Rupiah Tersungkur, IHSG Siang Ini Hanya Menguat Tipis
Selasa, 12 September 2017 - 12:43 WIB
Rupiah Tersungkur, IHSG Siang Ini Hanya Menguat Tipis
A
A
A
JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada perdagangan siang hari ini berbalik terseungkur alias melemah dibanding posisi penutupan kemarin. Kondisi ini di tengah masih bertahannya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di zona hijau.
Data Yahoo Finance menunjukkan rupiah pada perdagangan sesi I berada di level Rp13.203/USD atau jauh memburuk dari penutupan kemarin di level Rp13.147/USD dengan kisaran level Rp13.156-Rp13.222/USD.
Posisi rupiah berdasarkan data Bloomberg, siang ini berada pada level Rp13.213/USD atau tersungkur dari penutupan sebelumnya yang berada di posisi Rp13.156/USD. Siang ini tercatat rupiah bergerak pada kisaran harian Rp13.176-Rp13.225/USD.
Sementara, data SINDOnews bersumber dari Limas menunjukkan, rupiah siang ini juga semakin bergerak melemah ke level Rp13.196/USD dibandingkan penutupan sebelumnya di level Rp13.185/USD.
Menurut data dari kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI, menunjukkan rupiah siang ini tertahan di level Rp13.186/USD. Posisi ini memperlihatkan rupiah melemah cukup dalam dari posisi sebelumnya di level Rp13.154/USD.
Di sisi lain, IHSG siang ini tercatat masih bertahan di zona, namun kekuatannya berkurang atau hanya menguat 0,94 poin setara 0,02% ke level 5.872,82 setelah tadi pagi naik 5,36 poin setara 0,09% ke level 5.877,24. Kemarin, IHSG ditutup menguat sebesar 14,76 poin setara 0,25% ke level 5.871,88.
Sektor saham dalam negeri hingga siang ini variatif dengan sektor properti melemah terdalam sebesar 1,26% dan sektor yang menguat tertinggi yakni konsumer yang nai 0,46%.
Adapun nilai transaksi pada bursa Indonesia tercatat sebesar Rp3,24 miliar dengan 3,93 juta saham diperdagangkan siang ini dan transaksi bersih asing minus Rp235,30 miliar dengan aksi jual asing sebesar Rp1,01 triliun dan aksi beli asing mencapai Rp778,90 miliar. Tercatat 130 saham naik, 171 saham turun dan 129 saham stagnan.
Beberapa saham yang menguat di antaranya PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA), PT Mark Dynamics Indonesia Tbk (MARK), dan PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk (BJBR). Sementara, beberapa saham yang melemah di antaranya PT Gudang Garam Tbk (GGRM), PT Pelat Timah Nusantara Tbk (NIKL), dan PT Asuransi Multi Artha Guna Tbk (AMAG).
Data Yahoo Finance menunjukkan rupiah pada perdagangan sesi I berada di level Rp13.203/USD atau jauh memburuk dari penutupan kemarin di level Rp13.147/USD dengan kisaran level Rp13.156-Rp13.222/USD.
Posisi rupiah berdasarkan data Bloomberg, siang ini berada pada level Rp13.213/USD atau tersungkur dari penutupan sebelumnya yang berada di posisi Rp13.156/USD. Siang ini tercatat rupiah bergerak pada kisaran harian Rp13.176-Rp13.225/USD.
Sementara, data SINDOnews bersumber dari Limas menunjukkan, rupiah siang ini juga semakin bergerak melemah ke level Rp13.196/USD dibandingkan penutupan sebelumnya di level Rp13.185/USD.
Menurut data dari kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI, menunjukkan rupiah siang ini tertahan di level Rp13.186/USD. Posisi ini memperlihatkan rupiah melemah cukup dalam dari posisi sebelumnya di level Rp13.154/USD.
Di sisi lain, IHSG siang ini tercatat masih bertahan di zona, namun kekuatannya berkurang atau hanya menguat 0,94 poin setara 0,02% ke level 5.872,82 setelah tadi pagi naik 5,36 poin setara 0,09% ke level 5.877,24. Kemarin, IHSG ditutup menguat sebesar 14,76 poin setara 0,25% ke level 5.871,88.
Sektor saham dalam negeri hingga siang ini variatif dengan sektor properti melemah terdalam sebesar 1,26% dan sektor yang menguat tertinggi yakni konsumer yang nai 0,46%.
Adapun nilai transaksi pada bursa Indonesia tercatat sebesar Rp3,24 miliar dengan 3,93 juta saham diperdagangkan siang ini dan transaksi bersih asing minus Rp235,30 miliar dengan aksi jual asing sebesar Rp1,01 triliun dan aksi beli asing mencapai Rp778,90 miliar. Tercatat 130 saham naik, 171 saham turun dan 129 saham stagnan.
Beberapa saham yang menguat di antaranya PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA), PT Mark Dynamics Indonesia Tbk (MARK), dan PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk (BJBR). Sementara, beberapa saham yang melemah di antaranya PT Gudang Garam Tbk (GGRM), PT Pelat Timah Nusantara Tbk (NIKL), dan PT Asuransi Multi Artha Guna Tbk (AMAG).
(izz)