BUMN Jamin Semen Indonesia Komitmen Jaga Lingkungan

Kamis, 14 September 2017 - 15:42 WIB
BUMN Jamin Semen Indonesia...
BUMN Jamin Semen Indonesia Komitmen Jaga Lingkungan
A A A
JAKARTA - Pemerintah melalui perwakilan Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) menemui para pengunjuk rasa yang menolak pabrik PT Semen Indonesia di Rembang (Semen Rembang), Jawa Tengah. Para pengunjuk rasa tersebut diketahui telah berada di depan Istana Negara sejak tanggal 4 September, lalu.

Asisten Deputi Pertambangan, Industri Strategis dan Media Kementerian BUMN Bagya Mulyanta tampak hadir dan menemui para pengunjuk rasa penolak Semen Rembang, Kamis (14/9/2017). Kehadiran Bagya di tengah-tengah pengunjuk rasa juga diapresiasi oleh kelompok massa.

Lewat keterangan resminya, Bagya mengutarakan terkait polemik Semen Rembang, Pemerintah Indonesia sebenarnya ingin memberikan solusi terbaik kepada semua pihak, termasuk kelompok pengunjuk rasa. "Sehingga tak ada yang merasa dirugikan dalam industri negara berlangsung. Pemerintah sama-sama bertujuan ingin membantu dan mensejahterakan seluruh masyarakat," ungkapnya.

Sambung Ia mengungkapkan, Semen Rembang sebagai industri milik BUMN dipastikan segala aktivitas operasional maupun kinerjanya bertujuan guna kemajuan serta kemakmuran Indonesia. "BUMN bekerja untuk Indonesia dan perhatian terhadap berbagai permasalahan bangsa Indonesia. BUMN hadir untuk negeri," tutur dia.

Ia juga menyampaikan kepada massa pengunjuk rasa bahwa selama ini PT Semen Indonesia (Persero) Tbk dengan kepemilikan masing-masing anak industri usahanya telah membuktikan sebagai perusahaan pelat merah yang ramah lingkungan dan merawat masa depan alam.

Diketahui, sejak dua pekan terakhir terjadi penolakan dari beberapa pihak dengan mendirikan tenda di seberang Istana Negara. Mereka menyatakan bahwa Semen Rembang telah melanggar perjanjian KLHS Kendeng yang melarang dilakukannya penambangan.

Tudingan itu dibantah Sekretaris Perusahaan PT Semen Indonesia (Persero) Tbk Agung Wiharto yang mengatakan selama ini tidak ada perjanjian apapun antara KLHS Kendeng dan pihaknya. Namun yang ada hanya saran dan usulan. Agung juga mengungkapkan, sampai kini Semen Rembang tetap mematuhi rekomendasi KLHS Kendeng dengan tidak menambang di CAT Watuputih.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Dihadiri Direksi SIG,...
Dihadiri Direksi SIG, Tudang Sipulung PT Semen Tonasa Berlangsung Semarak
Pendapatan Tergerus,...
Pendapatan Tergerus, Laba Semen Indonesia Naik Tipis jadi Rp450 M
Ini Inovasi Mitra Binaan...
Ini Inovasi Mitra Binaan SIG Guna Bertahan di Tengah Pandemi COVID-19
SIG Kenalkan Metode...
SIG Kenalkan Metode Pengelolaan Lingkungan Berkelanjutan di Jatim Environment Exhibition & Forum 2022
Mampu Tumbuh saat Pandemi,...
Mampu Tumbuh saat Pandemi, Bos SIG Diganjar Penghargaan Best CEO
Januari-September 2020,...
Januari-September 2020, SIG Bukukan Laba Bersih Rp1,54 Triliun
Berita Terkini
Lanjutkan Tren Swasembada...
Lanjutkan Tren Swasembada Pangan RI, Mentan: Sudah 8 Komoditas, Tinggal Tiga Belum
9 menit yang lalu
Sektor Industri Bermasalah,...
Sektor Industri Bermasalah, RI Rawan Disalip Vietnam Jadi Negara Berpenghasilan Tinggi
2 jam yang lalu
Pakar Ungkap Kalkulasi...
Pakar Ungkap Kalkulasi Soal Alasan Harga Pertamax Belum Turun
4 jam yang lalu
Peneliti: Manfaat Ekonomi...
Peneliti: Manfaat Ekonomi Digital Lebih Banyak Dinikmati sebagai Konsumsi
6 jam yang lalu
Dulu Rakyatnya Ngungsi...
Dulu Rakyatnya Ngungsi ke RI, Kini Vietnam Naik Kelas Lampaui Indonesia
7 jam yang lalu
Tarif Listrik Tidak...
Tarif Listrik Tidak Naik hingga September 2026, Dirut PLN Bicara soal Pasokan
9 jam yang lalu
Infografis
Daftar Juara Liga Indonesia...
Daftar Juara Liga Indonesia dari Masa ke Masa: Persib Ukir Sejarah
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved