Tingkatkan Impor, China Bantah Menyerah pada Tekanan AS

Senin, 21 Mei 2018 - 10:19 WIB
Tingkatkan Impor, China...
Tingkatkan Impor, China Bantah Menyerah pada Tekanan AS
A A A
BEIJING - Media pemerintah China melontarkan pujian atas mulai cairnya ketegangan perdagangan dengan Amerika Serikat (AS). Kendati demikian, media tersebut membantah bahwa Beijing menyerah pada tekanan AS.

Akhir pekan lalu, Menteri Keuangan AS Steven Mnuchin menyatakan bahwa perang dagang antara AS dan China "ditunda". AS juga telah membatalkan ancaman pengenaan tarifnya dengan adanya pembicaraan mengenai perjanjian perdagangan yang lebih luas.

Sementara, sehari sebelumnya, Beijing dan Washington menyatakan akan terus melakukan pembicaraan mengenai langkah-langkah di mana China akan mengimpor lebih banyak komoditas energi dan agrikultur dari Negeri Paman Sam itu untuk mempersempit defisit perdagangan barang dan jasa AS senilai USD335 miliar per tahun dengan China.

Dalam editorialnya, China Daily menyebutkan bahwa semua pihak kini dapat merasa lega, dan mengutip Kepala Negositor China, Wakil PM Liu He, yang menyebutkan bahwa pembicaraan yang telah berlangsung antara kedua negara sangat positif, pragmatis, konstruktif dan produktif.

"Terlepas dari semua tekanan yang ada, China tidak menyerah, seperti yang dilihat Presiden AS Donald Trump. Sebaliknya, China berdiri teguh dan terus menyatakan keinginannya untuk berbicara," tulis surat kabar berbahasa Inggris itu seperti dilansir Reuters, Senin (21/5/2018).

"Bahwa AS akhirnya berbagi kesediaan ini, berarti kedua pihak telah berhasil menghindari konfrontasi langsung yang pada satu titik tampaknya tak terelakkan," tambahnya.

Selama putaran awal pembicaraan bulan ini di Beijing, Washington menuntut China mengurangi surplus perdagangannya sebesar USD200 miliar. Namun, tidak ada angka yang disebutkan dalam pernyataan bersama mengenai kesediaan China menambah impor dari AS yang dirilis Sabtu (19/5) lalu.

Harian itu menegaskan kembali bahwa China tidak dipaksa untuk meningkatkan impornya sebagai cara untuk menangkal ketegangan perdagangan antara kedua negara.

Kesediaan itu diklaim karena China secara alami perlu mengimpor lebih banyak untuk memenuhi permintaan dari rakyatnya yang semakin makmur. "Perang dagang tidak memiliki pemenang," tandasnya.
(fjo)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Tebar Perang Dagang...
Tebar Perang Dagang dengan China, Militer AS Justru Diprediksi Makin Terpuruk
4 Alasan AS Kecanduan...
4 Alasan AS Kecanduan Berperang, Salah Satunya Menumbangkan Rezim Berkuasa
China Terus Perkuat...
China Terus Perkuat Militer, AS Ajak Sekutu Melawan Beijing
China Tuding AS Jadi...
China Tuding AS Jadi Ancaman Terbesar bagi Keamanan Global, Berikut Dalihnya
Demi Keamanan Nasional,...
Demi Keamanan Nasional, Staf Kedubes AS di China Dilarang Berkencan dengan Penduduk Lokal
Trump Akui AS Memiliki...
Trump Akui AS Memiliki Senjata Rahasia, Apa Itu?
Berita Terkini
PLN EPI Tawarkan Kontrak...
PLN EPI Tawarkan Kontrak hingga 5 Tahun untuk Pemasok Biomassa
44 menit yang lalu
Ancaman Blokade Laut...
Ancaman Blokade Laut Merah, Asia Nego Arab Saudi Alihkan Rute Tanker Minyak ke Afrika
1 jam yang lalu
Ada Perusahaan Menolak...
Ada Perusahaan Menolak Didata Sensus Ekonomi 2026, Siap-siap! Dibina Kemenperin
1 jam yang lalu
Kemitraan untuk Meningkatkan...
Kemitraan untuk Meningkatkan Kualitas Layanan buat Nasabah
1 jam yang lalu
Bank Mandiri Taspen...
Bank Mandiri Taspen Komitmen Dukung Ekonomi Nasabah Pensiunan lewat Toko Aice Manado
1 jam yang lalu
Dirut Pertamina Patra...
Dirut Pertamina Patra Niaga Pastikan Layanan SPBU di Palembang Optimal
1 jam yang lalu
Infografis
True Promise 4 Mengamuk!...
True Promise 4 Mengamuk! Pangkalan Militer AS di Timur Tengah Jadi Rongsokan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved