Lindungi Kepentingan Nasional, Trump Perketat Investasi Asing

Rabu, 27 Juni 2018 - 21:02 WIB
Lindungi Kepentingan...
Lindungi Kepentingan Nasional, Trump Perketat Investasi Asing
A A A
WASHINGTON - Gedung Putih akan membuat undang-undang baru yang memperketat investasi asing di Amerika Serikat. Melansir CNBC, Rabu (27/6/2018), seorang pejabat senior mengatakan pemerintah akan memperkuat Komite Investasi Asing demi melindungi kepentingan nasional, terutama pembelian asing terhadap teknologi Amerika.

Kebijakan ini merupakan perpanjangan dari pernyataan Presiden AS Donald Trump yang ingin meningkatkan perlindungan terhadap teknologi domestik. Trump menyatakan pihaknya berusaha menghentikan agresi perusahaan China yang ingin membeli sejumlah perusahaan teknologi tertentu di AS.

Meski kebijakan ini masih menunggu persetujuan Senat, Trump optimis bahwa undang-undang Komite Investasi Asing (Committee on Foreign Investment in the United States/CFIUS) yang baru akan memberikan Amerika mengenai apa yang dibutuhkan untuk melindungi kepentingannya.

"Saya optimis bahwa undang-undang ini akan memberi alat tambahan untuk memerangi praktik investasi dari predator yang mengancam keamanan nasional dan kemakmuran ekonomi di masa depan," tandas Trump.

Langkah ini dinilai sebagai bagian dari perang dagang dengan China, dimana AS akan menerapkan tarif tambahan terhadap impor barang-barang China pada 6 Juli mendatang. Sebagai pengawas dan ketua CFIUS, Trump menugaskan Menteri Keuangan Steven Mnuchin.

Mnuchin mengatakan Komite ini merupakan alat yang diperlukan untuk melindungi kepentingan AS dari investasi asing, baik China atau negara lain. "Kami tidak memfokuskan kepada China semata melainkan ingin melindungi teknologi dan area penting lainnya," ujarnya kepada CNBC.

Kebijakan ini mendapat respon negatif dari pasar. Pasar khawatir AS akan melembagakan larangan yang mungkin menghambat investasi dan meningkatkan perang dagang global.

Terkait kekhawatiran pasar, Trump mengatakan peningkatan CFIUS juga sudah memerhatikan aspek investasi. "Kami juga memerhatikan iklim investasi tetapi komitmen kami bahwa investasi asing harus menguntungkan ekonomi kita dan orang-orang kita," tandasnya.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Dubes Amerika Serikat...
Dubes Amerika Serikat Ketemu Gubernur Kepri, Sepakat Perkuat Kerja Sama Ekonomi
Wisatawan Asing Mulai...
Wisatawan Asing Mulai Berkurang, Ekonomi AS Diprediksi Rugi Rp1.511 Triliun
3 Cara untuk Mengalahkan...
3 Cara untuk Mengalahkan Dominasi Amerika Serikat
Krisis Properti Lemahkan...
Krisis Properti Lemahkan Ekonomi China, Investor Asing Lirik Negara Lain
Amerika Serikat Siap...
Amerika Serikat Siap Hentikan Peredaran Produk TP-Link
Indonesia Diminta Tak...
Indonesia Diminta Tak Terjebak dalam Isu Perang Dagang AS-China
Berita Terkini
Dibuka Naik Tipis, IHSG...
Dibuka Naik Tipis, IHSG Langsung Balik Arah Turun 0,24% ke 6.093
28 menit yang lalu
Purbaya Tarik Dana SAL,...
Purbaya Tarik Dana SAL, BTN Siap Kembalikan Rp38 Triliun
1 jam yang lalu
Krisis Selat Hormuz,...
Krisis Selat Hormuz, Bos IEA Wanti-wanti Ekonomi Global dalam Bahaya
1 jam yang lalu
Percepat Terbentuknya...
Percepat Terbentuknya Ekosistem Pasar Karbon Nasional yang Kredibel, Transparan, dan Berdaya Saing
11 jam yang lalu
Bio Farma Luncurkan...
Bio Farma Luncurkan Bio-TCV, Perkuat Kedaulatan Vaksin Lewat Kolaborasi Akademisi dan Industri
12 jam yang lalu
Kucuran Investasi Rp1.010,6...
Kucuran Investasi Rp1.010,6 Triliun di Paruh Pertama 2026 Serap 1,4 Juta Tenaga Kerja
12 jam yang lalu
Infografis
Kaleidoskop 2025: 6...
Kaleidoskop 2025: 6 Peristiwa Politik Nasional yang Menggemparkan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved