Rupiah Siang Merosot Tajam, IHSG Jaga Tren Penguatan
Jum'at, 18 Mei 2018 - 11:53 WIB
Rupiah Siang Merosot Tajam, IHSG Jaga Tren Penguatan
A
A
A
JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada sesi I perdagangan akhir pekan, Jumat (18/5/2018) merosot semakin tajam hingga menyentuh level Rp14.148/USD. Keterpurukan rupiah mengiringi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang menjaga tren penguatan.
Menurut Yahoo Finance, rupiah hingga perdagangan sesi I berada di posisi Rp14.145/USD atau memburuk dari posisi penutupan sebelumnya di level Rp14.047/USD. Rupiah sendiri bergerak pada kisaran level Rp14.038-Rp14.145/USD.
Posisi rupiah berdasarkan data Bloomberg, siang ini ada di level Rp14.148/USD atau tercatat terus terkapar ke zona merah dari kemarin pada posisi Rp14.058/USD. Siang ini tercatat rupiah bergerak pada kisaran harian Rp14.053-Rp14.148/USD.
Raihan negatif juga terlihat dalam data SINDOnews bersumber dari Limas, dimana rupiah pada sesi siang tersungkur hingga level Rp14.145/USD. Mata uang Garuda terlihat masih tak bertenaga sejak awal pekan.
Menurut data dari kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI, rupiah tertahan di zona merah pada level Rp14.107/USD. Posisi ini masih tak berdaya dari posisi kemarin Rp14.074/USD.
Di sisi lain IHSG pada sesi I perdagangan masih menjaga tren penguatan dengan tambahan 16,69 poin atau 0,29% menjadi 5.832,61 setelah pagi tadi bursa Tanah Air dibuka menanjak naik 0,39% yang setara 22,63 poin ke level 5,838.55. Kemarin, IHSG ditutup menyusut sebesar 25,54 poin atau 0,44% di posisi 5.815,92.
Sektor saham dalam negeri hingga perdagangan siang ini hampir secara keseluruhan bergerak pada jalur positif. Lompatan tinggi terjadi pada sektor perkebunan yang melonjak 1,94% diikuti sektor pertambangan meningkat 1,70%. Sedangkan aneka industri menjadi sektor dengan pelemahan terdalam mencapai 0,86%.
Adapun nilai transaksi pada bursa Indonesia tercatat sebesar Rp3,09 miliar dengan 3,84 juta saham diperdagangkan pada sesi siang hari ini dan transaksi bersih asing minus Rp198,85 miliar dengan aksi jual asing sebesar Rp995,24 miliar dan aksi beli asing mencapai Rp796,39 miliar. Tercatat 187 saham naik, 203 turun dan 94 saham mendatar.
Beberapa saham yang menguat di antaranya PT Gudang Garam Tbk. (GGRM), PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk. (PGAS) dan PT Mayora Indah Tbk. (MYOR). Sementara saham-saham yang melemah yakni PT Danasupra Erapacific Tbk (DEFI), PT Prodia Widyahusada Tbk. (PRDA) serta PT Astra International Tbk. (ASII) .
Menurut Yahoo Finance, rupiah hingga perdagangan sesi I berada di posisi Rp14.145/USD atau memburuk dari posisi penutupan sebelumnya di level Rp14.047/USD. Rupiah sendiri bergerak pada kisaran level Rp14.038-Rp14.145/USD.
Posisi rupiah berdasarkan data Bloomberg, siang ini ada di level Rp14.148/USD atau tercatat terus terkapar ke zona merah dari kemarin pada posisi Rp14.058/USD. Siang ini tercatat rupiah bergerak pada kisaran harian Rp14.053-Rp14.148/USD.
Raihan negatif juga terlihat dalam data SINDOnews bersumber dari Limas, dimana rupiah pada sesi siang tersungkur hingga level Rp14.145/USD. Mata uang Garuda terlihat masih tak bertenaga sejak awal pekan.
Menurut data dari kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI, rupiah tertahan di zona merah pada level Rp14.107/USD. Posisi ini masih tak berdaya dari posisi kemarin Rp14.074/USD.
Di sisi lain IHSG pada sesi I perdagangan masih menjaga tren penguatan dengan tambahan 16,69 poin atau 0,29% menjadi 5.832,61 setelah pagi tadi bursa Tanah Air dibuka menanjak naik 0,39% yang setara 22,63 poin ke level 5,838.55. Kemarin, IHSG ditutup menyusut sebesar 25,54 poin atau 0,44% di posisi 5.815,92.
Sektor saham dalam negeri hingga perdagangan siang ini hampir secara keseluruhan bergerak pada jalur positif. Lompatan tinggi terjadi pada sektor perkebunan yang melonjak 1,94% diikuti sektor pertambangan meningkat 1,70%. Sedangkan aneka industri menjadi sektor dengan pelemahan terdalam mencapai 0,86%.
Adapun nilai transaksi pada bursa Indonesia tercatat sebesar Rp3,09 miliar dengan 3,84 juta saham diperdagangkan pada sesi siang hari ini dan transaksi bersih asing minus Rp198,85 miliar dengan aksi jual asing sebesar Rp995,24 miliar dan aksi beli asing mencapai Rp796,39 miliar. Tercatat 187 saham naik, 203 turun dan 94 saham mendatar.
Beberapa saham yang menguat di antaranya PT Gudang Garam Tbk. (GGRM), PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk. (PGAS) dan PT Mayora Indah Tbk. (MYOR). Sementara saham-saham yang melemah yakni PT Danasupra Erapacific Tbk (DEFI), PT Prodia Widyahusada Tbk. (PRDA) serta PT Astra International Tbk. (ASII) .
(akr)
Lihat Juga :