IHSG Jatuh 79,72 Poin, Rupiah Menguat ke Rp13.770
Rabu, 07 Maret 2018 - 12:45 WIB
IHSG Jatuh 79,72 Poin, Rupiah Menguat ke Rp13.770
A
A
A
JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada sesi I perdagangan Rabu (7/3/2018) jatuh 79,72 poin atau 1,23% menjadi 6.420,39. Awal perdagangan, indeks sempat dibuka naik tipis naik tergelincir 5,39 poin atau 0,08% ke posisi 6.494,72.
Semua sektor saham acuan memburuk, dengan 7 sektor ambruk hingga lebih dari 1%. Tiga diantaranya terjun melebihi 2%, yakni pertambangan turun 2,57%, perkebunan lemah 2,43%, dan aneka industri berkurang 2,26%.
Dari 478 saham, 334 terkoreksi, 82 stabil, dan 62 naik. Nilai transaksi saham mencapai Rp3,92 triliun dari 7,32 miliar lembar saham. Transaksi bersih asing negatif Rp287,86 miliar, di mana aksi jual asing Rp1,20 triliun dan aksi beli asing Rp918,57 miliar.
Sementara itu, kurs rupiah terhadap dolar AS pada jeda siang ini menguat terbatas. Indeks Bloomberg mencatat, mata uang NKRI menguat 6 poin atau 0,04% menjadi Rp13.770 per USD, dibanding penutupan Selasa di Rp13.776 per USD. Sebelumnya rupiah dibuka menguat di Rp13.758 per USD, merespon jelang pengumuman cadangan devisa Indonesia bulan Februari yang diproyekskan lebih baik dari Januari.
Semua sektor saham acuan memburuk, dengan 7 sektor ambruk hingga lebih dari 1%. Tiga diantaranya terjun melebihi 2%, yakni pertambangan turun 2,57%, perkebunan lemah 2,43%, dan aneka industri berkurang 2,26%.
Dari 478 saham, 334 terkoreksi, 82 stabil, dan 62 naik. Nilai transaksi saham mencapai Rp3,92 triliun dari 7,32 miliar lembar saham. Transaksi bersih asing negatif Rp287,86 miliar, di mana aksi jual asing Rp1,20 triliun dan aksi beli asing Rp918,57 miliar.
Sementara itu, kurs rupiah terhadap dolar AS pada jeda siang ini menguat terbatas. Indeks Bloomberg mencatat, mata uang NKRI menguat 6 poin atau 0,04% menjadi Rp13.770 per USD, dibanding penutupan Selasa di Rp13.776 per USD. Sebelumnya rupiah dibuka menguat di Rp13.758 per USD, merespon jelang pengumuman cadangan devisa Indonesia bulan Februari yang diproyekskan lebih baik dari Januari.
(ven)
Lihat Juga :