Kemenperin Siapkan Perangkat Pendukung Mobil Non-BBM

Selasa, 24 Oktober 2017 - 11:07 WIB
Kemenperin Siapkan Perangkat...
Kemenperin Siapkan Perangkat Pendukung Mobil Non-BBM
A A A
JAKARTA - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mulai menyiapkan perangkat pendukung mobil berbahan bakar nonBBM. Pasalnya, mobil berbahan bakar hybrid, listrik, hidrogen dan ramah lingkungan lainnya berlaku mulai 2022.

Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto menyatakan, untuk menjadikan automotif berbahan nonBBM yang ramah lingkungan Indonesia memiliki banyak pilihan, sehingga tinggal memilih mana yang akan digunakan.

"Saat ini yang kita perlukan perangkat. Baik regulasinya maupun industri hulu hingga hilirnya. Bakan, kita buat roadmap bahwa 2025 targetnya 20% dari target nasional automotif yang mencapai dua juta adalah mobil berbahan bakar nonBBM," ungkapnya di Jakarta, kemarin.

Dia mengakui bahwa Indonesia basis market automotif di ASEAN. Ini merupakan market terbesar di antara negara ASEAN lainya dengan 1,1 juta dalam setahun, bahkan diproyeksikan bisa naik 2 juta saat 2022.

"Dengan demikian, kita punya potensi pasar automotif yang besar. Bahkan posisi saat ini kita menjadi basis ekspor ke belahan bumi selatan sebanyak 200 ribu unit per tahun," katanya.

Khusus mobil berbahan bakar nonBBM, Airlangga menyebut, Jepang dan China sedang getol. Di China mendorong mobil listrik dan Jepang digarap mobil berbahan hidrogen. Sedangkan Indonesia tengah menyesuaikan pasar.

"Untuk basis hidrogen ada kemampuan kita. Karena gas hidrogen merupakan barang biasa industri pupuk dan lainya, apalagi gas hidrogen sudah biasa ditangani para industriawan nasional," jelas dia.

Sementara terkait dengan mobil listrik harus dikejar. Bahkan, beberapa perusahaan Jepang menyampaikan kesiapannya melakukan ujicoba bersama di Indoensia. Untuk tahap awal sekitar 10 mobil listrik yang diujicoba.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Dirjen Ilmate : Mobil...
Dirjen Ilmate : Mobil Listrik Cuma Ramai di Sosial Media
Target Pemerintah Produksi...
Target Pemerintah Produksi Mobil Listrik pada 2030
Menanti Harga Ideal...
Menanti Harga Ideal Mobil-mobil Listrik di Indonesia
Indonesia Terkesan Bimbang...
Indonesia Terkesan Bimbang antara Mobil Hybrid dan Listrik, Ini Jawabannya
Menperin Turun Langsung...
Menperin Turun Langsung Pantau Penerapan Protokol Kesehatan di Pabrik Makanan Ini
Inovatif dalam Teknologi,...
Inovatif dalam Teknologi, 11 Perusahaan Raih Penghargaan Rintek
Berita Terkini
Mengintegrasikan AI...
Mengintegrasikan AI Demi Mewujudkan Ekosistem Investasi Mass Market
3 jam yang lalu
UE Putar Haluan Kembali...
UE Putar Haluan Kembali ke Pelukan Rusia, Rogoh Dana Raksasa Rp123 Triliun demi LNG
3 jam yang lalu
Harga MinyaKita Tembus...
Harga MinyaKita Tembus Rp16.000 per Liter di Atas HET, Apa Sebabnya?
4 jam yang lalu
Kimia Farma Siapkan...
Kimia Farma Siapkan Rantai Layanan Hulu-Hilir Percepat Penanggulangan TB
4 jam yang lalu
Esgin dan Agraus Resources...
Esgin dan Agraus Resources Sinergi Garap Potensi Investasi Hijau dan Ekonomi Karbon
4 jam yang lalu
Kasus Hukum Febrie Momentum...
Kasus Hukum Febrie Momentum Audit Menyeluruh Tata Kelola Sawit Sitaan Negara
5 jam yang lalu
Infografis
10 Negara Menaikkan...
10 Negara Menaikkan Harga BBM Akibat Perang AS-Iran, Banyak Tetangga RI
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved