IHSG Akhir Pekan Dibuka Lesu Ikuti Bursa Saham Asia
Jum'at, 08 September 2017 - 09:12 WIB
IHSG Akhir Pekan Dibuka Lesu Ikuti Bursa Saham Asia
A
A
A
JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ini dibuka melemah, meski tidak terlalu mendalam usai kemarin ditutup menguat. IHSG pagi ini dibuka turun 6,30 poin setara 0,11% ke level 5,826,01 saat bursa Asia dibuka loyo.
Sementara pada perdagangan kemarin, bursa saham Tanah Air ditutup ditutup naik 8,17 poin setara 0,14% ke level 5.832,31.
Meski bursa saham dalam negeri mayoritas melemah, namun sektor saham mayoritas menguat dengan sektor aneka industri naik tertinggi sebesar 0,55% dan sektor yang melemah terdalam adalah keuangan yang melemah 0,57%.
Adapun nilai transaksi pada bursa Indonesia tercatat sebesar Rp18 miliar dengan 3 juta saham diperdagangkan pada sesi pagi dan transaksi bersih asing minus Rp4,79 miliar dengan aksi jual asing sebesar Rp15,60 miliar dan aksi beli asing mencapai Rp10,80 miliar. Tercatat 35 saham naik, 13 saham turun dan 9 saham stagnan.
Beberapa saham yang menguat di antaranya PT Bukit Asam Tbk (PTBA) naik Rp200 menjadi Rp12.300, PT Astra Agri Lestari Tbk (AALI) naik Rp75 menjadi Rp14.800, dan PT Astra International Tbk (ASII) naik Rp50 menjadi Rp7.700.
Sementara, beberapa saham yang melemah di antaranya PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) turun Rp225 menjadi Rp18.725, PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) turun Rp150 menjadi Rp7.150, dan PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) turun Rp150 menjadi Rp14.850.
Seperti dilansir CNBC, Jumat (8/9/2017), bursa saham Asia tergelincir karena sedang mencari arah setelah euro melonjak menyusul Bank Sentral Eropa (ECB) yang menguat.
Di Jepang, Indeks Nikkei 225 melemah 0,43% pada awal perdagangan. Data produk domestik bruto (PDB) pada kuartal kedua yang dirilis pada awal pagi ini di level 2,5%, di bawah target awal 4,0%.
Di Korea Selatan, Indeks Kospi turun tipis 0,15% dan di Australia, Indeks S&P/ASX 200 turun 0,09% dengan sektor utilitas naik 0,98%. Namun, sektor telekomunikasi dan energi diperdagangkan melemah.
Sementara pada perdagangan kemarin, bursa saham Tanah Air ditutup ditutup naik 8,17 poin setara 0,14% ke level 5.832,31.
Meski bursa saham dalam negeri mayoritas melemah, namun sektor saham mayoritas menguat dengan sektor aneka industri naik tertinggi sebesar 0,55% dan sektor yang melemah terdalam adalah keuangan yang melemah 0,57%.
Adapun nilai transaksi pada bursa Indonesia tercatat sebesar Rp18 miliar dengan 3 juta saham diperdagangkan pada sesi pagi dan transaksi bersih asing minus Rp4,79 miliar dengan aksi jual asing sebesar Rp15,60 miliar dan aksi beli asing mencapai Rp10,80 miliar. Tercatat 35 saham naik, 13 saham turun dan 9 saham stagnan.
Beberapa saham yang menguat di antaranya PT Bukit Asam Tbk (PTBA) naik Rp200 menjadi Rp12.300, PT Astra Agri Lestari Tbk (AALI) naik Rp75 menjadi Rp14.800, dan PT Astra International Tbk (ASII) naik Rp50 menjadi Rp7.700.
Sementara, beberapa saham yang melemah di antaranya PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) turun Rp225 menjadi Rp18.725, PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) turun Rp150 menjadi Rp7.150, dan PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) turun Rp150 menjadi Rp14.850.
Seperti dilansir CNBC, Jumat (8/9/2017), bursa saham Asia tergelincir karena sedang mencari arah setelah euro melonjak menyusul Bank Sentral Eropa (ECB) yang menguat.
Di Jepang, Indeks Nikkei 225 melemah 0,43% pada awal perdagangan. Data produk domestik bruto (PDB) pada kuartal kedua yang dirilis pada awal pagi ini di level 2,5%, di bawah target awal 4,0%.
Di Korea Selatan, Indeks Kospi turun tipis 0,15% dan di Australia, Indeks S&P/ASX 200 turun 0,09% dengan sektor utilitas naik 0,98%. Namun, sektor telekomunikasi dan energi diperdagangkan melemah.
(izz)
Lihat Juga :