Bursa Asia Mixed, IHSG Akhir Pekan Dibuka Semringah
Jum'at, 29 September 2017 - 09:12 WIB
Bursa Asia Mixed, IHSG Akhir Pekan Dibuka Semringah
A
A
A
JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ini menguat sebesar 13,02 poin setara 0,22% ke level 5.854,07. IHSG pagi ini dibuka menguat ketika bursa utama Asia mixed.
Sementara, pada perdagangan kemarin IHSG terpuruk alias berkurang 21,98 poin setara dengan 0,37% ke level 5.841,05.
Sektor saham dalam negeri mayoritas berada di jalur hijau dengan sektor aneka industri naik tertinggi sebesar 0,56% dan Sektor yang melemah terdalam yaitu infrastruktur yang melema 0,09%.
Adapun nilai transaksi pada bursa Indonesia tercatat sebesar Rp130 miliar dengan 82 juta saham diperdagangkan pada sesi pagi dan transaksi bersih asing minus Rp57,83 miliar dengan aksi jual asing sebesar Rp91,53 miliar dan aksi beli asing mencapai Rp33,69 miliar. Tercatat 59 saham naik, 72 saham turun dan 35 saham stagnan.
Beberapa saham yang menguat di antaranya PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) naik Rp725 menjadi Rp19.450, PT Hexindo Adiperkasa Tbk (HEXA) bertambah Rp50 menjadi Rp4.080 dan PT Indika Energy Tbk (INDY) naik Rp40 menjadi Rp1.985.
Sementara, beberapa saham yang melemah di antaranya PT Rimau Multi Putra Pratama Tbk (CMPP) melemah Rp325 menjadi Rp975, PT Matahari Department Store Tbk (LPPF) turun Rp225 menjadi Rp9.400, dan PT Bank Danamon Indonesia Tbk (BDMN) turun Rp200 menjadi Rp5.100.
Di sisi lain seperti dilansir CNBC hari ini, bursa saham Asia dibuka mixed alais variatif pada awal perdagangan hari ini setelah greenback memberikan kembali beberapa keuntungan semalam karena pasar mencerna prospek reformasi pajak AS. Pasar saham di Asia juga mencerna sejumlah data dari Jepang.
Di Jepang, Indeks Nikkei 225 turun 0,19% pada awal perdagangan setelah kenaikan dolar berhenti dalam semalam. Namun, mata uang AS berbelok lebih tinggi terhadap yen menyusul rilis data ekonomi awal sesi tersebut.
Di Korea Selatan, Indeks Kospi menguat tipis 0,45% karena sebagian besar saham manufaktur dan minyak mencatat kenaikan. Di Australia, Indeks S&P/ASX 200 sebagian besar tidak berubah. Indeks diperdagangkan lebih tinggi sebesar 0,04% karena kenaikan material dan saham emas diimbangi kerugian saham energi.
Sementara, pada perdagangan kemarin IHSG terpuruk alias berkurang 21,98 poin setara dengan 0,37% ke level 5.841,05.
Sektor saham dalam negeri mayoritas berada di jalur hijau dengan sektor aneka industri naik tertinggi sebesar 0,56% dan Sektor yang melemah terdalam yaitu infrastruktur yang melema 0,09%.
Adapun nilai transaksi pada bursa Indonesia tercatat sebesar Rp130 miliar dengan 82 juta saham diperdagangkan pada sesi pagi dan transaksi bersih asing minus Rp57,83 miliar dengan aksi jual asing sebesar Rp91,53 miliar dan aksi beli asing mencapai Rp33,69 miliar. Tercatat 59 saham naik, 72 saham turun dan 35 saham stagnan.
Beberapa saham yang menguat di antaranya PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) naik Rp725 menjadi Rp19.450, PT Hexindo Adiperkasa Tbk (HEXA) bertambah Rp50 menjadi Rp4.080 dan PT Indika Energy Tbk (INDY) naik Rp40 menjadi Rp1.985.
Sementara, beberapa saham yang melemah di antaranya PT Rimau Multi Putra Pratama Tbk (CMPP) melemah Rp325 menjadi Rp975, PT Matahari Department Store Tbk (LPPF) turun Rp225 menjadi Rp9.400, dan PT Bank Danamon Indonesia Tbk (BDMN) turun Rp200 menjadi Rp5.100.
Di sisi lain seperti dilansir CNBC hari ini, bursa saham Asia dibuka mixed alais variatif pada awal perdagangan hari ini setelah greenback memberikan kembali beberapa keuntungan semalam karena pasar mencerna prospek reformasi pajak AS. Pasar saham di Asia juga mencerna sejumlah data dari Jepang.
Di Jepang, Indeks Nikkei 225 turun 0,19% pada awal perdagangan setelah kenaikan dolar berhenti dalam semalam. Namun, mata uang AS berbelok lebih tinggi terhadap yen menyusul rilis data ekonomi awal sesi tersebut.
Di Korea Selatan, Indeks Kospi menguat tipis 0,45% karena sebagian besar saham manufaktur dan minyak mencatat kenaikan. Di Australia, Indeks S&P/ASX 200 sebagian besar tidak berubah. Indeks diperdagangkan lebih tinggi sebesar 0,04% karena kenaikan material dan saham emas diimbangi kerugian saham energi.
(izz)
Lihat Juga :