IHSG Balik Turun 5,99 Poin, Rupiah Tertunduk ke Rp13.770
Selasa, 06 Maret 2018 - 12:37 WIB
IHSG Balik Turun 5,99 Poin, Rupiah Tertunduk ke Rp13.770
A
A
A
JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada sesi I perdagangan Selasa (6/3/2018) berbalik melemah, dengan turun 5,99 poin atau 0,09% ke level 6.544,60. Awal perdagangan, IHSG dibuka naik 0,41% atau 26,59 poin di level 6.577,18.
Enam sektor saham berada di zona negatif, sehingga kembali membebani pasar saham. Dari 499 saham, 155 tertekan, 151 stabil, dan 193 naik.
Nilai transaksi saham Rp5,02 triliun dari 6,81 miliar lot saham. Transaksi bersih asing minus Rp848 miliar, dengan aksi jual asing Rp2,19 triliun berbanding aksi beli asing Rp1,34 triliun.
Adapun kurs rupiah terhadap dolar AS (USD) pada jeda siang ini, semakin tertunduk di pasar spot. Indeks Bloomberg mencatat mata uang NKRI jatuh 8 poin atau 0,06% menjadi Rp13.770 per USD, dibanding penutupan Senin di Rp13.762 per USD.
Melansir Bloomberg, Selasa (6/3/2018), rupiah mengalami koreksi dalam, merosot ke level terendah dua tahun. Rupiah telah jatuh 1,5% dalam sebulan terakhir, membuatnya menjadi mata uang terburuk di Asia dan terburuk ketiga diantara 24 mata uang pasar negara berkembang di seluruh dunia.
Penurunan rupiah karena investor luar negeri menjual saham dan obligasi nasional dan volatilitas ekuitas melonjak karena ekspektasi suku bunga AS yang lebih tinggi.
Enam sektor saham berada di zona negatif, sehingga kembali membebani pasar saham. Dari 499 saham, 155 tertekan, 151 stabil, dan 193 naik.
Nilai transaksi saham Rp5,02 triliun dari 6,81 miliar lot saham. Transaksi bersih asing minus Rp848 miliar, dengan aksi jual asing Rp2,19 triliun berbanding aksi beli asing Rp1,34 triliun.
Adapun kurs rupiah terhadap dolar AS (USD) pada jeda siang ini, semakin tertunduk di pasar spot. Indeks Bloomberg mencatat mata uang NKRI jatuh 8 poin atau 0,06% menjadi Rp13.770 per USD, dibanding penutupan Senin di Rp13.762 per USD.
Melansir Bloomberg, Selasa (6/3/2018), rupiah mengalami koreksi dalam, merosot ke level terendah dua tahun. Rupiah telah jatuh 1,5% dalam sebulan terakhir, membuatnya menjadi mata uang terburuk di Asia dan terburuk ketiga diantara 24 mata uang pasar negara berkembang di seluruh dunia.
Penurunan rupiah karena investor luar negeri menjual saham dan obligasi nasional dan volatilitas ekuitas melonjak karena ekspektasi suku bunga AS yang lebih tinggi.
(ven)
Lihat Juga :