Program Gratis Kirim Bantuan Lombok Ditutup, Ini Penjelasan PT Pos

Minggu, 19 Agustus 2018 - 19:20 WIB
Program Gratis Kirim...
Program Gratis Kirim Bantuan Lombok Ditutup, Ini Penjelasan PT Pos
A A A
BANDUNG - PT Pos Indonesia memajukan penutupan program layanan gratis pengiriman bantuan untuk korban gempa Lombok dari rencana 31 Agustus 2018 menjadi Kamis 16 Agustus 2018.

Sekretaris Perusahaan PT Pos Indonesia Cahyat Rohyana mengatakan, berkenaan dengan penghentian fasilitas pengiriman gratis kiriman bantuan untuk korban bencana gempa bumi di Pulau Lombok ada beberapa alasan yang melatar belakanginya.

PT Pos Indonesia (Persero), kata Cahyat, menyampaikan terima kasih dan penghargaan yang tinggi atas antusiasme masyarakat menggunakan fasilitas pengiriman gratis untuk mengirimkan bantuan bagi korban bencana gempa bumi di Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat.

Fasilitas pengiriman gratis untuk mengirimkan bantuan bagi korban bencana gempa bumi di Pulau Lombok, merupakan kepedulian PT Pos Indonesia (Persero) dalam membantu dan memudahkan masyarakat menyalurkan kiriman bantuan.

"Penyerahan bantuan yang dikirimkan melalui fasilitas pengiriman gratis ini dapat kami pastikan tidak akan diklaim sebagai program bantuan PT Pos Indonesia (Persero)," ujar Cahyat, Minggu (19/8/2018).

Bagi masyarakat yang ingin mengetahui status penyerahan kiriman, tutur dia, dapat menggunakan fasilitas jejak lacak dengan memasukkan nomor kiriman yang tertera pada resi pengiriman dan mengakses www.posindonesia.co.id.

Cahyat mengungkapkan, fasilitas pengiriman gratis untuk mengirimkan bantuan bagi korban bencana gempa bumi di Pulau Lombok, semula direncanakan akan ditutup 31 Agustus 2018 namun dimajukan penutupannya menjadi Kamis 16 Agustus 2018 dengan pertimbangan sebagai berikut.

Pertama, tingginya antusiasme masyarakat mengirimkan bantuan yang hanya dalam waktu 8 hari volume kiriman diterima telah melebihi kapasitas baik tenaga maupun ruang simpan yang tersedia.

"Sehingga untuk menghindari keterlambatan proses penyaluran maka dengan berat hati batas waktu pengiriman gratis dimajukan menjadi 16 Agustus 2018," ungkap Cahyat.

Sampai dengan Kamis 16 Agustus 2018, kata Cahyat, volume kiriman bantuan yang tiba di Kantor Pos Mataram, telah mencapai lebih dari 1.000 ton atau lebih dari 100.000 koli. Di samping itu saat ini masih terdapat penumpukan ratusan ton dan ribuan koli di beberapa kota yang menunggu untuk diberangkatkan ke Mataram.

Membeludaknya kiriman yang menggunakan fasilitas gratis ini, tutu dia, di samping karena semangat masyarakat yang tinggi untuk saling membantu, namun juga didapati penyalahgunaan fasilitas gratis tersebut untuk mengirim bantuan yang ditujukan kepada pribadi-pribadi maupun untuk tujuan komersial.

"Sehingga akhirnya dengan berat hati kami menyalurkan distribusi kiriman yang diterima melalui BPBD Provinsi NTB saja," kata dia.

Cahyat mengemukakan, mengingat keterbatasan fasilitas dan relawan yang ada, sehingga untuk menghindari penumpukan kiriman dan keterlambatan proses distribusi, PT Pos Indonesia (Persero) melalui Kantor Pos Mataram dan Kantor Pos Selong dijadikan sebagai Posko Peduli Gempa yang penyalurannya bekerja sama dengan BPBD Provinsi NTB.

"Kiriman bantuan yang sudah diterima akan diperlakukan sebagai berikut, untuk kiriman dengan alamat Posko Peduli Gempa cq Kantor Pos Mataram atau Kantor Pos Selong akan diserahkan ke BPBD Provinsi NTB," ujar Cahyat.

Untuk kiriman yang sudah telanjur menggunakan alamat pribadi dan disertai dengan nomor telepon, penerima akan dihubungi untuk mengambil kiriman dimaksud ke kantor pos dengan menunjukkan identitas diri.

Untuk kiriman yang alamatnya tidak sesuai dengan butir a dan b di atas, tandas Cahyat, akan diupayakan penyerahannya semaksimal mungkin disesuaikan dengan kondisi di lapangan. Sedangkan untuk donasi dalam bentuk uang masih dapat diterima sampai 31 Agustus 2018.

"Segenap jajaran PT Pos Indonesia (Persero) berkomitmen untuk mendistribusikan bantuan korban bencana dengan sebaik-baiknya. Terima kasih," pungkas Cahyat.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Pos IND: Lebih dari...
Pos IND: Lebih dari Sekadar Pengiriman, Ini tentang Menyampaikan Harapan
Film Kartu Pos Wini...
Film Kartu Pos Wini Merajut Kenangan Berkirim Surat di Kantor Pos
Pengiriman Paket Pos...
Pengiriman Paket Pos Meningkat Jelang Lebaran
Pos Indonesia Perkuat...
Pos Indonesia Perkuat Sinergi dengan Kementerian dan Lembaga
Tayang 6 April, Film...
Tayang 6 April, Film Kartu Pos Wini Jadi Upaya Pos Indonesia Rangkul Milenial dan Gugah Kesadaran pada Kanker
Pos Indonesia Kirim...
Pos Indonesia Kirim Bantuan Korban Gempa Majene dan Banjir Kalsel
Berita Terkini
Percepat Terbentuknya...
Percepat Terbentuknya Ekosistem Pasar Karbon Nasional yang Kredibel, Transparan, dan Berdaya Saing
6 jam yang lalu
Bio Farma Luncurkan...
Bio Farma Luncurkan Bio-TCV, Perkuat Kedaulatan Vaksin Lewat Kolaborasi Akademisi dan Industri
7 jam yang lalu
Kucuran Investasi Rp1.010,6...
Kucuran Investasi Rp1.010,6 Triliun di Paruh Pertama 2026 Serap 1,4 Juta Tenaga Kerja
7 jam yang lalu
Gerak Cepat, BRI Insurance...
Gerak Cepat, BRI Insurance Serahkan Klaim Asuransi Alat Berat Rp322 Juta ke Nasabah Pangkal Pinang
7 jam yang lalu
Pegadaian Perluas Program...
Pegadaian Perluas Program Pande Emas Perkuat Ekosistem Bullion Services
8 jam yang lalu
Bahlil Sebut Kehadiran...
Bahlil Sebut Kehadiran Blok Masela Mampu Dongkrak PDB Nasional hingga Rp2.477 Triliun
8 jam yang lalu
Infografis
Ini Penjelasan Warna...
Ini Penjelasan Warna Singa Putih Ternyata Bukan Albino
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved