Harga Minyak Melanjutkan Reli, Naik Selama Enam Hari

Sabtu, 13 Januari 2018 - 11:39 WIB
Harga Minyak Melanjutkan...
Harga Minyak Melanjutkan Reli, Naik Selama Enam Hari
A A A
NEW YORK - Harga minyak mentah naik untuk hari keenam pada perdagangan Jumat waktu Amerika Serikat, setelah Menteri Energi Rusia, Alexander Novak mengatakan bahwa pasokan minyak mentah dunia "belum seimbang". Dia menilai sejauh ini aksi OPEC dan non OPEC yang memangkas produksi membuat surplus pasar menurun, namun pasar belum sepenuhnya seimbang.

Komentar tersebut kembali meningkatkan harga, dimana sempat rebound dari penurunan sebelumnya. Pada Kamis lalu, harga minyak Brent mencapai USD70 per barel untuk pertama kalinya sejak Desember 2014. Melansir dari Reuters, Sabtu (13/1/2018), harga minyak Brent International naik 61 sen menjadi USD69,87 per barel.

Harga minyak berjangka AS, West Texas Intermediate (WTI) naik 50 sen menjadi USD64,30 per barel. WTI mencapai level terkuatnya sejak akhir 2014 di level USD64,77 pada hari Kamis lewat. Untuk pekan ini, Brent telah naik 3,3% sementara WTI melonjak 4,7%.

Kesepakatan antara Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) dan Rusia pada akhir 2016, untuk mengurangi 1,8 juta barel minyak mentah setiap hari akan berlangsung hingga akhir 2018. Hal ini demi menyeimbangkan pasokan di pasar, dimana dua tahun belakangan, minyak mengalami over produksi.

Namun AS membalas aksi tersebut dengan meningkatkan produksinya, sekaligus mengambil pasar yang ditinggalkan negara-negara OPEC dan Rusia. Melihat hal tersebut, Kepala Eksekutif Lukoil Rusia Vagit Alekperov mengatakan Rusia harus mulai keluar dari pakta jika harga minyak mentah tetap pada USD70 per barel selama lebih dari enam bulan.

Negara-negara penghasil minyak utama telah khawatir jika harga tetap berada di dekat level-level ini, maka akan memacu produksi tambahan dari Texas Utara, AS, sehingga memberi tambahan bagi pasokan minyak. Dan hal ini melukai pangsa pasar OPEC.

Perusahaan energi AS telah menambahkan 10 rig minyak pekan ini, kenaikan terbesar sejak Juni 2017. Perusahaan jasa energi Baker Hughes mengatakan jumlah rig menjadi 752, terbesar sejak September 2017.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Stok Seret Bikin Harga...
Stok Seret Bikin Harga Minyak Mentah Dunia Terkerek Naik
Amerika Buka Pembatasan,...
Amerika Buka Pembatasan, Harga Minyak Akan Terus Naik
Harga Minyak Mentah...
Harga Minyak Mentah Dunia Melayang Dekati Posisi USD70 Per Barel
Harga Minyak Ambrol...
Harga Minyak Ambrol 9% dalam Sepekan, Minggu Depan Gimana?
OPEC Bakal Jaga Harga...
OPEC Bakal Jaga Harga Minyak Mentah Dunia di Posisi USD70 per Barel
Harga Minyak Mentah...
Harga Minyak Mentah Turun Saat Badai Musim Dingin Bekukan Kilang AS
Berita Terkini
Menteri Dody Akui Mutasi...
Menteri Dody Akui Mutasi Pejabat PU, Tapi Tepis karena Bocornya Surat Perjalanan ke AS
28 menit yang lalu
Sering Kena Zonk & Trauma...
Sering Kena Zonk & Trauma Promo PHP Saat Belanja Online? Resep Ini Dijamin Bikin Happy
57 menit yang lalu
Purbaya Tepis Main-main...
Purbaya Tepis Main-main soal Tarik Ulur Dana SAL Rp400 Triliun di Bank BUMN
1 jam yang lalu
Mengulik Pemicu Fenomena...
Mengulik Pemicu Fenomena Financial Anxiety dan Lipstick Effect di Tengah Tekanan Ekonomi
2 jam yang lalu
BCA Perkuat Platform...
BCA Perkuat Platform Digital, Transaksi Nasabah Melalui Kanal Digital Tembus 99,8%
2 jam yang lalu
Koperasi Boleh Kelola...
Koperasi Boleh Kelola Tambang, Menkop Ferry: Sebaiknya Bukan Kopdes Merah Putih
2 jam yang lalu
Infografis
10 Pesawat Militer Termahal...
10 Pesawat Militer Termahal di Dunia, Harga 7 Bomber B-2 Hampir Setara Anggaran MBG
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved