Banyak Nunggak, BPJS Kesehatan Gandeng Kejaksaan

Senin, 04 Desember 2017 - 18:41 WIB
Banyak Nunggak, BPJS...
Banyak Nunggak, BPJS Kesehatan Gandeng Kejaksaan
A A A
BANDUNG - Masih adanya penunggak pembayaran premi, BPJS Kesehatan berencana terus menguatkan koordinasi dengan Kejaksaan. Koordinasi itu diharapkan dapat meminimalisasi tunggakan pembayaran premi.

Deputi Direksi BPJS Kesehatan Wilayah Jawa Barat, Mohammad Edison mengaku, tahun ini pihaknya telah menjalin koordinasi dengan pihak Kejaksaan. Koordinasi itu akan terus diperkuat di tahun 2018 agar program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) lebih maksimal.

"Tahun depan kami tetap akan berkoordinasi dengan pihak Kejaksaan. Apalagi sudah ada Inpres tentang optimalisasi program JKN," kata Edison di Bandung, Senin (2/12/2017).

Diakui dia, banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan terutama pada proses collecting premi dan kepatuhan masyarakat untuk menjadi peserta JKN. Untuk persoalan collecting, sekitar 49% peserta mandiri menunggak pembayaran premi bulanan.

"Angka kolektivitas pembayaran premi JKN untuk peserta mandiri sekitar 51%. Artinya 49% belum rutin bayar. Kami tidak tahu kondisinya seperti apa. Itu pekerjaan rumah kami ke depan, walaupun dari sisi kepesertaan Mandiri jumlahnya terus naik," jelas dia.

Sementara, tingkat kepatuhan stakeholder lainnya terbilang cukup bagus. Misalnya PNS dengan tingkat kolektivitas cukup bagus. TNI dan Polri 100%, termasuk program Jamkesmas yang ditanggung APBN atau APBD cukup lancar. Begitupun dengan kepatuhan perusahaan membayar iuran mencapai 99%.

Salah satu cara yang dilakukan BPJS Kesehatan untuk meningkatkan kolektivitas dengan menelpon langsung peserta yang menunggak. Selain itu, BPJS Kesehatan juga kini telah memiliki 269 orang kader, sebagai perpanjangan tangan BPJS Kesehatan di pelosok.

"Tahun 2018, kami berharap tumbuh lebih cepat lagi. Setelah ada Inpres, nanti gubernur dan bupati harus ikut instruksikan agar semua ikut JKN. Kami bersyukur beberapa daerah sudah menganggarkan JKN sesuai ketentuan. Dua daerah yang sebelumnya bermasalah telah menganggarkan untuk JKN di tahun 2018," pungkas dia.

Sementara itu, Kepala BPJS Kesehatan Cabang Bandung, Herman Dinata Mihardja mengaku, pihaknya terus berusaha meningkatkan jumlah kepesertaan di Kota Bandung. Sampai saat ini, peserta JKN di Bandung sekitar 2.190.000 orang atau sekitar 91% dari jumlah penduduk.

"Target kami, minggu depan Bandung sudah UHC. Artinya peserta di atas 95%. Kami terus berusaha melakukan berbagai program agar seluruh masyarakat menjadi peserta JKN," imbuh dia.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Biaya yang Ditanggung...
Biaya yang Ditanggung BPJS Apa Saja? Anda Perlu Tahu
Aturan Baru BPJS Kesehatan...
Aturan Baru BPJS Kesehatan per 1 Juni 2026, Kontrol Harus Sesuai Tanggal Surat
Gaes, Begini Cara Cek...
Gaes, Begini Cara Cek Tagihan Iuran BPJS Kesehatan Terbaru
Kenaikan Iuran BPJS...
Kenaikan Iuran BPJS Kesehatan Seharusnya Bertahap
Atasi Defisit, DPR Minta...
Atasi Defisit, DPR Minta Tata Kelola BPJS Kesehatan Dirombak Total
Iuran BPJS Kesehatan...
Iuran BPJS Kesehatan Naik, Rakyat Makin Sekarat
Berita Terkini
Tren Mobilitas Ramah...
Tren Mobilitas Ramah Lingkungan Meningkat, Pembiayaan Kendaraan Listrik MUF Melesat
1 jam yang lalu
Rupiah Amburadul Rp18...
Rupiah Amburadul Rp18 Ribu, Produk Rumah Tangga Unilever Bakal Naik Harga di Kuartal II 2026
1 jam yang lalu
Rupiah Terkapar, Dampaknya...
Rupiah Terkapar, Dampaknya Mulai Terasa ke Sektor Industri Nasional
1 jam yang lalu
PLN EPI, PLN Puslitbang...
PLN EPI, PLN Puslitbang dan ITERA Kolaborasi Kembangkan Tanaman Energi
2 jam yang lalu
Pelindo Sinergi Lokaseva...
Pelindo Sinergi Lokaseva Catat Kinerja Operasional Positif di Awal 2026
2 jam yang lalu
BRI Life Ungkap Peran...
BRI Life Ungkap Peran Mitra Stategis Selama 4 Dekade
3 jam yang lalu
Infografis
Beragam Manfaat Air...
Beragam Manfaat Air Rebusan Daun Kelor untuk Kesehatan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved