Investasi Melambat, Produksi Industri China Tetap Stabil

Kamis, 14 Desember 2017 - 12:13 WIB
Investasi Melambat,...
Investasi Melambat, Produksi Industri China Tetap Stabil
A A A
BEIJING - Produksi industri dan penjualan ritel China tumbuh stabil pada November 2017, sementara investasi aset melambat. Hal ini menguatkan tanda-tanda perlambatan pada negara dengan ekonomi terbesar kedua di dunia di tengah tindakan keras pemerintah terhadap risiko keuangan.

Seperti dikutip dari Reuters, Kamis (14/12/2017), aturan yang cukup ketat mengenai pabrik yang berpolusi juga mengotori produksi, sementara biaya pinjaman yang lebih tinggi telah membebani keseluruhan aktivitas ekonomi.

Sebelumnya, bank sentral China menaikkan suku bunga, beberapa jam setelah kenaikan suku bunga Reserve Reserve AS (The Fed). Data kemarin menunjukkan produksi industri naik 6,1% pada November dari tahun sebelumnya, tepat di atas perkiraan analis untuk kenaikan 6,0% dan di bawah kenaikan pada Oktober sebesar 6,2%.

Bagian utara China secara resmi memasuki musim pemanasan pada pertengahan November, pemerintah juga telah meningkatkan upaya untuk mengatasi musim dingin, memesan banyak pabrik baja, pabrik peleburan untuk mengurangi atau menghentikan produksi untuk mengendalikan polusi.

Biro Statistik Nasional mengatakan, pertumbuhan investasi aset tetap China melambat menjadi 7,2% pada periode Januari-November. Analis memperkirakan kenaikan 7,2% versus pertumbuhan 7,3% pada periode Januari-Oktober.

Seiring sisa perdagangan yang bergantung pada Asia, ekonomi China mendapat kenaikan dari ekspor yang telah mendorong kenaikan dalam pertumbuhan global.

Pendongkrak ekonomi Asia tumbuh pada tingkat yang sangat kuat dari hampir 6,9% melalui sembilan bulan pertama tahun ini, sebagian besar didukung oleh pemulihan di sektor manufakturnya berkat belanja infrastruktur yang dipimpin oleh pemerintah, pasar properti yang tangguh dan kekuatan tak terduga pada ekspor.

Konstruksi telah mendorong permintaan untuk segala hal mulai dari semen sampai baja dan mengangkat harga komoditas. Perang terhadap polusi telah mengurangi harga komoditas-dengan kekhawatiran kekurangan pasokan karena pemotongan produksi yang mengangkat harga bijih besi misalnya, sementara kekhawatiran akan perlambatan permintaan telah mengurangi sumber daya lainnya.

Awal bulan ini, China melaporkan pertumbuhan pabrik yang lebih baik dari perkiraan (PMI) dan data perdagangan untuk November. Data optimistis tersebut memperkuat ekspektasi perlambatan pertumbuhan yang lebih sederhana, bukan penurunan tajam dalam menghadapi kampanye Beijing untuk menyingkirkan ekonomi dari kecanduan utangnya.

Memang, pertumbuhan ekonomi masih diharapkan bisa dengan mudah memenuhi atau mengalahkan target pemerintah penuh tahun ini sekitar 6,5%. Data Kamis juga menunjukkan investasi fixed-asset oleh perusahaan negara naik 11,0% pada Januari-November, meningkat dari 10,9% dalam sepuluh bulan pertama tahun ini.

Pertumbuhan investasi swasta melambat menjadi 5,7% dari 5,8% pada Januari-Oktober. Penjualan ritel naik 10,2% pada November dab pertumbuhan penjualan ritel telah melonjak sekitar 10%-11% selama dua tahun terakhir.

Analis memperkirakan kenaikan 10,2%, sedikit lebih tinggi dari bulan sebelumnya, kemungkinan didorong oleh pesta belanja 24 jam tahunan China pada 11 November, yang dikenal sebagai Hari Singles.

Penjualan pada hari itu mencapai USD38,25 miliar, melebihi pendapatan gabungan untuk Black Friday dan Cyber
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Ekonomi China Pulih,...
Ekonomi China Pulih, Tumbuh 4,9 Persen Kuartal III 2020
Krisis Ekonomi China...
Krisis Ekonomi China Pengaruhi Ekspor Impor Dalam Negeri
Gelombang Covid-19 Kembali...
Gelombang Covid-19 Kembali Hantam Ekonomi Tiongkok
Menteri Keuangan Waspadai...
Menteri Keuangan Waspadai Situasi Kontraksi Ekonomi China
Momen Unik saat Presiden...
Momen Unik saat Presiden Prabowo Bicara Bahasa Tiongkok di Beijing
China Rebound, Bidik...
China Rebound, Bidik Pertumbuhan Ekonomi di Atas 6%
Berita Terkini
Menkeu Purbaya: Panda...
Menkeu Purbaya: Panda Bond Indonesia Dapat Dukungan Penuh Bank Sentral China
6 jam yang lalu
Cetak Sejarah, Hanasui...
Cetak Sejarah, Hanasui Jadi Serum Indonesia Pertama yang Diekspor ke Jepang
7 jam yang lalu
Lanjutkan Dedolarisasi,...
Lanjutkan Dedolarisasi, China dan Indonesia Buang Dolar Rp229,6 Triliun dalam 4 Bulan
8 jam yang lalu
OJK Rilis Daftar Direksi...
OJK Rilis Daftar Direksi BEI Baru, Ada 7 Direktur Terpilih
8 jam yang lalu
APKB Dorong Penyempurnaan...
APKB Dorong Penyempurnaan Regulasi Kawasan Berikat: Menjaga Daya Saing Industri dan Investasi
8 jam yang lalu
PLN EPI Tuntaskan Hot...
PLN EPI Tuntaskan Hot Tap WNTS-Pemping, Gas Natuna Siap Mengalir ke Dalam Negeri
8 jam yang lalu
Infografis
7 Negara dengan Produksi...
7 Negara dengan Produksi Tank Tempur Terbanyak di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved