IHSG Limbung 22,32 Poin, Harga Minyak Lambungkan Pasar Asia
Selasa, 08 Mei 2018 - 09:49 WIB
IHSG Limbung 22,32 Poin, Harga Minyak Lambungkan Pasar Asia
A
A
A
JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka melemah 22,32 poin atau 0,38% ke level 5.862,78 pada perdagangan Selasa (8/5/2018).
Kemarin, IHSG ditutup mengambil untung 92,75 poin atau 1,60% ke level 5.885,10. Senin lalu, indeks diperdagangkan di level 5.808,19-5.885,10.
Limbungnya indeks disebabkan mayoritas indeks sektoral terkoreksi, dengan tekanan utama datang dari infrastruktur yang melemah 2,89%, disusul sektor konsumer yang melemah 2,5%. Hanya sektor pertanian yang menguat 0,38%.
Penurunan IHSG pagi ini juga dipicu, antara lain, oleh kemerosotan harga saham Bank Central Asia Tbk (BBCA), Unilever Indonesia Tbk (UNVR), H.M. Sampoerna Tbk (HMSP) dan Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM).
Dari 387 saham, 210 tertekan, 82 stabil, dan 95 menguat. Nilai transaksi saham mencapai Rp1,61 triliun dari 2,98 miliar lembar saham. Transaksi bersih asing -Rp108,56 miliar, dengan aksi jual asing Rp594,50 miliar dan aksi beli asing Rp485,93 miliar.
Sementara itu, saham Asia dibuka lebih tinggi karena melemahnya harga minyak. Hal ini disebabkan investor yang menunggu keputusan Trump soal kesepakatan Iran.
Melansir CNBC, Selasa (8/5), indeks Nikkei 225 Jepang menguat 0,2% dan Topix naik tipis 0,48%, dimana 28 dari 33 sub sektoral diperdagangkan lebih tinggi.
Indeks Kospi Korea Selatan bertambah 0,42% berkat kenaikan saham Samsung Electronic sebesar 1,73% dan SK Hynix naik 2,05%. Di Australia, S&P/ASX 200 bertambah 0,42% karena saham keuangan naik 0,96%.
Di Hong Kong, indeks Hang Seng menguat 0,59%, berkat sektor energi dan keuangan yang berkinerja baik. Shanghai lebih tinggi sebesar 0,1% dan komposit Shenzhen merayap naik 0,16%.
Kemarin, IHSG ditutup mengambil untung 92,75 poin atau 1,60% ke level 5.885,10. Senin lalu, indeks diperdagangkan di level 5.808,19-5.885,10.
Limbungnya indeks disebabkan mayoritas indeks sektoral terkoreksi, dengan tekanan utama datang dari infrastruktur yang melemah 2,89%, disusul sektor konsumer yang melemah 2,5%. Hanya sektor pertanian yang menguat 0,38%.
Penurunan IHSG pagi ini juga dipicu, antara lain, oleh kemerosotan harga saham Bank Central Asia Tbk (BBCA), Unilever Indonesia Tbk (UNVR), H.M. Sampoerna Tbk (HMSP) dan Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM).
Dari 387 saham, 210 tertekan, 82 stabil, dan 95 menguat. Nilai transaksi saham mencapai Rp1,61 triliun dari 2,98 miliar lembar saham. Transaksi bersih asing -Rp108,56 miliar, dengan aksi jual asing Rp594,50 miliar dan aksi beli asing Rp485,93 miliar.
Sementara itu, saham Asia dibuka lebih tinggi karena melemahnya harga minyak. Hal ini disebabkan investor yang menunggu keputusan Trump soal kesepakatan Iran.
Melansir CNBC, Selasa (8/5), indeks Nikkei 225 Jepang menguat 0,2% dan Topix naik tipis 0,48%, dimana 28 dari 33 sub sektoral diperdagangkan lebih tinggi.
Indeks Kospi Korea Selatan bertambah 0,42% berkat kenaikan saham Samsung Electronic sebesar 1,73% dan SK Hynix naik 2,05%. Di Australia, S&P/ASX 200 bertambah 0,42% karena saham keuangan naik 0,96%.
Di Hong Kong, indeks Hang Seng menguat 0,59%, berkat sektor energi dan keuangan yang berkinerja baik. Shanghai lebih tinggi sebesar 0,1% dan komposit Shenzhen merayap naik 0,16%.
(ven)
Lihat Juga :