Bursa Asia Mixed, IHSG Hari Ini Dibuka di Zona Hijau
Kamis, 14 September 2017 - 09:14 WIB
Bursa Asia Mixed, IHSG Hari Ini Dibuka di Zona Hijau
A
A
A
JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ini dibuka berhasil di zona aman alias menguat setelah kemarin ditutup memerah. IHSG pagi ini dibuka menguat 7,19 poin setara 0,12% ke level 5.852,92 saat bursa saham Asia mixed.
Sementara pada perdagangan kemarin, bursa saham Tanah Air berakhir terjungkal hingga 26,64 poin atau setara dengan 0,45% ke level 5.845,73.
Sektor saham dalam negeri mayoritas berada di area positif dengan sektor pertambangan naik tertinggi sebesar 1,07% dan sektor yang melemah terdalam adalah aneka industri turun 0,24%.
Adapun nilai transaksi pada bursa Indonesia tercatat sebesar Rp1,13 miliar dengan 870 juta saham diperdagangkan pada sesi pagi dan transaksi bersih asing minus Rp48,02 miliar dengan aksi jual asing sebesar Rp482,70 miliar dan aksi beli asing mencapai Rp530,72 miliar. Tercatat 105 saham naik, 174 saham turun dan 80 saham stagnan.
Beberapa saham yang menguat di antaranya PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) naik Rp150 menjadi Rp19.500, PT Matahari Department Store Tbk (LPPF) naik Rp100 menjadi Rp9.600, dan PT Gudang Garam Tbk (GGRM) menguat Rp25 menjadi Rp65.600.
Sementara, beberapa saham yang melemah di antaranya PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) turun Rp200 menjadi Rp51.200, PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) turun Rp50 menjadi Rp8.525, dan PT Semen Baturaja Tbk (SMBR) melemah Rp50 menjadi Rp2.830.
Seperti dilansir CNBC, Rabu (13/9/2017) Indeks utama di bursa saham Asia mixed menjelang rilis rentetan data China yang akan dirilis di kemudian hari. Pasar juga mencerna kenaikan hasil Treasury AS semalam setelah berita utama reformasi pajak keluar dari Washington, meski kenaikan USD turun.
Di Jepang, Indeks Nikkei 225 turun tipis 0,07% pada awal perdagangan setelah tiga hari berturut-turut menguat. Di Korea Selatan, Indeks Kospi naik 0,24% dengan perusahaan teknologi mendorong kenaikan, saham minyak dan broker juga membuat kenaikan.
Di Australia, Indeks S&P/ASX 200 malah tergelincir hingga 0,25% dengan sektor material mengalami pelemahan sebesar 1,1% dan menjadi kerugian utama bagi bursa saham Australia.
Sementara pada perdagangan kemarin, bursa saham Tanah Air berakhir terjungkal hingga 26,64 poin atau setara dengan 0,45% ke level 5.845,73.
Sektor saham dalam negeri mayoritas berada di area positif dengan sektor pertambangan naik tertinggi sebesar 1,07% dan sektor yang melemah terdalam adalah aneka industri turun 0,24%.
Adapun nilai transaksi pada bursa Indonesia tercatat sebesar Rp1,13 miliar dengan 870 juta saham diperdagangkan pada sesi pagi dan transaksi bersih asing minus Rp48,02 miliar dengan aksi jual asing sebesar Rp482,70 miliar dan aksi beli asing mencapai Rp530,72 miliar. Tercatat 105 saham naik, 174 saham turun dan 80 saham stagnan.
Beberapa saham yang menguat di antaranya PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) naik Rp150 menjadi Rp19.500, PT Matahari Department Store Tbk (LPPF) naik Rp100 menjadi Rp9.600, dan PT Gudang Garam Tbk (GGRM) menguat Rp25 menjadi Rp65.600.
Sementara, beberapa saham yang melemah di antaranya PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) turun Rp200 menjadi Rp51.200, PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) turun Rp50 menjadi Rp8.525, dan PT Semen Baturaja Tbk (SMBR) melemah Rp50 menjadi Rp2.830.
Seperti dilansir CNBC, Rabu (13/9/2017) Indeks utama di bursa saham Asia mixed menjelang rilis rentetan data China yang akan dirilis di kemudian hari. Pasar juga mencerna kenaikan hasil Treasury AS semalam setelah berita utama reformasi pajak keluar dari Washington, meski kenaikan USD turun.
Di Jepang, Indeks Nikkei 225 turun tipis 0,07% pada awal perdagangan setelah tiga hari berturut-turut menguat. Di Korea Selatan, Indeks Kospi naik 0,24% dengan perusahaan teknologi mendorong kenaikan, saham minyak dan broker juga membuat kenaikan.
Di Australia, Indeks S&P/ASX 200 malah tergelincir hingga 0,25% dengan sektor material mengalami pelemahan sebesar 1,1% dan menjadi kerugian utama bagi bursa saham Australia.
(izz)
Lihat Juga :