471 Paket Konversi Elpiji Dibagikan di NTB

Selasa, 07 November 2017 - 09:08 WIB
471 Paket Konversi Elpiji...
471 Paket Konversi Elpiji Dibagikan di NTB
A A A
JAKARTA - Pemerintah membagikan 471 paket konversi bahan bakar minyak ke gas elpiji gratis untuk nelayan kecil di Labuhan Haji, Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat. Hal itu merupakan upaya pemerintah meningkatkan taraf ekonomi masyarakat pesisir.

Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral Ego Syahrial mengatakan, pembagian paket konversi elpiji dilakukan di sejumlah wilayah di Indonesia.

Untuk tahun ini, pembagian paket konversi nelayan di sebar sebanyak 17.081 unit paket perdana konverter kit di 28 Kabupaten/Kota, termasuk di Kabupaten Lombok Timur sejumlah 2.000 paket. Sebelumnya, pada 2016 pemerintah telah mendistribusikan 5.473 unit paket perdana konverter kit di 10 Kota/Kabupaten pada 5 Provinsi.

Berdasarkan data Kementerian ESDM sejumlah Kabupaten/Kota yang menjadi sasaran konversi BBM ke elpiji nelayan kecil tahun inj diantaranya Pasaman Barat, Banyuwangi, Jembrana, Tuban, Lombok Barat, Padang, Lombok Timur, Makassar, Gorontalo, Karangasem, Pasuruan, Cilacap, Sukabumi, Probolinggo, Mamuju, Labuhan Batu, Agam, Pemalang, Pekalongan, Lamongan, Surabaya, Malang, Maros, Jenponto, dan Soppeng.

"Kabupaten Lombok Timur mendapatkan jatah yang terbesar dari seluruh kabupaten yang ada di Indonesia," ujar Ego, di Jakarta.

Menurutnya, selain program BBM Satu Harga, program konversi BBM ke elpiji merupakan langkah nyata pemerintah yang manfaatnya langsung dirasakan masyarakat. Berdasarkan data rata rata-rata nelayan yang menggunakan elpiji sebagai bahan bakar, terjadi penghematan yang cukup signifikan dibanding menggunakan BBM.

"Rata-rata nelayan mencari ikan 10 jam. Jika menggunakan BBM harganya Rp.6.450 per hari dan rata-rata butuh 7 liter. Artinya nelayan perlu mengeluarkan sekitar Rp45.150 dengan BBM. Sedangkan elpiji hanya cukup 1 tabung, dengan harga Rp17000 - Rp18.000, sehingga bisa berhemat sebanyak Rp27.500 per hari. Kalau dalam sebulan melaut sebanyak 25 hari hematnya hampir Rp700.000 per bulan. Bisa hemat lebih dari 50%," ungkapnya.

Sementara itu, Anggota Komisi VII DPR Kurtubi mengatakan, program konversi BBM ke elpiji memiliki tujuan mensejahterakan nelayan. Untuk itu Komisi VII DPR mendukung penuh program tersebut karena manfaatnya langsung dirasakan masyarakat.

Disamping itu manfaat pertama, lanjut dia, program tersebut mendorong diversifikasi energi, penggunaan energi yang lebih bersih. dan membantu meningkatkan kesejahteraan nelayan. (Nanang Wijayanto)
(nfl)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Tips Menghemat LPG,...
Tips Menghemat LPG, Dijamin Awet Meski Masak Setiap Hari
31 Mei 2024, Akhir Pendaftaran...
31 Mei 2024, Akhir Pendaftaran Beli LPG 3 Kg Pakai KTP
Harga Gas Elpiji Non...
Harga Gas Elpiji Non Subsidi di Maros Naik Rp15 Ribu
Kecanduan LPG, Impor...
Kecanduan LPG, Impor 2021 Naik Jadi 7,2 Juta Ton
Harga Elpiji Non-Subsidi...
Harga Elpiji Non-Subsidi 2 Kali Naik, Siap-siap Gas Melon Jadi Langka
Istana Pastikan Warung...
Istana Pastikan Warung Kelontong Bisa Kembali Jual Gas LPG 3 Kg Hari Ini
Berita Terkini
Perkuat Daya Saing Industri...
Perkuat Daya Saing Industri Wellness dan Beauty Nasional Mendunia, BRI Dukung BWB Expo 2026 di Bali
48 menit yang lalu
Menkeu Purbaya Tegaskan...
Menkeu Purbaya Tegaskan Fiskal Bukan Tumbal Agar Ekonomi RI Tumbuh Cepat
1 jam yang lalu
Bunga Mulai 1,75%! BRI...
Bunga Mulai 1,75%! BRI KPR Hadirkan Solusi Paling Ringan untuk Miliki Rumah Impian
2 jam yang lalu
Danantara Bantah Isu...
Danantara Bantah Isu Pemilik Tabungan Rp3 Miliar Wajib Beli Patriot Bond
2 jam yang lalu
Pertamina Akselerasi...
Pertamina Akselerasi Transisi Energi Melalui Program Dekarbonisasi dan Bisnis Rendah Karbon
2 jam yang lalu
IFG Life Beri Proteksi...
IFG Life Beri Proteksi 10 Ribu Pelari di Ajang Yellow Run 2026
2 jam yang lalu
Infografis
10 Wonderkid Calon Bintang...
10 Wonderkid Calon Bintang di Piala Dunia 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved