Rupiah Siang Masih Tak Berdaya, IHSG Berbalik Menguat
Rabu, 09 Mei 2018 - 12:40 WIB
Rupiah Siang Masih Tak Berdaya, IHSG Berbalik Menguat
A
A
A
JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada sesi perdagangan siang hari ini terus terpuruk hingga menyentuh posisi Rp14.085/USD. Kondisi rupiah yang tak berdaya mengiringi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang berbalik menguat ke zona hijau.
Menurut Yahoo Finance, rupiah pada perdagangan sesi I berada di posisi Rp14.080/USD atau terperosok dari posisi penutupan sebelumnya di level Rp14.048/USD. Rupiah jatuh semakin dalam dengan pergerakan pada kisaran level Rp14.043-Rp14.085/USD.
Posisi rupiah berdasarkan data Bloomberg, siang ini berada pada level Rp14.085/USD untuk terus menyusut dari penutupan kemarin di posisi Rp14.004/USD. Siang ini tercatat rupiah bergerak pada kisaran harian Rp14.085-Rp14.085/USD.
Sementara, data SINDOnews bersumber dari Limas menunjukkan, rupiah siang ini masih terkapar ke level Rp14.075/USD yang cenderung melanjutkan tren pelemahan dari sesi sebelumnya.
Menurut data dari kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI, menunjukkan rupiah siang ini tertahan di level Rp14.074/USD. Posisi ini memperlihatkan rupiah terdepresiasi dari posisi sebelumnya Rp14.036/USD.
Di sisi lain IHSG pada perdagangan siang ini bangkit dengan tambahan 45,56 poin atau 0,79% di posisi 5.820,27 setelah pagi tadi dibuka turus tipis 31,63 poin atau 0,55% menjadi 5.743,08. Kemarin, bursa saham Tanah Air ditutup lebih rendah 110,38 poin yang setara 1,88% ke level 5.774,72.
Sektor saham dalam negeri hingga siang ini, mayoritas berada di jalur positif dengan sektor keuangan melompat tinggi sebesar 1,70% diikuti lonjakan sektor consumer mencapai 1,42%. Sedangkan sektor dengan pelemahan terdalam yakni perkebunan usai kehilangan 1,58%.
Adapun nilai transaksi pada bursa Indonesia tercatat sebesar Rp4,18 triliun dengan 5,36 juta saham diperdagangkan pada sesi siang hari ini dan transaksi bersih asing minus Rp236,31 miliar dengan aksi jual asing sebesar Rp1,79 triliun dan aksi beli asing mencapai Rp1,55 triliun. Tercatat 162 saham naik, 225 turun dan 101 saham stagnan.
Beberapa saham yang menguat di antaranya PT Gudang Garam Tbk (GGRM), PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BBNI) dan PT XL Axiata Tbk. (EXCL). Sedangkan beberapa saham yang melemah yakni PT Danasupra Erapacific Tbk (DEFI), PT Asahimas Flat Glass Tbk. (AMFG) serta PT Mayora Indah Tbk. (MYOR).
(akr)
Menurut Yahoo Finance, rupiah pada perdagangan sesi I berada di posisi Rp14.080/USD atau terperosok dari posisi penutupan sebelumnya di level Rp14.048/USD. Rupiah jatuh semakin dalam dengan pergerakan pada kisaran level Rp14.043-Rp14.085/USD.
Posisi rupiah berdasarkan data Bloomberg, siang ini berada pada level Rp14.085/USD untuk terus menyusut dari penutupan kemarin di posisi Rp14.004/USD. Siang ini tercatat rupiah bergerak pada kisaran harian Rp14.085-Rp14.085/USD.
Sementara, data SINDOnews bersumber dari Limas menunjukkan, rupiah siang ini masih terkapar ke level Rp14.075/USD yang cenderung melanjutkan tren pelemahan dari sesi sebelumnya.
Menurut data dari kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI, menunjukkan rupiah siang ini tertahan di level Rp14.074/USD. Posisi ini memperlihatkan rupiah terdepresiasi dari posisi sebelumnya Rp14.036/USD.
Di sisi lain IHSG pada perdagangan siang ini bangkit dengan tambahan 45,56 poin atau 0,79% di posisi 5.820,27 setelah pagi tadi dibuka turus tipis 31,63 poin atau 0,55% menjadi 5.743,08. Kemarin, bursa saham Tanah Air ditutup lebih rendah 110,38 poin yang setara 1,88% ke level 5.774,72.
Sektor saham dalam negeri hingga siang ini, mayoritas berada di jalur positif dengan sektor keuangan melompat tinggi sebesar 1,70% diikuti lonjakan sektor consumer mencapai 1,42%. Sedangkan sektor dengan pelemahan terdalam yakni perkebunan usai kehilangan 1,58%.
Adapun nilai transaksi pada bursa Indonesia tercatat sebesar Rp4,18 triliun dengan 5,36 juta saham diperdagangkan pada sesi siang hari ini dan transaksi bersih asing minus Rp236,31 miliar dengan aksi jual asing sebesar Rp1,79 triliun dan aksi beli asing mencapai Rp1,55 triliun. Tercatat 162 saham naik, 225 turun dan 101 saham stagnan.
Beberapa saham yang menguat di antaranya PT Gudang Garam Tbk (GGRM), PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BBNI) dan PT XL Axiata Tbk. (EXCL). Sedangkan beberapa saham yang melemah yakni PT Danasupra Erapacific Tbk (DEFI), PT Asahimas Flat Glass Tbk. (AMFG) serta PT Mayora Indah Tbk. (MYOR).
(akr)