China Mulai Recovery, Ekonomi Kalimantan-Sumatera Kembali Cerah

Selasa, 03 Oktober 2017 - 11:41 WIB
China Mulai Recovery,...
China Mulai Recovery, Ekonomi Kalimantan-Sumatera Kembali Cerah
A A A
JAKARTA - Bank Indonesia (BI) menyatakan bahwa kondisi perekonomian China kini mulai kembali membaik. Hal ini berdampak pada pertumbuhan ekonommi di Provinsi Kalimantan dan Provinsi Sumatera yang turut mengalami perbaikan.

(Baca: 40% Surat Utang Dipegang Asing, Ekonomi RI Tergantung Global )

Deputi Gubernur Senior BI Mirza Adityaswara mengungkapkan, hal ini lantaran China memiliki peran besar terhadap Provinsi Kalimantan dan Provinsi Sumatera. Sebab, dua provinsi tersebut merupakan penghasil barang komoditas seperti batu bara, baja, hingga crude palm oil (CPO) yang dibutuhkan oleh Negeri Tirai Bambu tersebut.

"China peranannya ke ekonomi Indonesia banyak sekali. Karena China butuh CPO, batu bara, baja, dan lainnya," katanya dalam acara Rakornas Kadin 2017 di Jakarta, Selasa (3/10/2017).

Mirza menuturkan, pertumbuhan ekonomi China beberapa waktu lalu merosot dan hanya mampu tumbuh 6%. Akibatnya, harga batu bara dan komoditas lainnya ikut drop.

Saat ini, pertumbuhan ekonomi China mulai kembali pulih. Dampaknya, harga komodias pun perlahan terkerek. "Nah, China sekarang tumbuh 6,7%-6,8%, mulai harga batu bara, CPO, baja naik," imbuh dia.

Saat harga komoditas jatuh, Provinsi Sumatera hanya tumbuh sekitar 3% dan Provinsi Kalimantan sekitar 1,5%. Dengan mulai pulihnya harga komoditas, ekonomi kedua provinsi tersebut kembali membaik di mana Provinsi Sumatera mulai tumbuh sekitar 4% hingga 4,5% dan Kalimantan sudah tumbuh sekitar 3,5% hingga 5%.

Namun, Mirza menyangsikan ekonomi Negeri Tirai Bambu tersebut akan kembali tumbuh di level 10% hingga 12%. Sebab, China sendiri hanya menargetkan ekonominya tumuh 6,5% hingga 7,5%.

"Jadi, kita rasanya tidak akan melihat lagi harga batu bara seperti 2010-2012. Tapi sudah ada recovery karena pertumbuhan ekonomi China yang naik," terangnya.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Menjaga Tren Pertumbuhan...
Menjaga Tren Pertumbuhan Ekonomi
Pertumbuhan Ekonomi...
Pertumbuhan Ekonomi Sumsel Tertinggi di Sumatera
Jauh dari Resesi, Aktivitas...
Jauh dari Resesi, Aktivitas Ekonomi Indonesia Kuat dan Membaik
Fleksibilitas APBN Berkelanjutan
Fleksibilitas APBN Berkelanjutan
BPS: Ekonomi Pulau Jawa...
BPS: Ekonomi Pulau Jawa & Sumatera Masih Kontraksi
Spot Mancing di Seruyan...
Spot Mancing di Seruyan Berpotensi Tingkatkan Ekonomi Masyarakat
Berita Terkini
Harga Pertamax Rp16.250...
Harga Pertamax Rp16.250 Bikin Pusing, Pengemudi Ojol dan Warga Teriak
15 menit yang lalu
IHSG Tergelincir di...
IHSG Tergelincir di Awal Sesi Sentuh 5.744, Transaksi Pagi Cetak Rp1,1 T
1 jam yang lalu
Kilau Emas Antam Kembali...
Kilau Emas Antam Kembali Meredup, Hari Ini Turun Rp20 Ribu ke Rp2.713.000 per Gram
2 jam yang lalu
Gencatan Senjata Gagal!...
Gencatan Senjata Gagal! Harga Minyak Dunia Terbang Tinggi Hampir 1% saat AS Kembali Gempur Iran
2 jam yang lalu
Tarif Trump 18% Mengancam...
Tarif Trump 18% Mengancam Komoditas Unggulan Nasional, RI Rayu AS Minta Pengecualian
4 jam yang lalu
Pertamax Naik Rp3.950...
Pertamax Naik Rp3.950 Jadi Rp16.250/Liter, Ini Daftar Lengkap Harga BBM di SPBU Pertamina
5 jam yang lalu
Infografis
Bakar Uang Demi Perang:...
Bakar Uang Demi Perang: Jejak Kelam Ekonomi Militer AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved