Harga Minyak Naik Setelah AS Menarik Diri dari Kesepakatan Nuklir Iran

Kamis, 10 Mei 2018 - 10:01 WIB
Harga Minyak Naik Setelah...
Harga Minyak Naik Setelah AS Menarik Diri dari Kesepakatan Nuklir Iran
A A A
SINGAPURA - Harga minyak mentah menguat pada awal perdagangan Kamis (10/5/2018) ke level tertinggi 3½ tahun, setelah Presiden AS Donald Trump menarik diri dari kesepakatan nuklir dengan Iran. Kemungkinan besar, AS akan memberikan sanksi terhadap anggota OPEC tersebut.

Melansir dari Reuters, keputusan ini akan meningkatkan risiko konflik di Timur Tengah dan menimbulkan ketidakpastian atas pasokan minyak global, di saat pasar minyak mentah sedang melakukan pengetatan.

Administrasi Informasi Energi AS melaporkan cadangan minyak mentah dan bensin mereka, turun 2,2 juta barel dalam seminggu hingga 4 Mei.

Akibatnya, harga minyak mentah AS, West Texas Intermediate (WTI) naik USD2,08 per barel atau 3% menjadi USD71,14 per barel. Level tertinggi sejak November 2014.

Harga minyak mentah Brent International meningkat USD2,36 per barel atau 3,2% menjadi USD77,21 per barel, juga level tertinggi sejak November 2014.

Iran kembali muncul sebagai eksportir minyak utama pada 2016, setelah sanksi internasional terhadapnya dicabut. Sebagai imbalan atas pembatasan program nuklirnya. Dan pada April lalu, ekspor minyak Iran sudah di atas 2,6 juta barel per hari. Alhasil, Iran menjadi eksportir ketiga terbesar di OPEC, setelah Arab Saudi dan Irak.

Menarik diri dari kesepakatan nuklir Teheran. AS kemungkinan akan memberlakukan kembali sanksi terhadap Iran setelah 180 hari keputusan. Hal ini bisa batal, bila kedua negara mencapai kesepakatan lain.

Para analis memprediksi sanksi baru dari AS akan mengurangi pasokan minyak mentah Iran hingga 200.000 barel per hari hingga 1 juta barel per hari.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Stok Seret Bikin Harga...
Stok Seret Bikin Harga Minyak Mentah Dunia Terkerek Naik
Amerika Buka Pembatasan,...
Amerika Buka Pembatasan, Harga Minyak Akan Terus Naik
Harga Minyak Mentah...
Harga Minyak Mentah Dunia Melayang Dekati Posisi USD70 Per Barel
Harga Minyak Ambrol...
Harga Minyak Ambrol 9% dalam Sepekan, Minggu Depan Gimana?
OPEC Bakal Jaga Harga...
OPEC Bakal Jaga Harga Minyak Mentah Dunia di Posisi USD70 per Barel
Harga Minyak Mentah...
Harga Minyak Mentah Turun Saat Badai Musim Dingin Bekukan Kilang AS
Berita Terkini
Percepat Terbentuknya...
Percepat Terbentuknya Ekosistem Pasar Karbon Nasional yang Kredibel, Transparan, dan Berdaya Saing
5 jam yang lalu
Bio Farma Luncurkan...
Bio Farma Luncurkan Bio-TCV, Perkuat Kedaulatan Vaksin Lewat Kolaborasi Akademisi dan Industri
5 jam yang lalu
Kucuran Investasi Rp1.010,6...
Kucuran Investasi Rp1.010,6 Triliun di Paruh Pertama 2026 Serap 1,4 Juta Tenaga Kerja
6 jam yang lalu
Gerak Cepat, BRI Insurance...
Gerak Cepat, BRI Insurance Serahkan Klaim Asuransi Alat Berat Rp322 Juta ke Nasabah Pangkal Pinang
6 jam yang lalu
Pegadaian Perluas Program...
Pegadaian Perluas Program Pande Emas Perkuat Ekosistem Bullion Services
6 jam yang lalu
Bahlil Sebut Kehadiran...
Bahlil Sebut Kehadiran Blok Masela Mampu Dongkrak PDB Nasional hingga Rp2.477 Triliun
7 jam yang lalu
Infografis
Iran Paksa AS Terima...
Iran Paksa AS Terima Kekalahan setelah 40 Hari Berperang, Ini 10 Poin Gencatan Senjata
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved