Rupiah Sore Ini Menguat Tajam Nyaris Tinggalkan Rp13.300/USD
Kamis, 07 September 2017 - 17:05 WIB
Rupiah Sore Ini Menguat Tajam Nyaris Tinggalkan Rp13.300/USD
A
A
A
JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada penutupan perdagangan sore hari ini menguat tajam, bahkan nyaris meninggalkan level Rp13.300/USD. Penguatan mata uang garuda terjadi saat poundsterling terlihat loyo terhadap USD dan euro.
Sementara, berdasarkan data Yahoo Finance, rupiah pada sesi penutupan perdagangan hari ini menguat tajam di level Rp13.305/USD dari posisi kemarin yang berada di level Rp13.337/USD. Rupiah bergerak pada kisaran level Rp13.302-Rp13.336/USD.
Posisi rupiah menurut data Bloomberg, sore ini berada di level Rp13.307/USD juga menguat tajam dibanding penutupan sebelumnya di level Rp13.333/USD. Rupiah sendiri berada pada kisaran harian Rp13.305-Rp13.335/USD.
Data SINDOnews bersumber dari Limas, rupiah sore ini bergerak di level Rp13.325/USD atau masih tercatat lebih baik dari posisi kemarin yang berada di level Rp13.330/USD.
Menurut data dari kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI, menunjukkan rupiah tertahan di level Rp13.331/USD. Posisi ini memperlihatkan rupiah menguat dari posisi sebelumnya di level Rp13.337/USD.
Seperti dilansir Reuters, Kamis (7/9/2017), poundsterling sore ini melemah di tengah meningkatnya resistensi terhadap pemulihan lebih lanjut terhadap USD pada satu hari yang ditetapkan untuk didominasi oleh peristiwa di Eropa dan Amerika Serikat.
Poundsterling merosot sekitar 0,1% terhadap euro dan USD dibandingkan penutupan New York pada Rabu di awal perdagangan di London, membuatnya hanya sedikit di atas level terendah dalam 11 bulan terhadap mata uang tunggal sepekan lalu.
Pelaku pasar mengatakan, ada kenaikan tawaran untuk menjual poundsterling sekitar USD1,31-USD1,32 yang kemungkinan akan menutup kenaikan lebih lanjut.
"Kami telah mencapai titik di mana ada permintaan dua arah yang kuat di tingkat Cable, yang akhirnya membuat pasangan utama mengalami banyak kenaikan," ujar analis dari LMAX Exchange.
"Pound telah didukung oleh kelemahan USD berbasis luas pada 2017. Di sisi lain, data Inggris juga telah mengalami kemajuan dan di front Brexit, telah terjadi ketegangan antara pejabat EU dan Inggris," imbuhnya.
Sementara, berdasarkan data Yahoo Finance, rupiah pada sesi penutupan perdagangan hari ini menguat tajam di level Rp13.305/USD dari posisi kemarin yang berada di level Rp13.337/USD. Rupiah bergerak pada kisaran level Rp13.302-Rp13.336/USD.
Posisi rupiah menurut data Bloomberg, sore ini berada di level Rp13.307/USD juga menguat tajam dibanding penutupan sebelumnya di level Rp13.333/USD. Rupiah sendiri berada pada kisaran harian Rp13.305-Rp13.335/USD.
Data SINDOnews bersumber dari Limas, rupiah sore ini bergerak di level Rp13.325/USD atau masih tercatat lebih baik dari posisi kemarin yang berada di level Rp13.330/USD.
Menurut data dari kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI, menunjukkan rupiah tertahan di level Rp13.331/USD. Posisi ini memperlihatkan rupiah menguat dari posisi sebelumnya di level Rp13.337/USD.
Seperti dilansir Reuters, Kamis (7/9/2017), poundsterling sore ini melemah di tengah meningkatnya resistensi terhadap pemulihan lebih lanjut terhadap USD pada satu hari yang ditetapkan untuk didominasi oleh peristiwa di Eropa dan Amerika Serikat.
Poundsterling merosot sekitar 0,1% terhadap euro dan USD dibandingkan penutupan New York pada Rabu di awal perdagangan di London, membuatnya hanya sedikit di atas level terendah dalam 11 bulan terhadap mata uang tunggal sepekan lalu.
Pelaku pasar mengatakan, ada kenaikan tawaran untuk menjual poundsterling sekitar USD1,31-USD1,32 yang kemungkinan akan menutup kenaikan lebih lanjut.
"Kami telah mencapai titik di mana ada permintaan dua arah yang kuat di tingkat Cable, yang akhirnya membuat pasangan utama mengalami banyak kenaikan," ujar analis dari LMAX Exchange.
"Pound telah didukung oleh kelemahan USD berbasis luas pada 2017. Di sisi lain, data Inggris juga telah mengalami kemajuan dan di front Brexit, telah terjadi ketegangan antara pejabat EU dan Inggris," imbuhnya.
(izz)