuatan euro. Jika mereka melakukannya, dan euro laku, maka kemungkinan akan menemukan support di area 1,17 sampai 1,18 dalam waktu dekat.
Dolar Kanada terakhir diperdagangkan di level 1.2238 per USD setelah kemarin mengalami kenaikan sebesar 1.2140, level tertinggi sejak Juni 2015. Kenaikan ini terjadi setelah Bank of Canada menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin menjadi 1% pada Rabu, mengejutkan banyak orang dan membiarkan pintu terbuka terhadap kenaikan suku bunga tahun ini.
Sementara, USD terhadap yen juga tercatat turun 0,2% ke level 109,07, atau bertahan di atas level terendah satu pekan di level 108,45 yen yang terjadi kemarin.
Data dari kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI, menunjukkan rupiah pagi ini dibuka di level Rp13.331/USD. Posisi ini memperlihatkan rupiah menguat dari posisi sebelumnya di level Rp13.337/USD.
Posisi rupiah menurut data Bloomberg, pagi ini dibuka pada level Rp13.328/USD atau menguat dibanding penutupan sebelumnya Rp13.333/USD. Pergerakan rupiah hari ini berada pada kisaran harian Rp13.325-Rp13.335/USD.
Berdasarkan data Yahoo Finance, rupiah dibuka pada level Rp13.334/USD atau naik dari posisi kemarin di level Rp13.337/USD. Pada pukul 10.00 WIB rupiah bergerak ke level Rp13.329/USD dengan dengan kisaran level Rp13.323-Rp13.336/USD.
Menurut data SINDOnews bersumber dari Limas, pada perdagangan hari ini, rupiah berada pada level Rp13.329/USD. Kondisi ini tercatat menguat dari posisi kemarin yang berada di level Rp13.330/USD.
Seperti dilansir Reuters, Kamis (7/9/2017), euro menguat terhadap USD menjelang pertemuan kebijakan Bank Sentral Eropa (ECB), sementara dolar Kanada bertahan di posisi tertinggi dalam dua tahun setelah Bank of Canada mengejutkan banyak orang dengan menaikkan suku bunga.
Euro naik tipis terhadap USD sebesar 0,1% ke level 1,1928 per USD, meskipun masih diperdagangkan di bawah level tertinggi pekan lalu di level 1,2070, tingkat tertinggi sejak Januari 2015.
Euro telah kehilangan beberapa momentum sejak mencapai puncak 2,5 tahun, terbebani kenaikan ekspektasi bahwa euro yang lebih kuat dapat memperlambat rencana Bank Sentral Eropa untuk mengendalikan stimulus pembelian obligasi.
Hanya 15 dari 66 ekonom yang disurvei Reuters mengatakan mereka memperkirakan ECB akan mengumumkan pengurangan pembelian aset bulanannya pada pertemuan kebijakan ECB hari ini, sebuah pembalikan tajam dari bulan lalu ketika sedikit dari separuh responden memperkirakan langkah tersebut.
Fokusnya adalah apakah Presiden ECB Mario Draghi mengungkapkan kekhawatiran tentang kekuatan euro baru-baru ini. "Pasar mengharapkan dia (Draghi) untuk mengatakan sesuatu tentang hal itu," kata Tareck Horchani, kepala perdagangan penjualan di Asia Pasifik untuk Saxo Markets di Singapura.
Horchani mengatakan, euro bisa naik lagi jika ECB dan Draghi tidak menyebutkan apapun tentang kekuatan euro. Jika mereka melakukannya, dan euro laku, maka kemungkinan akan menemukan support di area 1,17 sampai 1,18 dalam waktu dekat.
Dolar Kanada terakhir diperdagangkan di level 1.2238 per USD setelah kemarin mengalami kenaikan sebesar 1.2140, level tertinggi sejak Juni 2015. Kenaikan ini terjadi setelah Bank of Canada menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin menjadi 1% pada Rabu, mengejutkan banyak orang dan membiarkan pintu terbuka terhadap kenaikan suku bunga tahun ini.
Sementara, USD terhadap yen juga tercatat turun 0,2% ke level 109,07, atau bertahan di atas level terendah satu pekan di level 108,45 yen yang terjadi kemarin.
(izz)