Jumlah Pekerja Swasta AS Bertambah 234.000 di Januari 2018

Rabu, 31 Januari 2018 - 22:25 WIB
Jumlah Pekerja Swasta...
Jumlah Pekerja Swasta AS Bertambah 234.000 di Januari 2018
A A A
NEW YORK - Ekonomi Amerika Serikat semakin membaik di bawah pemerintahan Donald Trump, dibanding presiden sebelumnya. Dalam laporan yang diterbitkan ADP dan Moody’s Analytics, jumlah pekerja swasta di Negeri Paman Sam pada Januari 2018 diperkirakan bertambah 234.000 pekerja. Jumlah ini lebih tinggi dari perkiraan ekonom yang disurvei Reuters sebesar 185.000 pekerja.

Mengutip dari ADP Research Institute, Rabu (31/1/2018), penciptaan lapangan kerja di AS tersebut terbagi menjadi tiga skala. Industri kecil alias kelas UMKM mempekerjakan 58.000 pekerja, industri kelas menengah bertambah 91.000 pekerja, dan industri kelas atas menyerap sekitar 85.000 tenaga kerja.

Jumlah sebesar 234.000 tenaga kerja itu terbagi menjadi dua bidang, yaitu industri jasa sebesar 212.000 orang dan sektor produksi sebanyak 22.000 tenaga kerja.

Untuk industri jasa terbagi menjadi sektor perdagangan dan transportasi bertambah 51.000 pekerja, pendidikan dan kesehatan sebanyak 47.000 pekerja, profesional dan bisnis menyumbang 46.000 pekerja, hotel dan restoran tumbuh 46.000 pekerja. Sektor keuangan 16.000 dan lain-lain 9.000 pekerja.

Sedangkan untuk sektor produksi, sektor manufaktur bertambah 12.000 pekerja, konstruksi menyumbang 9.000 tenaga kerja baru, sektor pertambangan dan migas menyerap 1.000 tenaga kerja. “Kenaikan jumlah pekerja pada bulan Januari sangat kuat. Tahun 2018, ekonomi bisa menciptakan lebih dari 2 juta tenaga kerja,” kata Kepala Ekonom Moody’s Analytics, Mark Zandi kepada CNBC, Rabu (31/1/2018).

ADP Research Institute menghitung tingkat pengangguran nasional di Amerika turun menjadi 4,1%, meski kenaikan upah belum terjadi secara signifikan. Namun, pertumbuhan ekonomi secara keseluruhan telah solid, bahkan bank sentral AS, Federal Reserve di Negara Bagian Atlanta memproyeksikan pertumbuhan ekonomi AS pada kuartal I 2018 mencapai 4,2%.

Tidak hanya itu, dalam wawancara dengan CNBC, Zandi mengatakan tingkat pengangguran di Amerika Serikat akan turun menjadi 3,5% pada akhir tahun 2018.

Kenaikan jumlah pekerjaan di AS kemungkinan akan mendorong Federal Reserve untuk lebih agresif terhadap suku bunga. Bank sentral AS ini telah mengindikasikan kemungkinan kenaikan suku bunga pada kuartal ini. Namun, kata Zandi, hal itu tidak perlu dilakukan demi menjaga agar ekonomi tidak terlalu panas.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Presiden AS Trump Hadiri...
Presiden AS Trump Hadiri Perayaan Hari Veteran di Pemakaman Nasional Arlington
Profil Calon Presiden...
Profil Calon Presiden Donald Trump
Dihadiri Pendukung Presiden...
Dihadiri Pendukung Presiden AS Donald Trump, Unjuk Rasa Anti Trump Berlangsung Memanas
DPR Amerika Serikat...
DPR Amerika Serikat Kembali Makzulkan Presiden Donald Trump
Telinga Kanan Diperban,...
Telinga Kanan Diperban, Mantan Presiden AS Donald Trump Hadiri Konvensi Nasional Partai Republik
Pendukung Trump Kembali...
Pendukung Trump Kembali Gelar Aksi Menolak Hasil Pilpres AS di Washington
Berita Terkini
Menteri PU Jawab Isu...
Menteri PU Jawab Isu Keponakan Jadi Komisaris: Lu Bisa Buktikan, Gue Kasih Umrah
1 jam yang lalu
Menteri Dody Akui Mutasi...
Menteri Dody Akui Mutasi Pejabat PU, Tapi Tepis karena Bocornya Surat Perjalanan ke AS
2 jam yang lalu
Sering Kena Zonk & Trauma...
Sering Kena Zonk & Trauma Promo PHP Saat Belanja Online? Resep Ini Dijamin Bikin Happy
2 jam yang lalu
Purbaya Tepis Main-main...
Purbaya Tepis Main-main soal Tarik Ulur Dana SAL Rp400 Triliun di Bank BUMN
3 jam yang lalu
Mengulik Pemicu Fenomena...
Mengulik Pemicu Fenomena Financial Anxiety dan Lipstick Effect di Tengah Tekanan Ekonomi
3 jam yang lalu
BCA Perkuat Platform...
BCA Perkuat Platform Digital, Transaksi Nasabah Melalui Kanal Digital Tembus 99,8%
3 jam yang lalu
Infografis
True Promise 4 Mengamuk!...
True Promise 4 Mengamuk! Pangkalan Militer AS di Timur Tengah Jadi Rongsokan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved