Pertumbuhan Kredit Baru Melambat di Kuartal III/2017
Minggu, 15 Oktober 2017 - 22:27 WIB
Pertumbuhan Kredit Baru Melambat di Kuartal III/2017
A
A
A
JAKARTA - Pertumbuhan kredit baru mengalami perlambatan pada kuartal III tahun 2017 dibandingkan kuartal sebelumnya. Hal tersebut tercermin dari Saldo Bersih Tertimbang (SBT) sebesar 77,9% atau lebih rendah dari 83,4% pada kuartal sebelumnya terutama dipengaruhi oleh terbatasnya kebutuhan pembiayaan dari nasabah.
Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi Bank Indonesia (BI) Agusman mengatakan, melambatnya pertumbuhan kredit baru terjadi pada kredit modal kerja dan kredit konsumsi. Sedangkan kredit investasi tumbuh menguat. "Perkembangan pertumbuhan permintaan kredit baru juga sejalan dengan pertumbuhan kuartalan outstanding kredit pada Juli-Agustus 2017," ungkap dia di Jakarta, Minggu (15/10/2017).
Pada kuartal IV 2017, rata0rata biaya yang dikeluarkan oleh bank atas dana nasabah yang ditempatkan atau Cost of Fund (CoF) dalam rupiah diperkirakan turun 4 bps dari bulan sebelumnya menjadi sebesar 5,94%. Sementara itu, biaya dana yang dioperasikan oleh perbankan untuk memperoleh pendapatan atau Cost of Loanable Fund (CoLF) diperkiraakan turun 18 bps menjadi 9,47%.
Sejalan dengan penurunan suku bunga dana rata-rata, suku bunga kredit investasi pada kuartal IV 2017 diperkirakan turun 2 bps menjadi 12,38%. "Sementara itu suku bunga kredit modal kerja diperkirakan stabil pada level 12,18% dan suku bunga kredit konsumsi naik 24 bps menjadi 13,99%," terang dia.
Pada jenis kredit konsumsi, kenaikan hanya terjadi pada kredit tanpa agunan (KTA). Sedangkan kredit konsumsi lainnya (KPR/KPA,KKB, Kredit Multiguna) mengalami penurunan. Sementara CoF dan CoLF dalam USD diperkirakan naik masing-masing sebesar 3 bps dan 1 bps pada kuartal 2017. Di tengah kenaikan suku bunga dana tersebut, suku bunga kredit modal, kredit investasi, dan kredit konsumsi pada kuartal IV diprediksi mengalami penurunan masing-masing 3 bps, 15 bps, 65 bps.
Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi Bank Indonesia (BI) Agusman mengatakan, melambatnya pertumbuhan kredit baru terjadi pada kredit modal kerja dan kredit konsumsi. Sedangkan kredit investasi tumbuh menguat. "Perkembangan pertumbuhan permintaan kredit baru juga sejalan dengan pertumbuhan kuartalan outstanding kredit pada Juli-Agustus 2017," ungkap dia di Jakarta, Minggu (15/10/2017).
Pada kuartal IV 2017, rata0rata biaya yang dikeluarkan oleh bank atas dana nasabah yang ditempatkan atau Cost of Fund (CoF) dalam rupiah diperkirakan turun 4 bps dari bulan sebelumnya menjadi sebesar 5,94%. Sementara itu, biaya dana yang dioperasikan oleh perbankan untuk memperoleh pendapatan atau Cost of Loanable Fund (CoLF) diperkiraakan turun 18 bps menjadi 9,47%.
Sejalan dengan penurunan suku bunga dana rata-rata, suku bunga kredit investasi pada kuartal IV 2017 diperkirakan turun 2 bps menjadi 12,38%. "Sementara itu suku bunga kredit modal kerja diperkirakan stabil pada level 12,18% dan suku bunga kredit konsumsi naik 24 bps menjadi 13,99%," terang dia.
Pada jenis kredit konsumsi, kenaikan hanya terjadi pada kredit tanpa agunan (KTA). Sedangkan kredit konsumsi lainnya (KPR/KPA,KKB, Kredit Multiguna) mengalami penurunan. Sementara CoF dan CoLF dalam USD diperkirakan naik masing-masing sebesar 3 bps dan 1 bps pada kuartal 2017. Di tengah kenaikan suku bunga dana tersebut, suku bunga kredit modal, kredit investasi, dan kredit konsumsi pada kuartal IV diprediksi mengalami penurunan masing-masing 3 bps, 15 bps, 65 bps.
(akr)
Lihat Juga :