Saudi Aramco Cari Peluang Listing di Bursa Saham London

Minggu, 15 Oktober 2017 - 17:31 WIB
Saudi Aramco Cari Peluang...
Saudi Aramco Cari Peluang Listing di Bursa Saham London
A A A
LONDON - Kepala Eksekutif Financial Conduct Authority Andrew Bailey mengaku telah bertemu dengan perusahaan raksasa migas Saudi Aramco untuk membahas mengenai peluang listing sebesar sebesar 1,5 triliun poundsterling pada bursa saham London. Ia menambahkan pertemuan dengan perusahaan minyak terbesar di dunia tersebut berlangsung tahun ini.

Seperti dilansir BBC, Minggu (15/10/2017) regulator telah dikritik karena mengusulkan perubahan peraturan pencatatan untuk mengakomodasi perusahaan milik negara. Sementara anggota parlemen memperingatkan tentang kelonggaran peraturan dan campur tangan politik dalam kesepakatan tersebut.

"Kami dapat mengkonfirmasi bahwa kami melakukan percakapan dengan Saudi Aramco dan penasihat mereka sehubungan dengan ketertarikan mereka terhadap kemungkinan listing (saham) di Inggris tahun ini. Kami menekankan selama percakapan, kami melakukan peninjauan," ucap Bailey menanggapi surat dari Ketua Komite Treasury Nicky Morgan.

Saudi Aramco sendiri berencana mendaftarkan 5% sahamnya di London. Namun, peraturan Inggris menyatakan perusahaan harus mendaftarkan lebih dari 25% sahamnya untuk mempengaruhi adanya pemegang saham tunggal. Namun, proposal yang diajukan oleh Financial Conduct Authority dapat memungkinkan pengecualian bagi Saudi Aramco.

"Kami tidak berpikir memberikan perlindungan bagi investor akan melemah, sebelumnya kami telah mengumumkan secara terbuka bahwa kami akan mengizinkan persentase yang lebih rendah dari 25%, di mana nilai dan distribusinya sedemikian rupa sehingga pasar bisa likuid," kata Bailey.

Sementara itu, Ketua Komite Treasury Nicky Morgan mengatakan, peraturan tersebut mengandung keterlibatan politik. Menurutnya reputasi Inggris untuk menegakkan tata kelola perusahaan yang kuat tetap harus dijalankan.

Komentar itu mencuat sebagai upaya pemerintah yang berusaha untuk menunjukkan bahwa Inggris adalah tempat yang baik untuk berinvestasi ketika Inggris bersiap diri untuk meninggalkan Uni Eropa. "Apa yang baik untuk pedagang tidak selalu baik untuk negara, ekonomi atau investor," ungkap Ketua Komite Bisnis, Energi dan Strategi Industri Rachel Reeves.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Donald Trump Kunjungi...
Donald Trump Kunjungi Arab Saudi, Perkuat Kerjasama Ekonomi dan Keamanan
Inggris Sanksi 20 Warga...
Inggris Sanksi 20 Warga Arab Saudi Terkait Pembunuhan Khashoggi
Pakar: Ekonomi Jatuh,...
Pakar: Ekonomi Jatuh, Era Arab Saudi Berduit Berakhir
Indonesia Perkuat Kerja...
Indonesia Perkuat Kerja Sama Ekonomi dengan Arab Saudi
Pangeran Abdulaziz:...
Pangeran Abdulaziz: Hubungan Rusia-Saudi Sehangat Cuaca di Riyadh
Di Arab Saudi Menparekraf...
Di Arab Saudi Menparekraf Sandiaga Pamer Indonesia Sukses Pulihkan Sektor Pariwisata
Berita Terkini
Libur Sekolah 2026,...
Libur Sekolah 2026, Tarif Angkutan Penyeberangan Diskon Sekitar 21,9%
29 menit yang lalu
Hindari Selat Hormuz!...
Hindari Selat Hormuz! India Diam-Diam Gandeng Rusia Buka Jalur Es Ekstrem
1 jam yang lalu
Energi Menjadi Medan...
Energi Menjadi Medan Perang AS-China di Abad Ini
11 jam yang lalu
PLN EPI Targetkan Pengembangan...
PLN EPI Targetkan Pengembangan Bio-CNG Berbasis Limbah Sawit Dukung Transisi Energi
11 jam yang lalu
IHSG dan Rupiah Tertekan,...
IHSG dan Rupiah Tertekan, Pasar Uji Kredibilitas Sistem Keuangan Indonesia
12 jam yang lalu
Redam Sentimen Sell...
Redam Sentimen 'Sell Indonesia', Ini Saran dari Ekonom
12 jam yang lalu
Infografis
10 Universitas Paling...
10 Universitas Paling Diminati di SNBT 2026, UI Paling Favorit
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved