Forum Alumni IPB Apresiasi Gebrakan Menteri Amran Perkuat Rupiah

Kamis, 13 September 2018 - 13:58 WIB
Forum Alumni IPB Apresiasi...
Forum Alumni IPB Apresiasi Gebrakan Menteri Amran Perkuat Rupiah
A A A
JAKARTA - Forum Alumni (FAN) IPB membeberkan salah satu strategi jitu untuk memperkuat nilai tukar rupiah ialah dengan menggenjot sektor riil khususnya pertanian, perkebunan, kelautan dan perikanan.

"Gebrakan Menteri Amran Sulaiman yang bekerja keras dan radikal dalam mendorong sektor pertanian khususnya mempercepat pemberian bantuan ke petani dari sebelumnya melalui proses tender dirubah menjadi penunjukan langsung, percepatan swasembada pangan strategis, mendorong peningkatan volume ekspor dan meningkatkan investasi serta menggulung mafia pangan tak pandang bulu sudah tepat dan harus terus dilanjutkan," demikian diungkap Ketua Dewan FAN IPB, Muhamad Karim di Jakarta, Kamis (13/9/2018).

Pria yang keseharianya sebagai pengajar Bioindustri Universitas Trilogi sekaligus pengamat politik pertanian itu menegaskan sederetan gebrakan ini selain harus dilanjutkan juga harus menjadi contoh untuk dijadikan kebijakan dan program yang tepat dalam memperkuat perekonomian nasional khususnya memperkuat nilai tukar rupiah. Hal ini penting karena akan mengurangi pasokan impor pangan yang akan menguras devisa negara.

"Kemudian, meningkatkan daya beli masyarakat karena sektor pertanian dalam arti luas adalah padat karya, menyangkut hajat hidup orang banyak dan dikerjakan rakyat banyak," sebutnya.

Dengan demikian, langkah-langkah modernisasi pertanian dan perbaikan infrastruktur pertanian akan membuat Indonesia tak akan mengalami ketergantungan pangan impor akan tetapi swasembada dan berdaulat.

Tak hanya itu, sambung Karim, berbagai strategi dan gebrakan berani Menteri Pertanian era Jokowi-JK saat ini patut diakui mampu menjadikan Indonesia sebagai negara lumbung pangan baru di Asia Tenggara bahkan Indonesia bisa menjadi macan pangan di dunia. Karena itu, pelemahan rupiah saat ini tidak perlu dikhawatirkan.

"Kita tidak perlu khawatir rupiah melemah, jika stok pangan nasional aman, baik dari tanaman pangan, perkebunan, perikanan dan peternakan. Mengapa rupiah selama ini tergerus, kaerna pangan kita masih banyak impor dan dimainkan mafia. Hasilnya sekarang kan kondisi harga pangan stabil n mafia pangan perlahan lahan diberantas," tuturnya.

Karena itu, Menteri Amran menurutnya perlu diberi predikat sebagai pejuang pangan. "Jadi kita jangan berpikir hanya meraup dolar dari kebijakan di sebelah yang doyan impor. Urusan pangan yang menghidupi 250 juta jiwa rakyat Indonesia harus didukung semua pihak supaya tidak terjadi keresahan sosial," tambah Karim.

Hal senada diungkapkan Ketua Komisi IV DPR Edi Prabowo dalam Rapat Dengar Pendapat dengan Kementerian Pertanian di Gedung DPR, Rabu (12/9). Dia menekankan kebijakan dan program Kementan di pemerintahan Jokowi-JK yang turut berkontribusi dalam menguatkan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS harus ditiru oleh Kementerian dan Lembaga lainnya. Misalnya, Kementan terus meningkatkan investasi asing di sektor pertanian.

"Saya sangat mendukung apa yang menteri pertanian, fokus terhadap pembangunan pertanian. Sehingga, Kementan berhasil membawa investor untuk berivestasi di indonesia. Harusnya ini dapat ditiru oleh kementerian lain," kata Edi

Sementara itu, Mentan Amran Sulaiman mengatakan program kerja Kementan pada 2019 fokus dalam pengembangan infrastruktur dan korporasi petani untuk percepatan peningkatan produksi dan ekspor pangan serta peningkatan kesejahteraan masyarakat miskin. Produksi komoditas strategis seperti padi ditargetkan 84 juta ton, jagung 33 juta ton, kedelai 2,8 juta ton, bawang merah 1,41 juta ton, cabai 2,29 juta ton, daging sapi 0,75 juta ton, gula 3,8 juta ton dan komoditas lainya pun dibuat target produksinya agar Indonesia meraih swasembada pangan dan akhir bisa ekspor.

"Seperti yang dicapai di tahun 2017 kemarin, ekspor komoditas pertanian Indonesia naik 24%. Investasi juga meningkat menjadi Rp44 triliun selama empat tahun berturut-turut. Pencapaian ini turut mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia di kuartal kedua 2018 mencapai 4,7%, yang dulu hanya 2% atau 3%, seperti disampaikan BPS dalam Sidang Kabinet," tutur Amran.
(fjo)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Mentan Amran: Kalau...
Mentan Amran: Kalau Mau Jadi Konglomerat Masuk Pertanian
Riwayat Pendidikan dan...
Riwayat Pendidikan dan Arti Gelar Andi Amran Sulaiman, Menteri Pertanian yang Baru
Sulap 10 Juta Hektare...
Sulap 10 Juta Hektare Rawa Jadi Lahan Pertanian, Indonesia Mau Pakai Teknologi Thailand
Amran Sulaiman Dua Kali...
Amran Sulaiman Dua Kali Dilantik Menjadi Mentan
Dialog Bersama Delegasi...
Dialog Bersama Delegasi SSTC, Kementan Bangga Programnya Jadi Inspirasi Negara Lain
Ini Segudang PR Amran...
Ini Segudang PR Amran usai Dilantik Jadi Mentan: Salah Satunya Masalah Food Estate
Berita Terkini
Krisis Energi Global,...
Krisis Energi Global, Industri dan Sektor Energi Perlu Dijaga Bersama
5 menit yang lalu
HGII Perkuat Posisi...
HGII Perkuat Posisi di Segmen Hidro, Tulang Punggung EBT Nasional dalam RUPTL 20252034
10 menit yang lalu
CFX Crypto Conference...
CFX Crypto Conference 2026 Siap Digelar, Bangun Pilar Kepercayaan Aset Digital
24 menit yang lalu
Rupiah Tembus Rp17.930...
Rupiah Tembus Rp17.930 per Dolar AS, Risiko Impor Minyak Makin Besar
40 menit yang lalu
Usia ke-53 Tahun, Jasindo...
Usia ke-53 Tahun, Jasindo Perkuat Fondasi Bisnis Berkelanjutan
1 jam yang lalu
IHSG Mendadak Jeblok...
IHSG Mendadak Jeblok 4,49% ke Bawah 6.000, Ini Penyebabnya
1 jam yang lalu
Infografis
Pete Hegseth, Menteri...
Pete Hegseth, Menteri Perang AS yang Dikenal Rasis, Radikal, dan Pemabuk
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved