Rupiah Makin Tersungkur, IHSG Sesi I Anteng di Zona Hijau
Senin, 02 Oktober 2017 - 12:32 WIB
Rupiah Makin Tersungkur, IHSG Sesi I Anteng di Zona Hijau
A
A
A
JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada perdagangan siang hari ini tercatat semakin tersungkur dibanding penutupan sebelumnya di tengah semakin perkasanya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).
Data Yahoo Finance menunjukkan rupiah pada perdagangan sesi I berada di level Rp13.515/USD atau melemah dari posisi sebelumnya pada level Rp13.470/USD. Pergerakan rupiah pada perdagangan tengah pekan berada di kisaran di level Rp13.468-Rp13.525/USD.
Posisi rupiah berdasarkan data Bloomberg, siang ini berada pada level Rp13.535/USD atau semakin melemah dari penutupan sebelumnya yang berada di posisi Rp13.472/USD. Siang ini tercatat rupiah bergerak pada kisaran harian Rp13.475-Rp13.541/USD.
Sementara, data SINDOnews bersumber dari Limas menunjukkan, rupiah siang ini ambruk pada level Rp13.515/USD. Rupiah terlihat memburuk dibandingkan penutupan sebelumnya Rp13.460/USD.
Posisi rupiah berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI, tertahan di level Rp13.492/USD. Posisi tersebut memburuk dibandingkan perdagangan kemarin di level Rp13.464/USD.
Di sisi lain, IHSG siang ini semakin menguat dengan naik 20,21 poin atau setara dengan 0,34% ke level 5.921,07 ketika tadi pagi naik 16,11 poin setara 0,27% ke level 5.916,96. Akhir pekan kemarin, IHSG menguat cukup tajam hingga 59,81 poin atau setara dengan 1,02% ke level 5.900,85.
Sektor saham dalam negeri hingga siang ini hampir semuanya berada di jalur hijau dengan sektor konsumer naik tertinggi sebesar 1,18% dan sektor yang melemah terdalam yaitu aneka industri yang turun 0,26%.
Adapun nilai transaksi pada bursa Indonesia tercatat sebesar Rp2,55 miliar dengan 3,21 juta saham diperdagangkan siang ini dan transaksi bersih asing minus Rp82,36 miliar dengan aksi jual asing sebesar Rp853,56 miliar dan aksi beli asing mencapai Rp771,200 miliar. Tercatat 175 saham naik, 136 saham turun dan 107 saham stagnan.
Beberapa saham yang menguat di antaranya PT Gudang Garam Tbk (GGRM), PT Protech Mitra Perkasa Tbk (OASA), dan PT Barito Pacific Tbk (BRPT). Sementara, beberapa saham yang melemah di antaranya PT pelat Timah Nusantara Tbk (NIKL), PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI), dan PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN).
Data Yahoo Finance menunjukkan rupiah pada perdagangan sesi I berada di level Rp13.515/USD atau melemah dari posisi sebelumnya pada level Rp13.470/USD. Pergerakan rupiah pada perdagangan tengah pekan berada di kisaran di level Rp13.468-Rp13.525/USD.
Posisi rupiah berdasarkan data Bloomberg, siang ini berada pada level Rp13.535/USD atau semakin melemah dari penutupan sebelumnya yang berada di posisi Rp13.472/USD. Siang ini tercatat rupiah bergerak pada kisaran harian Rp13.475-Rp13.541/USD.
Sementara, data SINDOnews bersumber dari Limas menunjukkan, rupiah siang ini ambruk pada level Rp13.515/USD. Rupiah terlihat memburuk dibandingkan penutupan sebelumnya Rp13.460/USD.
Posisi rupiah berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI, tertahan di level Rp13.492/USD. Posisi tersebut memburuk dibandingkan perdagangan kemarin di level Rp13.464/USD.
Di sisi lain, IHSG siang ini semakin menguat dengan naik 20,21 poin atau setara dengan 0,34% ke level 5.921,07 ketika tadi pagi naik 16,11 poin setara 0,27% ke level 5.916,96. Akhir pekan kemarin, IHSG menguat cukup tajam hingga 59,81 poin atau setara dengan 1,02% ke level 5.900,85.
Sektor saham dalam negeri hingga siang ini hampir semuanya berada di jalur hijau dengan sektor konsumer naik tertinggi sebesar 1,18% dan sektor yang melemah terdalam yaitu aneka industri yang turun 0,26%.
Adapun nilai transaksi pada bursa Indonesia tercatat sebesar Rp2,55 miliar dengan 3,21 juta saham diperdagangkan siang ini dan transaksi bersih asing minus Rp82,36 miliar dengan aksi jual asing sebesar Rp853,56 miliar dan aksi beli asing mencapai Rp771,200 miliar. Tercatat 175 saham naik, 136 saham turun dan 107 saham stagnan.
Beberapa saham yang menguat di antaranya PT Gudang Garam Tbk (GGRM), PT Protech Mitra Perkasa Tbk (OASA), dan PT Barito Pacific Tbk (BRPT). Sementara, beberapa saham yang melemah di antaranya PT pelat Timah Nusantara Tbk (NIKL), PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI), dan PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN).
(izz)
Lihat Juga :