Gas Alam Jadi Sumber Energi Terbesar Kedua Dunia pada 2030

Rabu, 14 November 2018 - 10:13 WIB
Gas Alam Jadi Sumber...
Gas Alam Jadi Sumber Energi Terbesar Kedua Dunia pada 2030
A A A
LONDON - Gas alam diperkirakan melampaui batu bara sebagai sumber energi terbesar kedua dunia setelah minyak pada 2030 karena upaya mengurangi polusi udara dan meningkatnya penggunaan gas alam cair (LNG).

Badan Energi Internasional (IEA) mengungkapkan laporan Outlook Energi Dunia 2018 itu kemarin. Menurut laporan itu, permintaan energi akan tumbuh lebih dari seperempat antara 2017 dan 2040 karena penggunaan energi yang lebih efisien, tapi akan meningkat dua kali lipat jumlahnya jika tak ada perbaikan.

“Permintaan gas global akan tumbuh 1,6% per tahun pada 2040 dan akan menjadi 45% lebih tinggi dibandingkan saat ini,” papar laporan IEA, dikutip kantor berita Reuters. Perkiraan itu berdasarkan Skenario Kebijakan Baru IEA yang ada dalam legislasi dan kebijakan mengurangi emisi dan mengatasi perubahan iklim.

IEA juga mengasumsikan efisiensi energi dalam penggunaan bahan bakar, gedung, dan faktor lain. “Gas alam merupakan bahan bakar fosil yang tumbuh tercepat dalam Skenario Kebijakan Baru, melampaui batu bara pada 2030 menjadi sumber ener gi terbesar kedua setelah minyak,” ungkap laporan IEA.

China telah menjadi pengimpor minyak dan batu bara terbesar di dunia. Beijing akan segera menjadi pengimpor gas terbesar dan impor bersih akan mencapai level Uni Eropa (UE) pada 2040.

Menurut berbagai kalkulasi Reuters, sesuai data Badan Bea Cukai China, Beijing telah melampaui Jepang sebagai pengimpor gas alam terbesar dunia. Meski China menjadi pengguna gas alam terbesar ketiga dunia setelah Amerika Serikat (AS) dan Rusia, Beijing mengimpor sekitar 40% kebutuhannya saat produksi lokal tak dapat memenuhinya.

Sejumlah negara berkembang di Asia akan mencakup setengah total pertumbuhan permintaan gas global dan porsinya untuk impor LNG akan naik dua kali lipat menjadi 60% pada 2040.

“Meski pembicaraan pasar gas global sama dengan minyak itu masih dini, perdagangan LNG meningkat secara substansial dalam volumenya sejak 2010 dan telah mencapai pasar-pasar yang sebelumnya terisolasi,” ungkap laporan IEA. (Muh Shamil)
(nfl)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Sekolah dengan Teknologi...
Sekolah dengan Teknologi Energi Terbarukan di Tasmania
Transisi Me­nu­ju...
Transisi Me­nu­ju Era Energi Bersih Men­dekati Kenyataan
Pemerintah Evaluasi...
Pemerintah Evaluasi Kebijakan Penerapan Subsidi Energi
Pemerintah Masih Mengkaji...
Pemerintah Masih Mengkaji Skema Penyaluran Subsidi Energi
Keren, Sekam Padi yang...
Keren, Sekam Padi yang Selama Ini Terbuang Ternyata Bisa Jadi Sumber Listrik
Energi Nuklir Jadi Solusi...
Energi Nuklir Jadi Solusi Data Center yang Rakus Energi!
Berita Terkini
Energi Menjadi Medan...
Energi Menjadi Medan Perang AS-China di Abad Ini
3 jam yang lalu
PLN EPI Targetkan Pengembangan...
PLN EPI Targetkan Pengembangan Bio-CNG Berbasis Limbah Sawit Dukung Transisi Energi
4 jam yang lalu
IHSG dan Rupiah Tertekan,...
IHSG dan Rupiah Tertekan, Pasar Uji Kredibilitas Sistem Keuangan Indonesia
4 jam yang lalu
Redam Sentimen Sell...
Redam Sentimen 'Sell Indonesia', Ini Saran dari Ekonom
4 jam yang lalu
Soroti Pelemahan Rupiah,...
Soroti Pelemahan Rupiah, BADKO HMI Jatim Dorong Evaluasi Kebijakan Moneter
5 jam yang lalu
Kanda Dukung Afi Trending...
'Kanda Dukung Afi' Trending Global Jelang Pemilihan Ketum Hipmi
6 jam yang lalu
Infografis
5 Titik Rawan Perang...
5 Titik Rawan Perang Dunia III pada Tahun 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved