Trump: Semua Pemimpin Harus Mengutamakan Negaranya

Sabtu, 27 Januari 2018 - 18:46 WIB
Trump: Semua Pemimpin...
Trump: Semua Pemimpin Harus Mengutamakan Negaranya
A A A
DAVOS - Sejak tahun 2000, Presiden Amerika Serikat tidak pernah menghadiri Forum Ekonomi Dunia (World Economic Forum/WEF) di Davos, Swiss. Kali ini, Presiden AS Donald Trump yang sempat absen tahun lalu, menghadiri WEF dengan menjelaskan kebijakan America First-nya. Trump menarik garis batas antara populisme anti perdagangan bebas dengan perdagangan yang berkeadilan.

Trump memperingatkan negara-negara lain agar tidak mencoba “mengeksploitasi” negara lainnya dengan mengatasnamakan perdagangan. “Amerika Serikat tidak akan lagi menutup mata terhadap praktik perdagangan yang tidak adil. Kita tidak bisa memiliki perdagangan bebas dan terbuka jika beberapa negara mengeksploitasi sistem dengan mengorbankan orang lain,” ujarnya seperti dilansir CNBC, Sabtu (27/1/2018).

Tidak hanya itu, Trump juga mengingatkan pentingnya bagi seorang pemimpin untuk mengutamakan negaranya. Menurut Trump, setiap pemimpin pertama-tama harus membantu warganya dalam mengurus kebutuhan “yang terlupakan”. Namun, kata Trump, kebijakan America First bukan berarti Amerika berjalan sendiri. Melainkan bekerja sama dengan negara lain melalui perdagangan bebas yang adil, sehingga ekonomi Amerika yang kuat akan mengangkat negara-negara lain.

Dalam pidatonya, Trump ingin menjadikan Amerika Serikat sebagai lingkungan bisnis yang ramah, di mana sebagian didorong oleh pemotongan pajak perusahaan secara besar-besaran. Hal ini sebagai upaya pemerintahnya untuk mengurangi peraturan tentang bisnis.

"Sekarang adalah saat yang tepat untuk membawa bisnis, pekerjaan dan investasi Anda ke Amerika Serikat," kata Trump kepada para pemimpin politik dan bisnis di Davos.

Pidato Trump tersebut seakan menjawab “cibiran” dari Presiden Prancis Emmanuel Macron dan Kanselir Jerman Angela Merkel yang mengatakan bahwa proteksionisme bukanlah jawaban yang tepat, kendati keduanya tidak menyebut nama Trump.

Trump lantas menaikkan alis ketika berbicara soal perdagangan Trans-Pacific Partnership. Ia menyatakan akan memikirkan kembali kesepakatan TPP jika AS mendapat kesempatan yang jauh lebih baik. Tahun lalu, Trump menarik diri dari kesepakatan karena menilai TPP merugikan negaranya.

"Saya akan melakukan TPP jika kita dapat membuat kesepakatan yang jauh lebih baik. Kesepakatan itu mengerikan. Cara terstrukturnya sangat mengerikan. Jika kita melakukan kesepakatan yang jauh lebih baik, saya akan terbuka terhadap TPP," ujarnya kepada CNBC. Kesepakatan TPP yang melibatkan Amerika Serikat, salah satunya merupakan inisiasi dari pendahulu Trump, yakni Barack Obama.

Mengikuti ucapan Trump, Menteri Keuangan AS, Steven Mnuchin mengatakan kepada CNBC bahwa Trump lebih menyukai kesepakatan perdagangan bilateral. Namun dia mengatakan atasannya akan “mempertimbangkan” sebuah kesepakatan multilateral jika ada pengaturan yang baik untuk Amerika Serikat.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Tanggapi WEF 2026 Davos,...
Tanggapi WEF 2026 Davos, SBY: Saya Pikir Banyak Good News Ya
Dari Ancaman Resesi...
Dari Ancaman Resesi hingga Polycrisis, WEF Ingatkan Berbagai Risiko Global di 2023
Dibayangi Resesi, WTO...
Dibayangi Resesi, WTO Ungkap Faktor Pendorong Perdagangan Global
Di WEF 2026, Dirut BRI...
Di WEF 2026, Dirut BRI Ungkap Peluang Akselerasi Bisnis Fintech di Indonesia
Hadiri WEF Davos 2026,...
Hadiri WEF Davos 2026, Dirut BRI Angkat Peran Kunci UMKM ke Panggung Keuangan Global
Airlangga Tegaskan Komitmen...
Airlangga Tegaskan Komitmen Transisi Energi di Pertemuan World Economic Forum 2022
Berita Terkini
Menteri PU Jawab Isu...
Menteri PU Jawab Isu Keponakan Jadi Komisaris: Lu Bisa Buktikan, Gue Kasih Umrah
1 jam yang lalu
Menteri Dody Akui Mutasi...
Menteri Dody Akui Mutasi Pejabat PU, Tapi Tepis karena Bocornya Surat Perjalanan ke AS
1 jam yang lalu
Sering Kena Zonk & Trauma...
Sering Kena Zonk & Trauma Promo PHP Saat Belanja Online? Resep Ini Dijamin Bikin Happy
2 jam yang lalu
Purbaya Tepis Main-main...
Purbaya Tepis Main-main soal Tarik Ulur Dana SAL Rp400 Triliun di Bank BUMN
2 jam yang lalu
Mengulik Pemicu Fenomena...
Mengulik Pemicu Fenomena Financial Anxiety dan Lipstick Effect di Tengah Tekanan Ekonomi
3 jam yang lalu
BCA Perkuat Platform...
BCA Perkuat Platform Digital, Transaksi Nasabah Melalui Kanal Digital Tembus 99,8%
3 jam yang lalu
Infografis
Saat Sekutu Berhenti...
Saat Sekutu Berhenti Menuruti Donald Trump
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved