Dibayangi Sanksi Iran, Harga Minyak Merangkak Naik

Senin, 13 Agustus 2018 - 11:01 WIB
Dibayangi Sanksi Iran,...
Dibayangi Sanksi Iran, Harga Minyak Merangkak Naik
A A A
SINGAPURA - Harga minyak mentah dunia merangkak naik dipicu sanksi Amerika Serikat (AS) terhadap Iran yang diyakini akan membuat pasar semakin ketat. AS telah mulai menerapkan sanksi baru terhadap Iran, yang mulai November nanti juga akan menargetkan sektor perminyakan negara tersebut.

Dibayangi sentimen tersebut, minyak mentah Brent berjangka bulan depan LCOc1 awal pekan ini naik ke level USD72,88 per barel, naik USD7 sen dari penutupan terakhirnya. Sementara minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) AS CLc1 naik USD16 sen menjadi USD67,79 per barel.

"Dengan berjalannya sanksi AS terhadap Iran, semua mata kini tertuju pada dampaknya atas ekspor minyak mentah dari negara itu," ungkap Bank ANZ seperti dikutip Reuters, Senin (13/8/2018).

ANZ menilai sanksi tersebut akan menyebabkan pasokan minyak global tersendat meskipun jika AS meningkatkan produksinya, yang terlihat dari terus meningkatnya data aktivitas pengeboran di negara tersebut.

Menurut perusahaan jasa energi Baker Hughes, perusahaan-perusahaan energi AS pekan lalu kembali menambahkan jumlah rig minyak sehingga jumlah total rig yang beroperasi kini menjadi 869. Angka itu menunjukkan tingkat aktivitas pengeboran tertinggi sejak Maret 2015.

Hal lain yang berpotensi mengurangi permintaan minyak di pasar adalah tanda-tanda perlambatan pertumbuhan ekonomi dan pertumbuhan permintaan bahan bakar, terutama di pasar negara berkembang besar Asia.

"Permintaan yang lebih rendah dari China, importir terbesar dunia, datang pada saat kritis ketika pertumbuhan permintaan dari Asia secara umum dipertanyakan. Ini karena dampak negatif dari perang dagang, dolar yang lebih kuat dan meningkatnya biaya pendanaan," papar kepala strategi komoditas di Saxo Bank Denmark, Ole Hansen.
(fjo)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Stok Seret Bikin Harga...
Stok Seret Bikin Harga Minyak Mentah Dunia Terkerek Naik
Amerika Buka Pembatasan,...
Amerika Buka Pembatasan, Harga Minyak Akan Terus Naik
Harga Minyak Ambrol...
Harga Minyak Ambrol 9% dalam Sepekan, Minggu Depan Gimana?
Harga Minyak Mentah...
Harga Minyak Mentah Dunia Melayang Dekati Posisi USD70 Per Barel
OPEC Bakal Jaga Harga...
OPEC Bakal Jaga Harga Minyak Mentah Dunia di Posisi USD70 per Barel
Tumbuh 173%, Komoditas...
Tumbuh 173%, Komoditas Minyak Mentah Jadi Primadona di 2021
Berita Terkini
Respons Purbaya soal...
Respons Purbaya soal Tren Sell Indonesia: Kita Tak Sedang Menuju Seperti 1998 Lagi
5 jam yang lalu
MNC Sekuritas & KSPM...
MNC Sekuritas & KSPM GI Universitas Pelita Bangsa Gelar Seminar Pasar Modal
5 jam yang lalu
Ukir Sejarah, BPS-PT...
Ukir Sejarah, BPS-PT Pos Indonesia Luncurkan Sampul Peringatan Edisi Khusus Sensus Ekonomi 2026
6 jam yang lalu
K-SIGN KKP di Rote Ndao...
K-SIGN KKP di Rote Ndao NTT, RI Bersiap Swasembada Garam Industri
8 jam yang lalu
Diserbu 3.800 Pengunjung,...
Diserbu 3.800 Pengunjung, PINDEX 2026 Disambut Antusias
8 jam yang lalu
Purbaya Desak Seluruh...
Purbaya Desak Seluruh Transaksi di Pelabuhan Pakai Rupiah: Kalau Ada Dolar, Saya Hajar!
9 jam yang lalu
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved