Soal Percakapan Menteri BUMN Bagi Saham, Jokowi Diminta Clearkan

Selasa, 01 Mei 2018 - 16:04 WIB
Soal Percakapan Menteri...
Soal Percakapan Menteri BUMN Bagi Saham, Jokowi Diminta Clearkan
A A A
JAKARTA - Direktur Eksekutif Energy Watch, Mamit Setiawan mengkritik sikap Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat menanggapi kabar mengenai rekaman percakapan via telepon antara Menteri BUMN Rini Soemarno dan Direktur Utama PT PLN (Persero) Sofyan Basir. Menurutnya, Jokowi tidak bisa lagi terkesan seperti menghindari pertanyaan itu.

(Baca Juga: Klarifikasi Soal Obrolan Menteri Rini dan Bos PLN Bahas Bagi Saham )

Dia menyatakan, Jokowi harus segera turun tangan dalam skandal percakapan Rini-Sofyan yang sudah berujung melahirkan wacana sebuah pansus di DPR. "Presiden memang harus ikut turun tangan, dia harus membuatnya semuanya lebih clear, sekarang kan masih abu-abu," katanya di Jakarta, Selasa (1/5/2018).

Mengenai sosok AS yang disebut-sebut dalam rekaman tersebut, Mamit mengakui bahwa sosok kakak kandung Rini Soemarno ini punya nama besar di sektor migas negeri ini.

"Kalau bicara pengaruhnya dia di Pertamina, kita harus akui masih ada orang-orang dia itu. Jadi secara sosok dia itu, AS orang yang cukup berkuasa dan berpengaruh di Pertamina. Cuma sekarang bagaimana pengaruh itu digunakan untuk kepentingan baik Pertamina," tandasnya.

Sebelumnya, akhir pekan lalu masyarakat dibuat geger dengan bocornya rekaman percakapan via telepon antara Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno dan Direktur Utama (Dirut) PT PLN (Persero) terkait salah satu proyek di BUMN. Rekaman tersebut menjadi viral karena diduga membicarakan mengenai 'bagi-bagi fee' proyek.

Saat dimintai tanggapannya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengaku tak mau berkomentar banyak soal kasus tersebut. Sebab, berita tersebut belum jelas dan percakapan keduanya masih terpotong-potong. "Saya tidak mau komentar sebelum semuanya jelas (soal rekaman percakapan Rini Soemarno dan Bos PLN)," tegas Jokowi di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta, Senin (30/4).

Sementara iru Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) sendiri telah memberikan klarifikasi terkait percakapan tersebut yang dinilai telah diedit sedemikian rupa dengan tujuan memberikan informasi yang salah dan menyesatkan. Kementerian juga menegaskan bahwa percakapan tersebut bukan membahas tentang 'bagi-bagi saham' sebagaimana yang dicoba digambarkan dalam penggalan rekaman suara tersebut.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Garuda Indonesia Raih...
Garuda Indonesia Raih Lima Penghargaan Terbaik Pada Ajang BUMN Branding and Marketing Award 2020
Kementerian BUMN Perkenalkan...
Kementerian BUMN Perkenalkan Komunitas Srikandi BUMN
Kementerian BUMN Perluas...
Kementerian BUMN Perluas Vaksinasi untuk Lansia
Tidak Efektif secara...
Tidak Efektif secara Bisnis, 8 BUMN Ini Akan Ditutup
Erick Thohir Ungkap...
Erick Thohir Ungkap 3 BUMN Pemilik Utang Paling Besar
Berikan Kesempatan DisabiĀ­litas...
Berikan Kesempatan DisabiĀ­litas Berkiprah di Lapangan Kerja
Berita Terkini
Dasco Bahas Tata Kelola...
Dasco Bahas Tata Kelola PT DSI Bersama Bahlil dan Kepala BP BUMN: Ada Beberapa Perlu Diperjelas
1 jam yang lalu
Dipakai Bayar Utang...
Dipakai Bayar Utang dan Jaga Rupiah, Cadangan Devisa Mei 2026 Ambles ke USD144,9 Miliar
2 jam yang lalu
NHM Terima Penghargaan...
NHM Terima Penghargaan atas Kontribusi Aktif dalam Perlindungan Lingkungan
2 jam yang lalu
Harga Emas Dibuka Naik...
Harga Emas Dibuka Naik Rp5 Ribu ke Rp2.743.000 per Gram, Intip Rinciannya
3 jam yang lalu
Marketplace kian Sesak,...
Marketplace kian Sesak, Momentum Baru bagi Pertumbuhan Bisnis Mandiri
4 jam yang lalu
IHSG Hari Ini Dibuka...
IHSG Hari Ini Dibuka Makin Terkapar di Posisi 5.486, Ada 515 Saham Melemah
4 jam yang lalu
Infografis
Reshuffle Kabinet Jokowi...
Reshuffle Kabinet Jokowi Lantik 3 Menteri dan 1 wakil Menteri
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved