Petrokimia Gresik Jamin Pupuk Subsidi Tak Mahal dan Mudah Didapat

Selasa, 20 Maret 2018 - 23:09 WIB
Petrokimia Gresik Jamin...
Petrokimia Gresik Jamin Pupuk Subsidi Tak Mahal dan Mudah Didapat
A A A
GRESIK - PT Petrokimia Gresik menjamin ketersediaan pupuk subsidi, sehingga para petani diminta tak perlu khawatir saat musim tanam ini. Sekretaris Perusahaan Petrokimia Gresik Yusuf Wibisono menegaskan, bila pupuk subsidi tidak akan dijual mahal serta gampang didapat dan juga tidak langka.

Menurutnya saat ini ada tiga isu seputar permasalahan pupuk bersubsidi di berbagai daerah. Berdasar laporan yang diterima bahwa pupuk subsidi kerap dijual lebih mahal, ditambah sulit didapat dan kerap terjadi kelangkaan. “Dalam hal ini ada hal-hal yang perlu dilihat secara mendalam. Khususnya, terkait tiga hal tersebut,” ujar Yusuf, Selasa (20/3/2018).

Terkait dengan mahalnya harga pupuk, petani dinilai harus tergabung dalam kelompok tani dan menyusun Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK). Dalam penyusunannya, petani dibantu oleh petugas penyuluh pertanian dari dinas setempat.

“Nah, sekarang kita perlu pastikan terlebih dahulu, apakah petani tersebut sudah tergabung dalam kelompok tani dan menyusun RDKK, atau belum? Bila belum, maka petani belum berhak dapat pupuk bersubsidi. Sehingga, menggunakan pupuk non-subsidi yang harganya jelas jauh lebih mahal dibanding pupuk bersubsidi,” ungkapnya.

Terkait pupuk yang sulit didapat, lanjut Yusuf produsen pupuk anak usaha PT Pupuk Indonesia (Persero), termasuk PG, pada dasarnya hanya memproduksi dan menyalurkan pupuk bersubsidi. Ini ditetapkan dalam Permendag Nomor:15 Tahun 2013. Sedangkan jumlah alokasi pupuk bersubsidi sudah ditetapkan melalui Permentan Nomor:47 Tahun 2017 yaitu sebesar 9,55 juta ton untuk tahun 2018.

Karenanya, terang dia supaya gampang mendapat pupuk subsidi, petani perlu memeriksa kembali alokasinya di suatu daerah, ada atau tidak ada. Bila alokasi habis, maka pupuk akan susah didapat, dan produsen sudah tentu tidak akan bisa menyalurkannya selama tidak ada keputusan realokasi dari pemerintah.

“Produsen tidak bisa serta merta melakukan realokasi pupuk bersubsidi tanpa adanya keputusan dari pemerintah, karena hal itu jelas menyalahi aturan Permendag dan Permentan tadi,” tegasnya.

Ia mengakui apabila alokasi secara nasional memang kurang, namun tidak membuat pupuk bersubsidi menjadi langka. Kebutuhan pupuk petani Indonesia berkisar pada angka 13 juta ton setiap tahunnya, tapi pagu anggaran negara hanya cukup memproduksi pupuk bersubsidi sebesar 9,55 juta ton. “Artinya, ada kekurangan atau gap sekitar 3-4 juta ton kebutuhan pupuk setiap tahunnya yang tidak dapat dipenuhi melalui skema subsidi,” ujar dia.

Sementara itu, Mabager Humas PG, M Ihwan menambahkan, bila PG sebagai salah satu produsen pupuk yang diberi mandat pemerintah, telah menyalurkan pupuk bersubsidi ke daerah yang menjadi tanggungjawabnya. Pada musim tanam kedua, Maret 2018, PG menyiapkan stok pupuk bersubsidi lebih dari 1 juta ton atau empat kali lebih banyak dari stok ketentuan minimum pemerintah, yaitu sebesar 227.318 ton.

“Penyaluran memang masih 72% karena petani di sejumlah daerah juga masih dalam masa panen. Namun, distribusi pupuk terus berjalan dan insya Allah akan sesuai dengan alokasi yang telah ditentukan,” ujarnya.

Dari alokasi nasional 9,55 juta ton, lanjut Ihwan, PG mendapat alokasi penyaluran sebesar 5,3 juta ton. Hingga saat ini PG sendiri sudah menyalurkan sebesar 1.057.632 ton atau 72% dari tanggung jawab alokasi sampai dengan Maret 2018.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Pengawasan Distribusi...
Pengawasan Distribusi Pupuk Bersubsidi Diperketat Lewat Aplikasi Digital
Inovasi Digital Petrokimia...
Inovasi Digital Petrokimia Gresik Percepat Layanan Pupuk Nonsubsidi
Stok Pupuk Bersubsidi...
Stok Pupuk Bersubsidi 437.900 Ton, Petani Sambut Musim Tanam April dengan Aman
Petrokimia Gresik Uji...
Petrokimia Gresik Uji Coba Drone untuk Pupuk Granul
Petrokimia Gresik Terapkan...
Petrokimia Gresik Terapkan Transformasi Digital Berkelanjutan
Pupuk Indonesia Teken...
Pupuk Indonesia Teken JDA Pengembangan Green Hydrogen dan Green Ammonia di Gresik
Berita Terkini
Pertamina EP Bukukan...
Pertamina EP Bukukan Produksi Migas 205 Ribu MBOEPD Sepanjang 2025
1 jam yang lalu
Diganjar Rating Negatif...
Diganjar Rating Negatif dari Moody's, Danantara Bilang Begini
1 jam yang lalu
Harga Emas Antam Naik...
Harga Emas Antam Naik Rp11.000 per Gram, Ini Rincian Lengkapnya
2 jam yang lalu
IHSG Pagi Ini Dibuka...
IHSG Pagi Ini Dibuka Hijau Sesaat, Lalu Ambruk Lebih dari 1%
3 jam yang lalu
Dirut BRI Hery Gunardi:...
Dirut BRI Hery Gunardi: Adopsi AI Jadi Kunci Perbankan Pertahankan Nasabah
3 jam yang lalu
Kebijakan Tambang RI...
Kebijakan Tambang RI Berubah-ubah, Investor China Mulai Alihkan Investasi Nikel ke Afrika
4 jam yang lalu
Infografis
Piala Dunia 2026: Panggung...
Piala Dunia 2026: Panggung Terakhir Messi-Ronaldo dan Lahirnya Era Baru
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved