Khawatir Kenaikan Tak Berlanjut, Harga Minyak Dunia Turun Terus

Rabu, 04 Oktober 2017 - 08:29 WIB
Khawatir Kenaikan Tak...
Khawatir Kenaikan Tak Berlanjut, Harga Minyak Dunia Turun Terus
A A A
SINGAPURA - Harga minyak dunia turun pada perdagangan hari ini karena adanya kekhawatiran bahwa kenaikan harga yang berlangsung di kuartal ketiga tidak akan berlanjut hingga tiga bulan terakhir dalam setahun.

Seperti dikutip dari Reuters, Rabu (4/10/2017), harga minyak AS, West Texas Intermediate (WTI) diperdagangkan pada level 50,05 per barel pada pukul 00.32 GMT, turun 37 sen atau 0,7% dari penutupan terakhir mereka.

Sementara, harga minyak brent, sebagai patokan harga minyak internasional turun 35 sen atau 0,6% menjadi USD55,65 per barel.

Pelaku pasar mengatakan, turunnya kekhawatiran bahwa kenaikan pasar kuartal ketiga yang mengangkat brent ke level tertinggi sejak pertengahan 2015 telah berlebihan.

"Fundamental mungkin belum cukup kuat untuk mendukung kenaikan lanjutan, terutama komoditas yang bergantung pada pertumbuhan seperti minyak," kata Ole Hansen, kepala strategi komoditas di Saxo Bank Denmark.

Analis mengatakan, apa yang disebut rebalancing pasar sekarang berjalan dengan baik, yang berarti bahwa permintaan tidak lagi mengurangi pasokan yang ada.

Penyeimbangan kembali tersebut merupakan hasil dari konsumsi kuat dan juga karena upaya yang dilakukan Organisasi Negara Pengekspor Minyak (OPEC) untuk mengurangi produksi sekitar 1,8 juta barel per hari (bpd) pada 2017 dan kuartal pertama tahun depan.

"Kepatuhan terhadap pengurangan produksi OPEC lebih dari 100% pada Agustus (yang berarti anggotanya menghasilkan kurang dari kuota mereka rata-rata) dan persediaan minyak AS telah menurun selama beberapa bulan," kata William O'Loughlin, analis investasi di Rivkin Securities Australia.

Mencegah kenaikan harga lebih lanjut, bagaimanapun telah meningkat produksi di Amerika Serikat yang tidak berpartisipasi dalam kesepakatan untuk mengurangi produksi bersama OPEC.

Produksi minyak AS mencapai 9,55 juta bpd pada akhir September, tingkat tertinggi sejak Juli 2017 dan tidak jauh dari rekor 9,61 juta barel per hari mulai Juni 2015.

"Jumlah rig pengeboran aktif di AS meningkat pekan lalu, menyoroti fakta bahwa harga minyak yang lebih tinggi pasti akan menghasilkan lebih banyak produksi dari serpih AS. Faktor-faktor ini telah membuat minyak WTI dalam kisaran perdagangan yang relatif ketat selama beberapa bulan terakhir," tulis O'Loughlin dalam sebuah catatan kepada kliennya.

menurut perusahaan jasa energi Baker Hughes mengatakan, drillers menambahkan enam rig minyak untuk mencari produksi baru dalam pekan sampai 29 September, sehingga jumlah totalnya mencapai 750.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Stok Seret Bikin Harga...
Stok Seret Bikin Harga Minyak Mentah Dunia Terkerek Naik
Amerika Buka Pembatasan,...
Amerika Buka Pembatasan, Harga Minyak Akan Terus Naik
Harga Minyak Ambrol...
Harga Minyak Ambrol 9% dalam Sepekan, Minggu Depan Gimana?
Harga Minyak Mentah...
Harga Minyak Mentah Dunia Melayang Dekati Posisi USD70 Per Barel
OPEC Bakal Jaga Harga...
OPEC Bakal Jaga Harga Minyak Mentah Dunia di Posisi USD70 per Barel
Tumbuh 173%, Komoditas...
Tumbuh 173%, Komoditas Minyak Mentah Jadi Primadona di 2021
Berita Terkini
Akar Pelemahan Rupiah...
Akar Pelemahan Rupiah Dibeberkan Chatib Basri, Kredibilitas Fiskal Jadi Kunci
6 menit yang lalu
Purbaya: Kebijakan Fiskal...
Purbaya: Kebijakan Fiskal 2027 Diarahkan Dorong Ekonomi Makin Tinggi, Rakyat Sejahtera Lebih Cepat
1 jam yang lalu
Anggaran Sekolah Rakyat...
Anggaran Sekolah Rakyat di Jember Tembus Rp221 Miliar, Punya Lapangan Bola Standar FIFA
2 jam yang lalu
Darurat Rupiah, BI Kembali...
Darurat Rupiah, BI Kembali Kerek Suku Bunga Acuan Jadi 5,50% dan Rilis 4 Operasi Moneter
2 jam yang lalu
Kenaikan Kurs Dolar...
Kenaikan Kurs Dolar dan Harga Energi Hantam Industri Galangan Kapal Nasional
3 jam yang lalu
Begini Hasil Pertemuan...
Begini Hasil Pertemuan Dasco dan Bos Himbara, Dirut BNI: Fundamental Bagus, Tak Perlu Cemas
3 jam yang lalu
Infografis
7 Alasan Dunia Tak Menghukum...
7 Alasan Dunia Tak Menghukum Trump dan Netanyahu meski AS-Israel Bom Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved