OJK Beri Kemudahan Fintech Dalam Pengendalian Internal Perusahaan

Kamis, 06 September 2018 - 01:18 WIB
A A A
Ekonom INDEF, Bhima Yudhistira Adhinegara mengatakan pihaknya membuat kajian bersama tentang peran FinTech terhadap ekonomi Indonesia dengan menggunakan analisis Input-Output (I-O). Lalu dari hasil kajian tersebut, perkembangan Fintech di Indonesia mampu meningkatkan Produk Domestik Bruto dan konsumsi rumah tangga. Kedua hal tersebut menunjukkan keberadaan Fintech telah mampu meningkatkan perekonomian Indonesia secara makro.

“Apabila suatu FinTech memberikan pembiayaan kepada UMKM dengan lima pekerja lalu berkembang. Tentu para pekerjanya akan memiliki daya beli. Sedangkan saat ini sangat sulit mencari sektor ekonomi yang dapat diandalkan untuk meningkatkan konsumsi rumah tangga nasional,” ujar Bhima.

Dia mengatakan dampak lainnya di sisi dunia usaha, kompensasi tenaga kerja baik berbentuk gaji dan upah mampu meningkat sebesar Rp4,56 triliun dengan sektor yang mengalami kenaikan adalah sektor perdagangan, keuangan, dan asuransi. Ketiga sektor ini mempunyai peran langsung dalam pengembangan Fintech.

“Selain itu, Fintech juga melakukan penyerapan tenaga kerja sebesar 215.433 orang. Tidak hanya dari sektor-sektor tersier, bahkan sektor primer seperti pertanian juga mampu menyerap tenaga kerja yang cukup besar, yaitu 9 ribu orang,” ungkapnya.
(akr)
Halaman :
Komentar
Copyright © 2022 SINDOnews.com
berita/ rendering in 0.1590 seconds (11.210#12.26)