Elpiji 3Kg Tak Tepat Sasaran, Pemerintah Diminta Tinjau Data Distribusi

Kamis, 06 September 2018 - 04:12 WIB
Elpiji 3Kg Tak Tepat...
Elpiji 3Kg Tak Tepat Sasaran, Pemerintah Diminta Tinjau Data Distribusi
A A A
JAKARTA - Banyaknya kalangan tidak berhak yang masih mempergunakan Elpiji 3Kg, dianggap menjadi salah satu penyebab naiknya harga gas bersubsidi tersebut. Untuk itu, tak ada jalan lain bahwa gas melon tersebut memang harus sesuai dengan peruntukannya, yaitu keluarga miskin dan pengusaha kecil. Demikian disampaikan Ketua Lembaga Pembinaan dan Perlindungan Konsumen (LP2K) Ngargono Suwardi.

Agar sesuai dengan peruntukan itulah, Ngargono meminta Pemerintah untuk meninjau ulang data yang dipakai sebagai dasar distribusi. Alasannya, data yang berlaku saat ini, yaitu pada saat konsumen melakukan pengisian ulang (refill), sudah relevan dengan data awal pada 2007 yaitu saat etika program konversi dimulai 2007.

Ketidaksesuaian data itulah yang menurut Ngargono harus dibenahi, karena turut berkontribusi terhadap maraknya konsumen yang tidak berhak memakai tetapi turut menikmati. “Untuk itu data memang harus jelas, mana yang dipakai. Dan menurut saya, pakai saja data yang selama ini diperuntukan bagi program kemiskinan,” jelas Ngargono lewat keterangan resmi.

Selain persoalan data, Ia juga meminta Pemerintah memperketat pengawasan dan mempertegas pemberian sanksi terhadap penyalahgunaan gas melon. Kalau tidak, maka akan terus terjadi penyalahgunaan yaitu dengan banyaknya kelompok masyarakat yang tidak berhak yang mempergunakan.

Pengawasan itu sendiri, menurutnya bisa dilakukan di segala lini. Dari unsur pemerintahan daerah, bisa dengan melibatkan Dinas Perdagangan. Bahkan dari unsur masyarakat pun bisa melakukan pengawasan tersebut. Hanya saja, lanjut dia, yang terpenting adalah tindak lanjut dari pengawasan tersebut. “Jangan sampai setelah diawasi tidak ada sanksi. Harus ada tindakan tegas,” ujarnya.

Dalam kurun waktu seminggu terakhir, pemberitaan mengenai penyalahgunaan Elpiji 3 Kg memang marak. Hal ini yang diduga menjadi penyebab meningkatnya harga gas bersubsidi itu. Anehnya, meski diberitakan langka, namun operasi pasar justru tidak banyak diminati warga. Padahal dalam operasi pasar tersebut, dijual dengan harga Rp16 ribu per tabung Elpiji 3Kg, yang berarti lebih rendah dibandingkan harga pasaran.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Tips Menghemat LPG,...
Tips Menghemat LPG, Dijamin Awet Meski Masak Setiap Hari
31 Mei 2024, Akhir Pendaftaran...
31 Mei 2024, Akhir Pendaftaran Beli LPG 3 Kg Pakai KTP
Harga Gas Elpiji Non...
Harga Gas Elpiji Non Subsidi di Maros Naik Rp15 Ribu
Kecanduan LPG, Impor...
Kecanduan LPG, Impor 2021 Naik Jadi 7,2 Juta Ton
Harga Elpiji Non-Subsidi...
Harga Elpiji Non-Subsidi 2 Kali Naik, Siap-siap Gas Melon Jadi Langka
Istana Pastikan Warung...
Istana Pastikan Warung Kelontong Bisa Kembali Jual Gas LPG 3 Kg Hari Ini
Berita Terkini
Saat Infrastruktur,...
Saat Infrastruktur, Fasilitas, dan Komunitas Tumbuh Bersama dalam Satu Kawasan
21 menit yang lalu
Cara PAMA Ikut Meningkatkan...
Cara PAMA Ikut Meningkatkan Kualitas Kesehatan Masyarakat
36 menit yang lalu
Prabowo: 66,4 Juta Warga...
Prabowo: 66,4 Juta Warga RI Dapat LPG Subsidi, Lebih Banyak dari Penduduk Singapura
1 jam yang lalu
Menanti Peran Besar...
Menanti Peran Besar Pertamina dalam Proyek LNG Kelas Dunia Blok Masela
1 jam yang lalu
Purbaya Segera Temui...
Purbaya Segera Temui Kepala BGN, Bahas Pemotongan Anggaran MBG
1 jam yang lalu
Soal Investor PFII Bebas...
Soal Investor PFII Bebas Pajak hingga 50 Tahun, Purbaya: Masih Belum Tentu
2 jam yang lalu
Infografis
Sensus Ekonomi 2026:...
Sensus Ekonomi 2026: Data untuk Memperkuat UMKM dan Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved