IHSG Ditutup Menguat Tipis, Bursa Asia Mayoritas Loyo
Kamis, 14 September 2017 - 16:40 WIB
IHSG Ditutup Menguat Tipis, Bursa Asia Mayoritas Loyo
A
A
A
JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ini berakhir naik tipis meski pada sesi I sempat parkir ke zona merah. IHSG ditutup naik 6,27 poin setara 0,11% kelevel 5.852 saat mayoritas bursa saham Asia melemah.
IHSG siang tadi berbalik melemah sebesar 2,77 poin setara 0,05% ke level 5.842,96 setelah tadi pagi menguat 7,19 poin setara 0,12% ke level 5.852,92. Kemarin, IHSG ditutup terjungkal hingga 26,64 poin atau setara dengan 0,45% ke level 5.845,73.
Sektor saham dalam negeri sore ini mayoritas positif dengan sektor perkebunan menguat tertinggi sebesar 1,04% dan sektor yang melemah terdalam adalah pertambangan turun 0,56%.
Adapun nilai transaksi pada bursa Indonesia sore ini tercatat sebesar Rp8,27 triliun dengan 10,35 miliar saham diperdagangkan dan transaksi bersih asing minus Rp112,11 miliar dengan aksi jual asing sebesar Rp2,81 triliun dan aksi beli asing mencapai Rp2,69 triliun. Tercatat sebesar 173 saham menguat, 163 saham melemah dan 129 saham stagnan.
Beberapa saham yang menguat di antaranya PT Gudang Garam Tbk (GGRM) naik Rp3.675 menjadi Rp69.250, PT Inti Bangun Sejahtera Tbk(IBST) naik Rp200 menjadi Rp5.500, dan PT Lippo General Insurance Tbk (LPGI) naik Rp195 menjadi Rp5.175.
Sementara, beberapa saham yang melemah di antaranya PT Pelat Timah Nusantara Tbk (NIKL) melemah Rp120 menjadi Rp3.190, PT Prodia Widyahusada Tbk (PRDA) turun Rp40 menjadi Rp3.700, dan PT Pelayaran Tamarin Samudra Tbk (TAMU) melemah Rp40 menjadi Rp3.560.
Seperti dilansir CNBC, Kamis (14/9/2017), mayoritas bursa utama Asia ditutup melemah setelah rilis data China yang lebih lambat dari perkiraan. Pasar juga mencerna kenaikan hasil Treasury AS semalam setelah berita utama reformasi pajak keluar dari Washington.
Di Jepang, Indeks Nikkei 225 ditutup melemah setelah tiga hari berturut-turut menguat. Indeks acuan mengakhiri sesi melemah 0,29% atau 58,38 poin ke level 19.807,44.
Di Korea Selatan, Indeks Kospi naik 0,74% ke level 2.377,66. Keuntungan pada saham blue chips membantu pelemahan pasar yang lebih luas. Di mana, saham Samsung Electronics menguat 1,4% dan saham Hyundai Motor ditutup naik 2,24%.
Di Australia, Indeks S&P/ASX 200 tergelincir 0,1% menjadi ditutup pada level 5.738,7, dengan sektor material turun 0,88%.
bursa saham daratan China melemah, Shanghai Composite turun 0,38% ke level 3.371,42 dan Shenzhen Composite melemah 0,072% ke level 1.993,53.
IHSG siang tadi berbalik melemah sebesar 2,77 poin setara 0,05% ke level 5.842,96 setelah tadi pagi menguat 7,19 poin setara 0,12% ke level 5.852,92. Kemarin, IHSG ditutup terjungkal hingga 26,64 poin atau setara dengan 0,45% ke level 5.845,73.
Sektor saham dalam negeri sore ini mayoritas positif dengan sektor perkebunan menguat tertinggi sebesar 1,04% dan sektor yang melemah terdalam adalah pertambangan turun 0,56%.
Adapun nilai transaksi pada bursa Indonesia sore ini tercatat sebesar Rp8,27 triliun dengan 10,35 miliar saham diperdagangkan dan transaksi bersih asing minus Rp112,11 miliar dengan aksi jual asing sebesar Rp2,81 triliun dan aksi beli asing mencapai Rp2,69 triliun. Tercatat sebesar 173 saham menguat, 163 saham melemah dan 129 saham stagnan.
Beberapa saham yang menguat di antaranya PT Gudang Garam Tbk (GGRM) naik Rp3.675 menjadi Rp69.250, PT Inti Bangun Sejahtera Tbk(IBST) naik Rp200 menjadi Rp5.500, dan PT Lippo General Insurance Tbk (LPGI) naik Rp195 menjadi Rp5.175.
Sementara, beberapa saham yang melemah di antaranya PT Pelat Timah Nusantara Tbk (NIKL) melemah Rp120 menjadi Rp3.190, PT Prodia Widyahusada Tbk (PRDA) turun Rp40 menjadi Rp3.700, dan PT Pelayaran Tamarin Samudra Tbk (TAMU) melemah Rp40 menjadi Rp3.560.
Seperti dilansir CNBC, Kamis (14/9/2017), mayoritas bursa utama Asia ditutup melemah setelah rilis data China yang lebih lambat dari perkiraan. Pasar juga mencerna kenaikan hasil Treasury AS semalam setelah berita utama reformasi pajak keluar dari Washington.
Di Jepang, Indeks Nikkei 225 ditutup melemah setelah tiga hari berturut-turut menguat. Indeks acuan mengakhiri sesi melemah 0,29% atau 58,38 poin ke level 19.807,44.
Di Korea Selatan, Indeks Kospi naik 0,74% ke level 2.377,66. Keuntungan pada saham blue chips membantu pelemahan pasar yang lebih luas. Di mana, saham Samsung Electronics menguat 1,4% dan saham Hyundai Motor ditutup naik 2,24%.
Di Australia, Indeks S&P/ASX 200 tergelincir 0,1% menjadi ditutup pada level 5.738,7, dengan sektor material turun 0,88%.
bursa saham daratan China melemah, Shanghai Composite turun 0,38% ke level 3.371,42 dan Shenzhen Composite melemah 0,072% ke level 1.993,53.
(izz)
Lihat Juga :