IHSG Ditutup Menguat Saat Bursa Asia Berakhir Menghijau
Senin, 11 September 2017 - 16:37 WIB
IHSG Ditutup Menguat Saat Bursa Asia Berakhir Menghijau
A
A
A
JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan awal pekan ini berakhir menguat sebesar 14,76 poin setara 0,25% ke level 5.871,88 di tengah menguatnya bursa saham Asia.
IHSG siang tadi tercatat semakin menguat sebesar 17,63 poin setara 0,30% ke level 5.874,75 setelah pada pembukaan tadi pagi juga berada di zona hijau dengan menguat 7,53 poin atau naik 0,13% ke level 5.864,65. Akhir pekan kemarin, IHSG ditutup menguat sebesar 24,81 poin setara 0,43% ke level 5.857,21.
Sektor saham dalam negeri sore ini mayoritas perkasa dengan sektor properti menguat tertinggi sebesar 1,41% dan sektor yang melemah terdalam yakni perdagangan yang melemah 0,17%.
Adapun nilai transaksi pada bursa Indonesia sore ini tercatat sebesar Rp5,36 triliun dengan 6,73 miliar saham diperdagangkan dan transaksi bersih asing minus Rp615,66 miliar dengan aksi jual asing sebesar Rp1,97 triliun dan aksi beli asing mencapai Rp1,36 triliun. Tercatat sebesar 207 saham menguat, 140 saham melemah dan 120 saham stagnan.
Beberapa saham yang menguat di antaranya PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) naik Rp400 menjadi Rp14.000, PT Inti Bangun Sejahtera Tbk (IBST) naik Rp275 menjadi Rp5.350, dan PT Astra International Tbk (ASII) juga tercatat naik Rp75 menjadi Rp7.900,
Sementara, beberapa saham yang melemah di antaranya PT Gudang Garam Tbk (GGRM) turun Rp125 menjadi Rp66.125, PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) melemah Rp95 menjadi Rp1.685, dan PT Barito Pacific Tbk (BRPT) turun Rp60 menjadi Rp1.200.
Seperti dilansir CNBC, Senin (11/9/2017), bursa saham Asia ditutup menguat pada perdagangan hari ini karena memudarnya risk aversion terpengaruh dolar Amerika Serikat (USD) yang kembali melemah. Pasar juga mencerna berita utama mengenai perkembangan dari Bank Rakyat China dan Bank Sentral Eropa yang diumumkan pada akhir pekan.
Di Jepang, Indeks Nikkei 225 menguat 1,41% atau 270,95 poin ke level 19.545,77. Di Korea Selatan, Indeks Kospi tertekan 0,66% ke level 2.359,08 karena ketegangan geopolitik mereda di semenanjung Korea selama akhir pekan.
Kenaikan tersebut terjadi setelah tidak ada peluncuran rudal Korea Utara pada 9 September, ulang tahun berdirinya negara tersebut. Sebelumnya, ada spekulasi menjelang akhir pekan bahwa Korea Utara bisa melakukan uji coba rudal berikutnya untuk merayakan kejadian tersebut.
Di Austrlai, Indeks S&P/ASX 200 naik 0,71% atau 40,483 poin ke level 5.713,1, dengan kenaikan sektor teknologi informasi dan sektor keuangan yang bertambah 1,55% pada akhir sesi.
Sementara, pasar saham China juga tercatat menguat dengan Shanghai Composite naik 0,37% menjadi 3.377,67 dan Shenzhen Composite naik 0,803% untuk mengakhiri sesi di level 1.991,73.
IHSG siang tadi tercatat semakin menguat sebesar 17,63 poin setara 0,30% ke level 5.874,75 setelah pada pembukaan tadi pagi juga berada di zona hijau dengan menguat 7,53 poin atau naik 0,13% ke level 5.864,65. Akhir pekan kemarin, IHSG ditutup menguat sebesar 24,81 poin setara 0,43% ke level 5.857,21.
Sektor saham dalam negeri sore ini mayoritas perkasa dengan sektor properti menguat tertinggi sebesar 1,41% dan sektor yang melemah terdalam yakni perdagangan yang melemah 0,17%.
Adapun nilai transaksi pada bursa Indonesia sore ini tercatat sebesar Rp5,36 triliun dengan 6,73 miliar saham diperdagangkan dan transaksi bersih asing minus Rp615,66 miliar dengan aksi jual asing sebesar Rp1,97 triliun dan aksi beli asing mencapai Rp1,36 triliun. Tercatat sebesar 207 saham menguat, 140 saham melemah dan 120 saham stagnan.
Beberapa saham yang menguat di antaranya PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) naik Rp400 menjadi Rp14.000, PT Inti Bangun Sejahtera Tbk (IBST) naik Rp275 menjadi Rp5.350, dan PT Astra International Tbk (ASII) juga tercatat naik Rp75 menjadi Rp7.900,
Sementara, beberapa saham yang melemah di antaranya PT Gudang Garam Tbk (GGRM) turun Rp125 menjadi Rp66.125, PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) melemah Rp95 menjadi Rp1.685, dan PT Barito Pacific Tbk (BRPT) turun Rp60 menjadi Rp1.200.
Seperti dilansir CNBC, Senin (11/9/2017), bursa saham Asia ditutup menguat pada perdagangan hari ini karena memudarnya risk aversion terpengaruh dolar Amerika Serikat (USD) yang kembali melemah. Pasar juga mencerna berita utama mengenai perkembangan dari Bank Rakyat China dan Bank Sentral Eropa yang diumumkan pada akhir pekan.
Di Jepang, Indeks Nikkei 225 menguat 1,41% atau 270,95 poin ke level 19.545,77. Di Korea Selatan, Indeks Kospi tertekan 0,66% ke level 2.359,08 karena ketegangan geopolitik mereda di semenanjung Korea selama akhir pekan.
Kenaikan tersebut terjadi setelah tidak ada peluncuran rudal Korea Utara pada 9 September, ulang tahun berdirinya negara tersebut. Sebelumnya, ada spekulasi menjelang akhir pekan bahwa Korea Utara bisa melakukan uji coba rudal berikutnya untuk merayakan kejadian tersebut.
Di Austrlai, Indeks S&P/ASX 200 naik 0,71% atau 40,483 poin ke level 5.713,1, dengan kenaikan sektor teknologi informasi dan sektor keuangan yang bertambah 1,55% pada akhir sesi.
Sementara, pasar saham China juga tercatat menguat dengan Shanghai Composite naik 0,37% menjadi 3.377,67 dan Shenzhen Composite naik 0,803% untuk mengakhiri sesi di level 1.991,73.
(izz)
Lihat Juga :