IHSG Dibuka Makin Merosot Iringi Pergerakan Mixed Bursa Asia
Rabu, 16 Mei 2018 - 09:43 WIB
IHSG Dibuka Makin Merosot Iringi Pergerakan Mixed Bursa Asia
A
A
A
JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan, Rabu (16/5/2018) dibuka semakin merosot untuk semakin sulit keluar dari zona merah, yang mengiringi pelemahan kebanyakan bursa utama Asia. IHSG pagi ini kehilangan 0,91% menjadi 5.785,21.
Pada perdagangan kemarin, IHSG ditutup anjlok ke level 5.838,12. dengan penurunan mencapai sebesar 109,04 poin yang setara dengan 1,83%. Kejatuhan di akhir sesi semakin melengkapi tren pelemahan sepanjang hari pada, Selasa kemarin.
Pagi ini sektor saham dalam negeri masih berada dalam jalur negatif dipimpin kejatuhan terdalam aneka industri yang amburk hingga 1,74%. Selanjutnya diikuti pelemahan sektor consumer dan infrastruktur dengan masing-masing berkurang 1,61% serta 1,56%.
Adapun nilai transaksi pada bursa Indonesia tercatat sebesar Rp586 miliar dengan 886 juta saham diperdagangkan pada sesi pagi dan transaksi bersih asing minus Rp66,8 miliar dengan aksi jual asing sebesar Rp258,3 miliar dan aksi beli asing mencapai Rp191,5 miliar. Tercatat 105 saham naik, 115 saham turun dan 102 saham stagnan.
Beberapa saham yang menguat di antaranya PT Mitra Adiperkasa Tbk. (MAPI) naik Rp100 menjadi Rp8.400, PT Ace Hardware Indonesia Tbk. (ACES) bertambah Rp85 menjadi Rp1.210 dan PT Gudang Garam Tbk. (GGRM) meningkat Rp75 menjadi Rp68.250.
Saham lainnya yang melemah yakni PT Matahari Department Store Tbk. (LPPF) turun Rp275 menjadi Rp8.925, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BBNI) menyusut Rp100 ke posisi Rp7.975 serta PT AKR Corporindo Tbk. (AKRA) jatuh Rp90 menjadi Rp4.660.
Di sisi lain seperti dilansir CNBC, indeks saham Asia sedikit bervariasi pada awal perdagangan setelah Wall Street menyusut seiring kenaikan imbal hasil obligasi AS menjadi 3,09%. Tercatat indeks Nikkei Jepang jatuh 0,34% sedangkan Topix yang lebih luas juga tergelincir 0,23% terserat saham pertambangan dan minyak.
Selanjutnya pelemahan juga terlihat di tempat lain saat indeks Kospi, Korea Selatan diperdagangkan lebih rendah sebesar 0,35%. Kenaikan moderat saham perusahaan kelas berat seperti Samsung Electronics gagal untuk mengimbangi penurunan saham automotif dan sektor manufaktur.
Bursa saham Australia ASX 200 bertahan dengan kenaikan tipis 0,15% dengan saham empat bank besar mengukir keuntungan tipis sementara sektor energi naik lebih tinggi. Indeks MSCI untuk saham Asia Pasifik di luar Jepang tergelincir 0,1% dalam sesi pagi perdagangan Asia.
Pada perdagangan kemarin, IHSG ditutup anjlok ke level 5.838,12. dengan penurunan mencapai sebesar 109,04 poin yang setara dengan 1,83%. Kejatuhan di akhir sesi semakin melengkapi tren pelemahan sepanjang hari pada, Selasa kemarin.
Pagi ini sektor saham dalam negeri masih berada dalam jalur negatif dipimpin kejatuhan terdalam aneka industri yang amburk hingga 1,74%. Selanjutnya diikuti pelemahan sektor consumer dan infrastruktur dengan masing-masing berkurang 1,61% serta 1,56%.
Adapun nilai transaksi pada bursa Indonesia tercatat sebesar Rp586 miliar dengan 886 juta saham diperdagangkan pada sesi pagi dan transaksi bersih asing minus Rp66,8 miliar dengan aksi jual asing sebesar Rp258,3 miliar dan aksi beli asing mencapai Rp191,5 miliar. Tercatat 105 saham naik, 115 saham turun dan 102 saham stagnan.
Beberapa saham yang menguat di antaranya PT Mitra Adiperkasa Tbk. (MAPI) naik Rp100 menjadi Rp8.400, PT Ace Hardware Indonesia Tbk. (ACES) bertambah Rp85 menjadi Rp1.210 dan PT Gudang Garam Tbk. (GGRM) meningkat Rp75 menjadi Rp68.250.
Saham lainnya yang melemah yakni PT Matahari Department Store Tbk. (LPPF) turun Rp275 menjadi Rp8.925, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BBNI) menyusut Rp100 ke posisi Rp7.975 serta PT AKR Corporindo Tbk. (AKRA) jatuh Rp90 menjadi Rp4.660.
Di sisi lain seperti dilansir CNBC, indeks saham Asia sedikit bervariasi pada awal perdagangan setelah Wall Street menyusut seiring kenaikan imbal hasil obligasi AS menjadi 3,09%. Tercatat indeks Nikkei Jepang jatuh 0,34% sedangkan Topix yang lebih luas juga tergelincir 0,23% terserat saham pertambangan dan minyak.
Selanjutnya pelemahan juga terlihat di tempat lain saat indeks Kospi, Korea Selatan diperdagangkan lebih rendah sebesar 0,35%. Kenaikan moderat saham perusahaan kelas berat seperti Samsung Electronics gagal untuk mengimbangi penurunan saham automotif dan sektor manufaktur.
Bursa saham Australia ASX 200 bertahan dengan kenaikan tipis 0,15% dengan saham empat bank besar mengukir keuntungan tipis sementara sektor energi naik lebih tinggi. Indeks MSCI untuk saham Asia Pasifik di luar Jepang tergelincir 0,1% dalam sesi pagi perdagangan Asia.
(akr)
Lihat Juga :