Rupiah Dibuka Meroket Sukses Tinggalkan Level Rp13.300/USD
Jum'at, 08 September 2017 - 10:08 WIB
Rupiah Dibuka Meroket Sukses Tinggalkan Level Rp13.300/USD
A
A
A
JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada pembukaan perdagangan hari ini naik tinggi dibanding posisi penutupan kemarin, bahkan meninggalkan level Rp13.300/USD. Kondisi penguatan rupiah pagi ini terjadi saat euro juga berhasil mengalahkan USD.
Data dari kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI, menunjukkan rupiah pagi ini dibuka di level Rp13.284/USD. Posisi ini memperlihatkan rupiah menguat dari posisi sebelumnya di level Rp13.331/USD.
Posisi rupiah menurut data Bloomberg, pagi ini dibuka pada level Rp13.293/USD atau menguat dibanding penutupan sebelumnya Rp13.307/USD. Bahkan, pada pukul 10.03 WIB bergerak menguat tajam ke level Rp13.214/USD. Pergerakan rupiah hari ini berada pada kisaran harian Rp13.199-Rp13.297/USD.
Berdasarkan data Yahoo Finance, rupiah dibuka pada level Rp13.303/USD atau naik dari posisi kemarin di level Rp13.305/USD. Namun, pada pukul 10.04 WIB rupiah bergerak ke level Rp13.208/USD dengan kisaran level Rp13.208-Rp13.305/USD.
Menurut data SINDOnews bersumber dari Limas, pada perdagangan hari ini, rupiah berada pada level Rp13.281/USD. Kondisi ini tercatat menguat dari posisi kemarin yang berada di level Rp13.325/USD.
Seperti dilansir Reuters, Jumat (8/9/2017), euro menguat meski masih berada di bawah level tertingginya dalam 2,5 tahun terhadap USD, karena pertemuan yang digelar Bank Sentral Eropa tidak banyak membantu mata uang AS.
ECB menegaskan kembali sikap kebijakan ultra-mudahnya kemarin dengan mempertahankan suku bunga pada rekor terendah, bahkan membiarkan pintu terbuka untuk meningkatkan pembelian obligasi jika diperlukan, meskipun ekonomi zona euro terbaik sejak krisis keuangan global.
Ketika ditanya kapan bank sentral akan memutuskan kebijakan potensial yang meruncing, Presiden ECB Mario Draghi mengatakan, sebagian besar keputusan ini mungkin akan diambil pada Oktober, cukup untuk memberikan optimisme bullish terhadap prospek jangka pendek untuk mata uang tunggal tersebut.
Tapi Draghi juga mengatakan bahwa ECB harus memperhitungkan pelemahan inflasi karena euro yang kuat, dengan bank sentral telah memilih untuk menurunkan beberapa proyeksi inflasi untuk
Euro naik 0,05% terhadap USD ke level 1,2027. Mata uang bersama telah meningkat sekitar 0,8% semalam, mendorong mendekati puncak tertingginya dalam 2,5 tahun di posisi 1,2070.
Kenaikan euro terhadap yen lebih rendah. Itu turun di bawah 130.360 setelah mengalami kenaikan 0,%$ semalam. USD terhadap yen sedikit berubah ke level 108,380 setelah turun 0,7% semalam ketika sempat menyentuh level terendahnya dalam 10 bulan di posisi 108.050.
Indeks USD terhadap enam mata uang utama stabil di posisi 91.480. Ini turun menjadi 91.405 hari sebelumnya, terendah sejak Januari 2015 dan berada di jalur untuk kerugian mingguan sebesar 1,4%.
USD merasa tertekan karena imbal hasil Treasury yang berjangka panjang turun ke posisi terendah 10 bulan karena data klaim pengangguran AS dan kekhawatiran tentang dampak badai Irma dan Harvey mengenai ekonomi terbesar di dunia memicu permintaan safe haven untuk utang pemerintah.
Dolar Australia trehadap USD juga naik 0,1% ke level 0,8055 setelah menetapkan level tertinggi lima pekan di posisi 0,8060. Sementara, dolar Selandia Baru terhadap USD juga tercatat naik 0,2% ke level 0,7249.
Data dari kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI, menunjukkan rupiah pagi ini dibuka di level Rp13.284/USD. Posisi ini memperlihatkan rupiah menguat dari posisi sebelumnya di level Rp13.331/USD.
Posisi rupiah menurut data Bloomberg, pagi ini dibuka pada level Rp13.293/USD atau menguat dibanding penutupan sebelumnya Rp13.307/USD. Bahkan, pada pukul 10.03 WIB bergerak menguat tajam ke level Rp13.214/USD. Pergerakan rupiah hari ini berada pada kisaran harian Rp13.199-Rp13.297/USD.
Berdasarkan data Yahoo Finance, rupiah dibuka pada level Rp13.303/USD atau naik dari posisi kemarin di level Rp13.305/USD. Namun, pada pukul 10.04 WIB rupiah bergerak ke level Rp13.208/USD dengan kisaran level Rp13.208-Rp13.305/USD.
Menurut data SINDOnews bersumber dari Limas, pada perdagangan hari ini, rupiah berada pada level Rp13.281/USD. Kondisi ini tercatat menguat dari posisi kemarin yang berada di level Rp13.325/USD.
Seperti dilansir Reuters, Jumat (8/9/2017), euro menguat meski masih berada di bawah level tertingginya dalam 2,5 tahun terhadap USD, karena pertemuan yang digelar Bank Sentral Eropa tidak banyak membantu mata uang AS.
ECB menegaskan kembali sikap kebijakan ultra-mudahnya kemarin dengan mempertahankan suku bunga pada rekor terendah, bahkan membiarkan pintu terbuka untuk meningkatkan pembelian obligasi jika diperlukan, meskipun ekonomi zona euro terbaik sejak krisis keuangan global.
Ketika ditanya kapan bank sentral akan memutuskan kebijakan potensial yang meruncing, Presiden ECB Mario Draghi mengatakan, sebagian besar keputusan ini mungkin akan diambil pada Oktober, cukup untuk memberikan optimisme bullish terhadap prospek jangka pendek untuk mata uang tunggal tersebut.
Tapi Draghi juga mengatakan bahwa ECB harus memperhitungkan pelemahan inflasi karena euro yang kuat, dengan bank sentral telah memilih untuk menurunkan beberapa proyeksi inflasi untuk
Euro naik 0,05% terhadap USD ke level 1,2027. Mata uang bersama telah meningkat sekitar 0,8% semalam, mendorong mendekati puncak tertingginya dalam 2,5 tahun di posisi 1,2070.
Kenaikan euro terhadap yen lebih rendah. Itu turun di bawah 130.360 setelah mengalami kenaikan 0,%$ semalam. USD terhadap yen sedikit berubah ke level 108,380 setelah turun 0,7% semalam ketika sempat menyentuh level terendahnya dalam 10 bulan di posisi 108.050.
Indeks USD terhadap enam mata uang utama stabil di posisi 91.480. Ini turun menjadi 91.405 hari sebelumnya, terendah sejak Januari 2015 dan berada di jalur untuk kerugian mingguan sebesar 1,4%.
USD merasa tertekan karena imbal hasil Treasury yang berjangka panjang turun ke posisi terendah 10 bulan karena data klaim pengangguran AS dan kekhawatiran tentang dampak badai Irma dan Harvey mengenai ekonomi terbesar di dunia memicu permintaan safe haven untuk utang pemerintah.
Dolar Australia trehadap USD juga naik 0,1% ke level 0,8055 setelah menetapkan level tertinggi lima pekan di posisi 0,8060. Sementara, dolar Selandia Baru terhadap USD juga tercatat naik 0,2% ke level 0,7249.
(izz)