Harga Minyak Dunia Menguat di Tengah Kekhawatiran Sanksi ke Iran

Kamis, 26 April 2018 - 09:58 WIB
Harga Minyak Dunia Menguat...
Harga Minyak Dunia Menguat di Tengah Kekhawatiran Sanksi ke Iran
A A A
SINGAPURA - Harga minyak dunia pada perdagangan, Kamis (26/4/2018) tercatat menguat didukung oleh harapan bahwa Amerika Serikat (AS) akan memberlakukan kembali sanksi terhadap Iran. Sentimen positif selanjutnya datang dari penurunan output di Venezuela serta munculnya permintaan yang kuat.

Dilansir Reuters hari ini, harga minyak mentah berjangka Brent diperdagangkan pada level USD74,42 per barel dengan kenaikan sebesar 42 sen atau 0,6% dari sesi penutupan terakhir. Sedangkan harga minyak berjangka West Texas Intermediate (WTI) bertambah 33 sen yang setara 0,5% menjadi USD68,38 per barel.

Para pelaku pasar menerangkan, kenaikan harga di pasar terimbas oleh ekspektasi bahwa Amerika Serikat pada Mei, mendatang bakal memberlakukan sanksi terhadap Iran, yang merupakan produsen utama dan salah satu anggota Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak Dunia (OPEC).

Presiden Prancis Emmanuel Macron dalam kunjungan kenegaraan ke AS, dirinya berharap Trump menarik diri dari kesepakatan yang dicapai dengan Iran pada tahun 2015, silam. Dimana Iran memutuskan menghentikan program nuklirnya sebagai imbalannya negara-negara barat mengangkat sanksi ekonomi yang melumpuhkan negara tersebut.

Presiden AS Donald Trump diyakini akan memutuskan pada 12 Mei, mendatang apakah akan mengembalikan sanksi AS terhadap Teheran, yang kemungkinan akan berdampak pada pengurangan ekspor minyak. Lebih lanjut dorongan kepada harga minyak datang dari penyusutan output di Venezuela, yang merupakan produsen terbesar OPEC di Amerika Latin.

Produksi minyak mentah Venezuela, PRODN-VE telah jatuh dari hampir 2,5 juta barel per hari (bpd) pada awal 2016 menjadi sekitar 1,5 juta barel per hari akibat gejolak politik dan ekonomi. Perusahaan minyak utama AS Chevron Corp (CVX.N) telah mengevakuasi eksekutif mereja dari Venezuela setelah dua pekerjanya dipenjara karena perselisihan kontrak dengan perusahaan minyak milik negara PDVSA.

Penurunan output dan sanksi AS terhadap sanksi Iran terhadap Iran mencuat di tengah permintaan yang kuat, terutama di Asia, wilayah konsumen minyak terbesar di dunia. Namun, tidak semua indikator pasar mengarah pada pasokan yang lebih ketat.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Stok Seret Bikin Harga...
Stok Seret Bikin Harga Minyak Mentah Dunia Terkerek Naik
Amerika Buka Pembatasan,...
Amerika Buka Pembatasan, Harga Minyak Akan Terus Naik
Harga Minyak Ambrol...
Harga Minyak Ambrol 9% dalam Sepekan, Minggu Depan Gimana?
Harga Minyak Mentah...
Harga Minyak Mentah Dunia Melayang Dekati Posisi USD70 Per Barel
OPEC Bakal Jaga Harga...
OPEC Bakal Jaga Harga Minyak Mentah Dunia di Posisi USD70 per Barel
Tumbuh 173%, Komoditas...
Tumbuh 173%, Komoditas Minyak Mentah Jadi Primadona di 2021
Berita Terkini
Topremit Catat 300.000...
Topremit Catat 300.000 Pengguna, Remitansi Digital Kian Digemari
17 menit yang lalu
IHSG Pagi Ini Anjlok...
IHSG Pagi Ini Anjlok Lebih 1%, Balik ke Level 5.700-an
29 menit yang lalu
Perkuat Industri Maritim,...
Perkuat Industri Maritim, BKI Dorong Kolaborasi PIKKI Bersama PT PAL
57 menit yang lalu
Sensus Ekonomi 2026...
Sensus Ekonomi 2026 Jadi Navigasi Pembangunan Nasional
1 jam yang lalu
Pendapatan Melonjak...
Pendapatan Melonjak 47,7%, KPIG Raih Laba Bersih Rp724,2 Miliar di 2025
1 jam yang lalu
MNC Asia Holding Raup...
MNC Asia Holding Raup Laba Bersih Rp1,4 Triliun di 2025, Setujui Private Placement 8,6 Miliar Saham
2 jam yang lalu
Infografis
10 Pemain Bintang yang...
10 Pemain Bintang yang Absen di Piala Dunia 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved