Pemilu Berpotensi Bikin Ekonomi RI Sulit Bangkit Tahun Depan

Rabu, 11 April 2018 - 14:59 WIB
Pemilu Berpotensi Bikin...
Pemilu Berpotensi Bikin Ekonomi RI Sulit Bangkit Tahun Depan
A A A
JAKARTA - Bank Pembangunan Dunia (Asian Development Bank/ADB) memprediksi pertumbuhan ekonomi Indonesia pada tahun 2019 sebesar 5,3%. Prediksi ini sama dengan prediksi ADB terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia di tahun ini yaitu sebesar 5,3%.

(Baca Juga: Perang Dagang China dan AS Diyakini ADB Tak Ganggu Ekonomi RI )

Ekonom ADB Priasto Adji mengatakan, salah satu yang menyebabkan ekonomi Indonesia sulit bangkit tahun depan yakni lantaran Indonesia akan menghadapi pemilihan umum (pemilu) di 2019. Biasanya, kata dia, pengusaha akan mengambil sikap wait and see untuk berinvestasi di tahun politik.

"Kita ada election tahun depan. Dari sisi investasi kadang investor suka wait and see," katanya di Kantor ADB, Jakarta, Rabu (11/4/2018).

(Baca Juga: ADB Prediksi Ekonomi RI Tumbuh 5,3% di 2018 dan 2019 )

Selain itu, sambung Priasto, Indonesia juga mengalami ketidakpastian dari sisi eksternal. Salah satunya karena ada normalisasi kebijakan dari Bank Sentral Amerika Serikat (The Federal Reserve).

"Sebenarnya masih cukup bagus ya 5,3% tahun depan. Permasalahannya, kenapa tahun depan tidak kita raise growth kita. Karena ada ketidakpastian dari eksternal. Sepertinya akan ada normalisasi dari US Fed Rate. Jadi untuk tumbuh di atas 5,3% itu masih butuh waktu," imbuh dia.

Menurutnya, normalisasi kebijakan AS perlu diantisipasi sejak dini oleh pemangku kepentingan di Tanah Air. Sebab, hal tersebut berpotensi membuat aliran dana keluar (capital outflow) dari Indonesia.

"Dampak pertama buat Indonesia, dari sisi outflow ini perlu diantisipasi dari sekarang. Central bank pasti sudah antisipasi dari sekarang. Dan kayaknya masih cukup banyak ruang, sekarang policy rate nya masih cukup bagus. Sudah lama tidak dinaikkan. Dari sisi capital outflow tahun depan itu akan jadi risiko," terangnya.

Ditambahkannya, inflasi tahun depan diperkirakan juga akan meningkat. Sehingga hal ini membuat ekonomi Indonesia pada tahun depan akan sedikit tertahan.

"Ini karena secara umum global inflation akan naik tahun depan. Dan kita juga melihat pemerintah sudah menjanjikan tidak akan menaikkan fuel price subsidi. Tapi ada kemungkinan ada cross substitution, misalnya Pertamina kan sudah menaikkan yang nonsubsidi," tandasnya.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Pertumbuhan Ekonomi...
Pertumbuhan Ekonomi Sulawesi Selatan Kuartal I Tahun 2024
Dorong Industri Event...
Dorong Industri Event untuk Pertumbuhan Ekonomi Nasional
Proyeksi Pertumbuhan...
Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi RI Kembali Dipangkas
Membaca Ketahanan Ekonomi...
Membaca Ketahanan Ekonomi RI dalam Dinamika Global Kuartal III 2025
BI Proyeksikan Ekonomi...
BI Proyeksikan Ekonomi RI Tumbuh 4,7 Persen hingga 5,5 Persen di 2025
Prospek Bisnis Seiring...
Prospek Bisnis Seiring Pertumbuhan Ekonomi RI
Berita Terkini
AS Sanksi Perusahaan-perusahaan...
AS Sanksi Perusahaan-perusahaan China, Ekspor Minyak Iran Merosot 80%
4 jam yang lalu
SIG Resmikan Fasilitas...
SIG Resmikan Fasilitas Ekspor Tuban, Bidik 450.000 Ton Semen ke AS
5 jam yang lalu
Penguatan IHSG dan Rupiah...
Penguatan IHSG dan Rupiah Berlanjut, Pasar Respons Positif Kepastian Posisi Menkeu
5 jam yang lalu
Perdana, Danantara Terbitkan...
Perdana, Danantara Terbitkan Obligasi Global Senilai USD1,5 Miliar
5 jam yang lalu
Sucofindo Gelar ENSIA...
Sucofindo Gelar ENSIA 2026, Dorong Inovasi Berkelanjutan
6 jam yang lalu
Kajian 13 Proyek Hilirisasi...
Kajian 13 Proyek Hilirisasi Rampung Juli, Nilainya Ditaksir Capai Rp239 Triliun
6 jam yang lalu
Infografis
Penyebab 85 Juta Pekerjaan...
Penyebab 85 Juta Pekerjaan yang Terancam Musnah Tahun Depan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved